
"Jadi?" tanya Gabriel.
"Eh, jadi apa?" Alex malah balik bertanya.
"Tsk, tentu saja untuk mencalonkan diri untuk menjadi kandidat pengganti Lord Regmus!" ucap Gabriel kesal.
"Kak Riel..." panggil Alex.
"Apa?" -Gabriel.
"Kita berdua saja yang mencalonkan diri, daripada harus memilih salah satu dari kita" -Alex.
"Kau tidak mengerti Alex... ada beberapa peraturan untuk menjadi kandidat pengganti, dan salah satu diantaranya adalah pertarungan sampai mati" -Gabriel.
"Eh! Sampai mati?!" ucap Alex terkejut.
"Ya, dan jika kita berdua mencalonkan diri, maka kita harus bertarung sampai salah satu dari kita ada yang mati" ucap Gabriel dengan mudahnya.
"Jadi, kau atau aku yang mencalonkan diri?" lanjut Gabriel.
"Mm... aku saja" ucap Alex mengangkat tangan kanannya.
"Kau ingin mengorbankan diri sendiri?" -Gabriel.
"Ya, dari awal aku sudah mendengar tentang itu semua, aku sudah menyiapkan diri untuk menjadi kandidat pengganti Lord Regmus" ucap Alex.
"Terserah saja. Kau akan menggunakan marga siapa, Alex?" tanya Gabriel kepada Alex.
"Bagaimana jika aku memakai marga Zennan?" tanya Alex.
"Kau gila?" -Gabriel.
"Tidak, aku sudah memikirkannya, dan aku siap menanggung semua resikonya" -Alex.
"Tidak bukan itu masalahnya, lebih baik tidak menggunakan marga Zennan" -Gabriel.
"Kenapa?" tanya Alex bingung.
"Dari dulu sampai sekarang. Lord Regmus sedang mengincar keturunan keluarga Zennan" -Gabriel.
"Apa mereka memiliki masalah?" tanya Alex penasaran.
"Tidak, mereka tidak memiliki masalah apapun" -Gabriel.
"Terus? Kenapa Lord Regmus mengincar keluarga Zennan?"
"Karena kekuatan mereka yang bisa dibilang kekuatan iblis" -Gabriel.
"Iblis?" Alex semakin bingung dengan ucapan Gabriel.
"Ya, kekuatan iblis. Sekitar 4 abad yang lalu, salah satu anggota keluarga Zennan lepas kendali dengan kekuatannya, dan setengah dari ras Vampire musnah. Dan itu termasuk dengan hancurnya beberapa keluarga bangsawan Vampire" ucap Gabriel.
"Kau tau kan? Beberapa keluarga bangsawan Vampire musnah, tidak ada keturunan dari mereka yang tersisa. Bahkan, itu juga memusnahkan keluarga Zennan" lanjut Gabriel.
"Jadi, Lord Regmus mencari keluarga bangsawan Zennan untuk membalas dendam?" Alex masih bingung dengan kata-kata dari Gabriel.
"Bukan, Lord Regmus mencari keturunannya karena ingin membangun kembali keluarga Zennan" jawab Gabriel.
"Kenapa?" tanya Alex.
"Karena marga Lord Regmus adalah Zennan, Regmus Zennan. Putra kedua dari keluarga Zennan"
"Apa?! Aku baru tahu itu" ucap Alex.
"Itu adalah rahasia, dan hanya para leluhur Vampire yang tahu marga dari Lord Regmus"
"Lalu kenapa Kak Riel bisa tahu?" tanya Alex kembali.
"Aku membongkar seluruh informasi yang ada di mansion Lord Regmus, dan tentu saja aku melakukannya secara diam-diam"
"Kau gila! Bagaimana jika kau ketahuan?"
"Mungkin aku akan mati"
'Kenapa harus ada kata mungkin disetiap kata-katanya?' batin Alex.
"Jadi? Kau yang jadi kandidat pengganti?" tanya Gabriel kepada Alex.
"Ya" jawab Alex.
"Mm..."
"Ada apa?" tanya Alex kepada Gabriel.
"Jika di lihat lagi... warna matamu berubah" ucap Gabriel santai.
"Benarkah?"
