I'M Lord Vampire

I'M Lord Vampire
62



Dalam pelelangan itu, Alex memberitahukan jika koin itu di satukan menjadi 1 koin emas, 1 koin perak, dan 1 koin perunggu, jadi ketiga koin itu langsung dilelang dengan 30 juta.


Jadi ada 10 kotak kecil, dengan 1 kotak berisi 3 koin.


Alex mendapatkan lebih dari 3 milyar, dan sebagian diberikan kepada Rean, Giana, Cecyl, dan Anellia, karena mereka mengatakan jika uangnya terlalu banyak kalau mereka menerima semua dan membagi rata.


"Mm, namamu Alex kan?" tanya Anellia.


Alex hanya mengangguk.


"Terimakasih!" ucap Anellia kepada Alex sambil membungkuk.


Rean, Giana, dan Cecyl juga mengikuti Anellia.


"Kami juga berterimakasih padamu" ucap Rean.


"Hmm" Alex hanya menganggukkan kepalanya lagi.


Mereka berlima kemudian keluar dari tempat pelelangan, semua barang yang Alex beli, dia simpan di dimensi miliknya.


'Aku belum pernah ke daerah ini, aku bahkan tidak tau ini dimana' pikir Alex.


Saat diluar, Alex melihat beberapa orang yang sedang menghancurkan sebuah restoran kecil.


"Siapa mereka?" tanya Alex.


"Mereka dari organisasi Naga Hitam" ucap Rean.


"Organisasi mereka selalu menindas yang lemah, jika aku melihat mereka aku selalu ingin memukul dan menghancurkan mereka semua" ucap Anellia.


"Lakukan saja" ucap Alex.


"Hah? Bagaimana caranya, aku ini cuma seorang yang lemah" ucap Anellia.


"Aku bisa saja membuat kalian menjadi kuat, tapinada syaratnya" ucap Alex.


"Benarkah? Apa syaratnya?" tanya Giana antusias.


"Jadi pengikutku, dan turuti semua perintah ku" ucap Alex.


'Kenapa ucapan ku terdengar sombong' pikir Alex.


"Aku akan melakukan apapun, asalkan aku bisa menghancurkan mereka semua!" ucap Anellia.


"Kau sepertinya memiliki dendam kepada mereka" ucap Alex.


"Tentu saja, mereka membuat temanku masuk ke rumah sakit, dan kondisinya saat ini masih kritis" ucap Anellia.


"Hmm… jika kau mau, aku bisa menyembuhkan temanmu itu" ucap Alex.


"Apa kau benar-benar bisa melakukannya?" tanya Anellia.


"Ya, tentu saja, aku bisa melakukan apapun, bahkan hal yang mustahil sekalipun" ucap Alex.


Di sisi lain, Cecyl hanya terdiam.


"Apa kau baik-baik saja?" tanya Rean kepada Cecyl.


Cecyl kemudian menarik tangan Alex.


"Ku mohon, buat aku menjadi kuat" ucap Cecyl.


Alex hanya menatap datar ke arah Cecyl.


"Kita akan bicarakan ini di tempat lain, tapi sebelum itu…" Alex kemudian menghilang.


Alex memukul anggota Naga Hitam yang merusak sebuah restoran, dan membuat mereka terlempar cukup jauh.


Rean, Giana, Cecyl, dan Anellia hanya terdiam melihat anggota Naga Hitam itu tiba-tiba terlempar.


Semua orang yang melihat Alex melempar para anggota Naga Hitam itu langsung melihat ke arah Alex, dan memvideokan Alex.


"Mungkin sebentar lagi akan ada sesuatu yang viral di media sosial" ucap Giana.


Alex kemudian memperbaiki kembali restoran yang telah hancur itu.


Semua orang hanya bisa terkejut melihat restoran yang sudah hancur itu kembali seperti semula.


Alex kemudian berjalan pergi dari sana.


'Rean, Giana, Cecyl, Anellia, kalian ikut aku' Alex bertelepati kepada mereka berempat.


Mereka berempat yang mendengar itu langsung pergi mengikuti Alex.


Alex pergi ke suatu gang yang sepi, diikuti oleh Rean, Giana, Cecyl, dan Anellia.


"Kenapa kita ke sini?" tanya Anellia.


"Aku akan kembali, apa kalian ingin ikut denganku?" tanya Alex.


"Eh? Bukankah manusia dilarang untuk memasuki dimensi itu?" tanya Giana.


"Jika itu dilarang, kenapa para Hunter bisa masuk ke sana?" tanya Alex.


