
"Alex, lebih baik kau istirahat, pulihkan dulu energi mu" ucap Sent.
"Baiklah Paman Sent, aku akan istirahat untuk memulihkan energi ku" ucap Alex.
Alex kemudian menutup matanya dan dia mulai memasuki mode tidur.
"Dia sudah masuk dalam mode tidurnya, kita tidak akan bisa membangunkannya sampai energinya pulih sepenuhnya" ucap Sean.
Sean membawa Sent, Fero, Yuna, dan Gyren ke lantai atas, dan masuk ke dalam rumah keluarga Valcon.
Mereka berlima menuju ruang tamu dan duduk di sofa yang ada di sana.
Nithael Gazardiel, Xeran, dan Mofsi memutuskan untuk kembali ke dimensi milik Alex.
"Jadi, apa yang akan kita lakukan sekarang?" tanya Gyren kepada Sean.
"Menunggu Alex sadar, setelah itu kita bicarakan apa yang akan kita lakukan selanjutnya" ucap Sean.
"Apa kau berniat untuk menyerang Black Moon Pack?" tanya Gyren.
"Walaupun aku ingin, tapi aku tidak cukup kuat untuk mengalahkan Alpha dari Black Moon Pack" ucap Sean.
"Kau lebih kuat dari Alpha Black Moon Pack, hanya saja kau ragu untuk membunuh" ucap Gyren.
Sean hanya menundukkan kepalanya.
~•~
Seminggu kemudian…
Di ruang bawah tanah, tempat latihan keluarga Valcon.
Alex membuka matanya dan duduk di tepi kasur.
"Energi ku sudah penuh kembali" gumam Alex.
Alex kemudian berdiri dan berjalan ke lantai atas.
Krieet!
Sean dan yang lainnya yang mendengar suara pintu yang di buka, langsung menghampiri sumber suara.
Mereka melihat Alex berjalan ke arah mereka.
"Alex, akhirnya kau bangun!" ucap Yuna langsung memeluk Alex.
Gyren yang melihat mate-nya sendiri memeluk orang lain langsung menggeram.
Yuna yang mendengar Gyren menggeram, langsung melepaskan pelukannya kepada Alex, dan langsung memeluk Gyren untuk menenangkannya.
Sean dan Fero hanya menatap mereka berdua datar.
"Sean, apa kau ingin mate mu kembali?" tanya Alex kepada Sean.
"Tentu saja!" ucap Sean tegas.
"Bagaimana denganku?" tanya Fero sambil menunjuk dirinya sendiri.
"Setelah kita membebaskan mate Sean, kita akan langsung pergi ke wilayah Red Moon Pack" ucap Sean.
Fero hanya mengangguk, menyetujui ucapan Alex.
"Kapan kita pergi?" tanya Sean.
"Sekarang" ucap Alex.
"Hei! Kau baru saja bangun, bagaimana jika besok saja" ucap Yuna.
"Tidak, lebih cepat lebih baik, karena kita tidak tahu bagaimana kondisi Luna dari Pack ini" ucap Alex.
"Apa kita akan menerobos masuk?" tanya Fero.
"Tidak, hanya aku yang akan masuk" ucap Alex.
Semua yang ada di sana terkejut mendengar ucapan Alex.
"Itu terlalu berbahaya, dan juga bagaimana kau akan mengetahui siapa mate ku" ucap Sean.
"Aku hanya membutuhkan darah dan rambut mu" ucap Alex sambil menunjuk ke arah Sean.
"Apa itu bisa dilakukan untuk mengetahui posisi mate ku?" tanya Sean.
"Yuna, bisa kau memberi sehelai rambut mu?" tanya Alex.
Yuna lalu mencabut sehelai rambutnya.
"Teteskan darahmu di atas rambut ini" ucap Alex.
Setelah darah itu mengenai rambut, Alex mengalirkan energinya ke rambut itu, dan perlahan rambut itu mulai bersinar, diikuti dengan tubuh Gyren yang ikut bersinar.
"Seperti ini, aku akan mencari mate mu" ucap Alex.
Alex membakar rambut yang ada di tangannya, dan sinar yang keluar dari tubuh Gyren langsung menghilang.
"Bukankah cahaya itu akan menarik perhatian?" tanya Sent.
"Tidak akan, aku akan membuat cahaya itu hanya terlihat oleh ku" ucap Alex.
"Lalu apa rencanamu?" tanya Sean.
"Memusnahkan Black Moon Pack" ucap Alex.
