
"Alex, apa setelah ini aku bisa bicara denganmu?" tanya Raja Chrise.
"Tentu saja, Yang Mulia" ucap Alex.
"Oh ya Alex, apa kau bisa membuat Zilan menjadi Istri keduamu?" tanya Ratu Shina.
Alex terkejut, dan Raja Chrise terbatuk mendengar ucapan Ratu Shina.
Wajah Zilan langsung memerah ketika mendengar ucapan Ibunya.
"Ibu, apa yang kau katakan!" teriak Zilan malu.
"Zilan, Ibu tahu apa yang kau inginkan…" ucap Ratu Shina.
"A-aku tidak menginginkan apapun!" ucap Zilan dengan wajah yang masih merah.
Ratu Shina tertawa pelan, melihat putrinya malu-malu.
"Ayah…" ucap Gillae.
"Ada apa Gil?" tanya Raja Chrise.
"Aku hanya memikirkan tentang Laren" ucap Gillae.
Laren adalah putra bungsu Raja dan Ratu, Laren terlahir dengan kondisi yang berbeda. Tubuhnya tidak kuat ketika terpapar sinar matahari.
Karena kondisinya ini, membuat Laren selalu berdiam diri di kamarnya, usianya sekarang 13 tahun.
Raja Chrise dan Ratu Shina memiliki 3 orang Putra dan 2 orang Putri.
Yang pertama yaitu Lian Bi Vloren, dia adalah Pangeran pertama sekaligus Putra Mahkota Kerajaan Vloren, usianya 19 tahun. Memiliki rambut berwarna putih, mata berwarna biru laut, tingginya 181 cm.
Yang kedua yaitu Claris Sie Vloren, memiliki rambut berwarna perak seperti Ratu Shina, usianya 19 tahun, Lian dan Claris adalah saudara kembar, Claris adalah Putri pertama Kerajaan Vloren, matanya berwarna biru laut.
Lian dan Claris tidak berada di Kerajaan karena mereka sedang menghadiri pesta yang diadakan oleh Kerajaan Rans.
Yang ketiga yaitu Gillae Bi Vloren, usianya 17 tahun, seusia dengan Alex. Memiliki rambut berwarna putih dan mata berwarna ungu seperti Ratu Shina. Gillae adalah Pangeran kedua Kerajaan Vloren.
Yang keempat Zilan Sie Vloren, usianya 16 tahun, memiliki rambut berwarna putih dan mata berwarna biru laut. Zilan adalah Putri kedua Kerajaan Vloren.
Yang terakhir yaitu Laren Bi Vloren, usianya 13 tahun, memiliki rambut berwarna perak dan mata berwarna ungu, mirip seperti Ratu Shina. Laren adalah Pangeran ketiga Kerajaan Vloren.
"Yang Mulia, apa yang terjadi dengan putra anda?" tanya Alex.
"Laren tidak bisa terpapar sinar matahari langsung, ketika dia terkena sinar matahari, tubuhnya akan melemah dan langsung tak sadarkan diri, bahkan ketika sinar matahari mengenai kulit Laren, kulitnya terasa seperti terbakar dan ada luka bakar di kulitnya" ucap Raja Chrise.
"Kami sudah menghitung beberapa dokter, tapi mereka tidak bisa menyembuhkan Laren" ucap Ratu Shina sedih.
'Penyakit apa ini?' pikir Alex.
'Alex, kau bisa mencoba menyembuhkan Pangeran ketiga dengan Jiwa Phoenix putih' ucap Gazardiel di pikiran Alex.
"Yang Mulia, apa aku bisa melihat Pangeran ketiga? Mungkin aku bisa menyembuhkannya" ucap Alex.
"Tidak masalah" ucap Raja Chrise.
Raja dan Ratu kemudian mengantarkan Alex ke kamar Laren.
Saat kamar itu dibuka, kamar itu sangat gelap, dan hanya di terangi lilin yang menggantung di dinding kamar.
Di atas kasur, Alex melihat seorang anak laki-laki yang terbaring lemah.
Alex langsung masuk ke dalam kamar dan mendekati anak laki-laki yang terbaring di atas kasur itu.
'Gazardiel keluarlah, aku butuh bantuan mu' Alex bertelepati dengan Gazardiel.
Gazardiel kemudian muncul tepat di sebelah Alex.
Raja dan Ratu terkejut karena seorang pria tiba-tiba muncul di samping Alex.