'Benar juga, jika itu dilarang kenapa para Hunter bisa masuk ke sana?' pikir Giana.


"Aku akan ikut denganmu!" teriak Anellia.


""Aku juga ikut"" ucap Giana dan Cecyl bersamaan.


"Baiklah" ucap Alex.


"Tunggu dulu! Apa aku bisa ke rumah sakit dulu untuk menjenguk Ayahku?" tanya Cecyl.


"Boleh saja, bagaimana dengan kalian?" tanya Alex.


"Aku juga tidak bisa meninggalkan adik-adikku" ucap Rean.


"Aku juga harus pulang, aku takut Ibuku kenapa-napa" ucap Cecyl.


'jika kau takut Ibumu kenapa-napa, kenapa kau ikut dengan para Hunter?' pikir Alex sambil melihat ke arah Cecyl.


"Ha~, baiklah, terserah kalian saja" ucap Alex.


Alex kemudian berjalan pergi.


Anellia hanya diam dan mengekor Alex.


Alex tiba-tiba berhenti dan berbalik, membuat Anellia menubruk badan Alex.


Alex kemudian membuat sebuah bros berbentuk Phoenix putih, dan ada sebuah tombol di dada Phoenix itu yang berwarna hitam.


"Sebelum kalian pergi, bawa ini, jika kalian ingin mengetakan sesuatu kalian hanya perlu menekan tombol hitam yang ada di sana" ucap Alex, kemudian memberika bros itu kepada mereka berempat.


"Eh, aku juga dapat?" tanya Anellia.


"Kenapa?" tanya Alex.


"Tidak apa-apa, tapi aku akan ikut denganmu, kenapa aku juga dapat?"


"Ini seperti alat komunikasi, itu bisa memudahkan mu jika kau tiba-tiba tersesat" ucap Alex.


"Mm, bagaimana cara memakainya? bukankah biasanya bros ada peniti?" tanya Cecyl.


"Kau hanya harus menempelkannya di bajumu, itu akan langsung menempel" ucap Alex.


Mereka kemudian menempelkan bros itu di baju mereka.


"Aku juga sudah menempelkan alat pelacak di sana, jadibaku bisa mengetahui posisi kalian berada" ucap Alex.


"Benda sekecil dan setipis ini ada alat pelacaknya?" tanya Giana


"Ya, pelacak itu bukan benda pelacak seperti yang kalian pikirkan, tapi aku menanamkan sebuah energi di sana, jadi aku bisa mengetahui keberadaan kalian dari energi itu. Dan Rean, jika kau tidak bisa meninggalkan adik-adikmu, kau bisa membawa mereka" ucap Alex.


"Bagaimana denganku? Apa aku juga bisa membawa Ibuku untuk ikut bersama kita?" tanya Giana.


"Bawa saja, mungkin aku juga bisa menyembuhkan Ibumu" ucap Alex.


Giana sangat senang, bahkan saking senangnya, dia tidak menyadari jika dia tiba-tiba memeluk Alex.


Saat sadar, Giana langsung melepaskan pelukannya pada Alex, dan langsung berbalik karena wajahnya memerah.


"Ma-maaf" ucap Giana pelan.


"Tidak apa-apa, aku sudah menganggapmu sebagai adikku" ucap Alex.


"Eh, adik?" tanya Giana bingung.


"Usiamu 16 tahun kan?" tanya Alex.


"Iya" ucap Giana.


"Usia kita hanya berbeda satu tahun, jadi tidak apa-apa kan jika aku menganggapmu sebagai adikku?" tanya Alex.


"Mm, ya" ucap Giana sedih.


"Alex, usiamu 17 tahun?" tanya Anellia.


Alex hanya mengangguk.


"Aku kira usiamu sudah ratusan tahun" ucap Rean.


"Apa aku terlihat seperti berumur ratusan tahun?" tanya Alex.


"Tidak, malah sebaliknya" ucap Cecyl.


"Dan lagi, aku masih 17 tahun" ucap Alex.


"Kau tidak berbohong kan?" tanya Anellia.


Alex kemudian mengeluarkan kartu pelajarnya, yang selalu dia bawa kemanapun.


"Aku masih sekolah, dan umurku juga masih 17 tahun" ucap Alex sambil memperlihatkan kartu pelajarnya.


"Lalu, kenapa kau bisa sekuat ini?" tanya Anellia.


"Karena aku adalah Vampire, dan lagi sekarang aku juga adalah Demigod" ucap Alex.


""Demigod?!"" teriak mereka berempat bersamaan.


Dan mereka berempat hanya bisa terdiam sambil melihat ke arah Alex dengan tatapan tak percaya.