"Memusnahkan? Kau serius?" tanya Fero.
"Ya, aku memiliki kekuatan untuk melakukannya" ucap Alex.
"Kau masih belum bisa mengendalikan api Jiwa Phoenix mu sepenuhnya, itu akan berbahaya jika api itu balik menyerangmu" ucap Gyren.
"Aku tahu, tapi aku tidak akan menggunakan api Jiwa Phoenix, aku akan menggunakan pengendalian darahku di seluruh wilayah Black Moon Pack" ucap Alex.
Semua yang ada di sana terdiam mendengar ucapan Alex.
Teknik pengendalian darah milik ras Vampire sangat kuat, jadi hanya ada beberapa Vampire saja yang memiliki teknik pengendalian darah.
"Apa waktu penyerangan yang dilakukan oleh Black Moon Pack, kau menggunkan teknik pengendalian darah?" tanya Sean.
"Ya, aku menggunakan teknik pengendalian darah, yaitu racun darah. Teknik pengendalian darah ku berupa sebuah lingkaran berwarna merah darah, jika kau terjebak ke dalam lingkaran itu maka kau tidak akan bisa menggerakkan tubuh mu sampai orang yang menggunakan teknik itu melepaskan tekniknya" ucap Alex.
"Lalu bagaimana dengan racun darah milikmu?" tanya Yuna.
"Racun darah milikku, jika aku menggunakannya kepada seseorang maka perlahan darah yang ada di tubuhnya akan keluar melalui pori-pori kulitnya, dan dia akan mati kehabisan darah" ucap Alex.
Sean, Sent, Fero, Yuna, dan Gyren menatap ngeri dengan kekuatan racun darah milik Alex.
Mereka bersyukur bahwa Alex bukanlah musuh mereka.
"Jika tidak ada yang ingin di tanyakan lagi, aku akan pergi sekarang" ucap Alex.
"Kau yakin ingin pergi sekarang? Ini sudah tengah malam" ucap Fero.
"Itu lebih baik, aku tidak terlihat di kegelapan malam" ucap Alex.
Alex kemudian menggunakan teleportasi tanpa mengucapkan sepatah katapun kepada mereka berlima.
Alex kemudian muncul di perbatasan wilayah Black Moon Pack.
Setelah Alex memeriksa jika tidak ada Werewolf di sekitarnya, Alex langsung merubah wujudnya menjadi Phoenix hitam.
Kobaran api berwarna hitam yang keluar dari tubuhnya, membuatnya terlihat mengerikan.
Alex mencoba mengepakkan sayapnya, Alex tidak terbiasa dengan sayap untuk terbang, biasanya Alex memanipulasi gravitasi untuk membuatnya melayang.
Setelah Alex terbiasa dengan sayapnya, Alex langsung terbang menuju tempat Alpha Black Moon Pack.
Dalam beberapa detik Alex langsung tiba di tempat tujuannya, karena dia menggunakan kecepatan penuh.
Alex merubah wujudnya seperti semula, dan langsung memanipulasi gravitasi agar dia tidak terjatuh.
Alex kemudian melukai tangannya, darah mengalir keluar, dan menetes ke tanah.
"Pengendalian darah…"
Setelah mengatakan itu, cahaya merah muncul dari atas tanah, dan menyebar ke seluruh wilayah Black Moon Pack.
Semua Werewolf dari Pack itu terkejut, ketika tanah yang di pijaknya mengeluarkan cahaya berwarna merah darah, tapi saat mereka ingin bergerak, tubuh mereka tidak bisa digerakkan.
Alpha dari Black Moon Pack yang saat itu berada di suatu ruangan, dan sedang mengadakan rapat dengan para Tetua di Pack-nya langsung terkejut melihat lantai ruangan itu bersinar merah, dan tubuhnya tidak bisa digerakkan.
"Apa yang terjadi?" tanya Alpha Black Moon Pack.
"Ini adalah teknik pengendalian darah milik Vampire" ucap Tetua 1.
"Seorang Vampire! Berani sekali mereka menyerang wilayah ku!" ucap Alpha geram.
Duumm!
Beberapa saat kemudian mereka mendengar suara ledakan, dan ruangan yang saat ini mereka tempati langsung roboh, tapi mereka tidak terluka sedikitpun.
"SIAPA YANG BERANI MENGHANCURKAN KEDIAMANKU!" teriak Alpha Black Moon Pack.
Alex yang mendengar suara teriakan itu tersenyum puas karena membuat sang Alpha marah.