"Alex, di dalam tubuh anak ini ada racun" ucap Gazardiel.
"Racun? Apa yang kau katakan, apa anakku diracuni?" tanya Ratu Shina.
"Alex, kau bisa menggunakan api penyucian untuk mengeluarkan racun di tubuhnya, tapi itu akan sangat menyakitkan baginya" lanjut Gazardiel.
"Apa tidak ada cara lain?" tanya Alex.
"Ada, yaitu dengan menarik racun itu ke dalam tubuhmu" ucap Gazardiel.
"Tidak masalah jika racun itu ada di dalam tubuhku" ucap Alex.
"Alex kau benar-benar akan memindahkan racun itu ke dalam tubuhmu?" tanya Ratu Shina.
"Itu terlalu berbahaya" ucap Raja Chrise.
"Tubuhku kebal terhadap racun apapun, jadi aku akan baik-baik saja" ucap Alex.
'Tunggu dulu Alex!' teriak Nithael bertelepati dengan Alex.
'Nithael?'
'Kau bisa merubah masa depan, jika kau menyembuhkan anak itu' ucap Nithael.
'Itu tidak merubah masa depan' ucap Xeran.
'Apa maksud mu?' tanya Alex kepada Xeran.
'Di dalam sejarah tertulis jika Pangeran ketiga Kerajaan Vloren sembuh dari penyakitnya, tapi tidak tertulis siapa dan bagaimana ciri-ciri orang yang menyembuhkannya' ucap Xeran.
'Tidak diketahui, dan juga itu tidak akan mengubah sejarah?' tanya Alex.
'Ya, makanya waktu kau membuat sebuah restoran di sini aku tidak melarang mu, karena dalam sejarah Kerajaan Vloren, ada sebuah restoran yang berdiri dan menyajikan makanan yang aneh, tapi restoran itu sangat populer dan hanya ada satu di seluruh dunia karena restoran itu tidak membuka cabang di benua ataupun Kerajaan lain' ucap Xeran.
'Xeran, darimana kau mengetahui semua itu' tanya Gazardiel.
'Oi! Aku lebih tua dari kalian, bahkan aku sendiri tidak tahu berapa umurku sekarang dan tahun berapa aku dibuat. Aku tahu semua itu karena pemilik ku dulu berasal dari Kerajaan Vloren' ucap Xeran.
'Siapa nama Tuan mu dulu?' tanya Alex.
'Kalau tidak salah… Zora' ucap Xeran.
'Dia seorang wanita?' tanya Nithael.
'Iya, memangnya kenapa?' tanya Xeran.
'Oh ya Alex, Pemilik ku sebelumnya juga selalu makan di restoran yang menyajikan makanan aneh itu, mungkin nanti kita bisa menemuinya' ucap Xeran.
'Jika seperti itu, aku memiliki solusi agar mengetahui dia pergi ke restoran Dimension atau tidak' ucap Alex.
'Bagaimana?' tanya Xeran.
'Kita membuat sebuah daftar dimana ketika mereka akan masuk ke restoran, mereka harus menuliskan nama mereka di daftar itu' ucap Alex.
'Alex, tidak semua orang yang ada di zaman ini bisa membaca dan menulis' ucap Xeran.
'Eh… aku tidak tahu itu' ucap Alex.
'Kalau begitu kita beri tugas seseorang yang bisa membaca dan menulis, dan menanyakan nama orang-orang yang akan masuk ke restoran Dimension' lanjut Alex.
'Tidak masalah, kau bisa membicarakan itu dengan Raja Kerajaan Vloren' ucap Xeran.
Ketika Alex sedang berbicara dengan Xeran dan yang lainnya, Ratu Shina tiba-tiba menyentuh bahu Alex, membuat Alex terkejut.
"Alex, kau baik-baik saja?" tanya Ratu Shina khawatir.
"Aku tidak apa-apa… aku akan menyembuhkannya sekarang" ucap Alex.
"Lebih baik kalian tunggu diluar" ucap Gazardiel.
Ratu Shina kemudian menunduk, dan kemudian mereka berdua keluar dari kamar Laren.
'Gazardiel, nada bicaramu lebih seperti mengusir mereka' ucap Alex bertelepati dengan Gazardiel.
"Aku tidak peduli" ucap Gazardiel kemudian menghilang dari pandangan Alex.