"Mm... mengendalikan energi yang ada di dalam tubuhku. Sean, Fero, dan Yuna yang membantuku untuk berlatih" jawab Alex.
"Pantas saja... kau memiliki sesuatu yang berbeda dari yang dulu" ucap Gabriel.
"Apa itu?" tanya Alex bingung.
"Auramu berbeda. Apa itu karena darah lain di dalam tubuhmu?"
"Eh? Darah… lain?!" Alex terkejut.
"Mm, ya. Mungkin aku harus memberitahumu ini… itu terjadi pada saat kau masih kecil dulu" ucap Gabriel.
"Apa itu?" Alex penasaran.
"Eksperimen…" jawab Gabriel.
"APA!!!" teriak Alex terkejut.
"Ayah melakukan eksperimen pada tubuh mu, dia memasukkan darah Lord Regmus dan sekarang darah itu menyatu dengan darahmu. Mungkin Kau bisa menggunakan kekuatan keluarga Zennan."
"Apa aku benar bisa?"
"Itu jika kau ingin menggunakan marga Zennan, maka kau harus memiliki warna mata khas keluarga Zennan"
"Warna mata keluarga Zennan? Apa maksud Kakak, warna mata putih keunguan?"
"Ya, kau harus memilikinya"
"Jika kau mengatakannya, sebenarnya aku sudah memilikinya"
"Oh, baguslah jika kau sudah memilikinya. Tunjukkan padaku jika kau benar-benar memilikinya!"
"Baiklah"
Tsssaahhhh...
Rambut dan mata Alex perlahan berubah. Rambut yang hitam berubah menjadi putih, dan mata yang berwarna hijau berubah menjadi putih keunguan.
"Aku tidak tahu harus berkata apa. Tapi, sebaiknya kau sembunyikan darah keturunan Zennan-mu, hanya munculkan jika dalam keadaan darurat!" Gabriel berkata sabil berjalan menuju pintu.
"Baiklah… apa kau akan pergi sekarang?" tanya Alex.
"Ya, lagipula aku tidak bisa berlama-lama di wilayah Werewolf. Aku akan menemuimu lagi jika kau sudah menjadi Raja Vampire. Jaga dirimu Alex, dan satu hal lagi..."
"Apa itu?" tanya Alex
"Aku memiliki sesuatu yang harus di berikan padamu, jagalah ini dengan baik!"
Gabriel merentangkan tangan kanannya. Sebuah cahaya berwarna putih dan hitam mengelilingi tangannya.
Cahaya itu membentuk sesuatu.
Sebuah pedang hitam dan sebuah busur putih tercipta dari cahaya yang berlawanan jenis itu.
"Ini adalah Pedang Yin dan busur Yang, Pedang Yin ini adalah senjata keluarga Zennan. Pedang ini hanya mengandung setengah kekuatan, karena setengahnya lagi berada dalam genggaman Lord Regmus. Sebelum keluarga Zennan hancur, Pedang ini di bagi menjadi dua.
Satu berada di tangan penerus keluarga Zennan, dan satunya lagi dibuang kesisi lain dunia. Dan pedang yang dibuang itu di ambil oleh Ayah dan menitipkannya padaku untuk di berikan padamu jika kau sudah bisa mengendalikan kekuatanmu sendiri"
"Kenapa tidak Ayah sendiri yang memberikannya padaku?"
"Kekuatan Ayah semakin melemah, itu karena segel yang ada di dalam tubuhnya"
"Segel?"
"Ya, itu adalah segel yang di berikan oleh pemimpin keluarga Laksan kepada anak-anaknya. Setiap keluarga Laksan memiliki segel itu di tubuh mereka, hanya kita berdua yang tidak memilikinya!"
"Kenapa kita berdua tidak memiliki segel itu?"
"Segel itu akan dipasang ketika berumur 12 tahun, segel itu akan memakan kekuatan orang yang di segel jika dia melanggar aturan keluarga atau menentang aturan Lord Regmus" ucap Gabriel.
"Segel itu akan memakan kekuatan secara perlahan. Jika sudah habis, segel itu akan memakan kehidupannya. Di tubuhku tidak terpasang segel, karena aku dibawa ke dunia manusia ketika umur 6 tahun, begitu juga denganmu, karena kau terlahir di dunia manusia" lanjut Gabriel.
"Apakah tidak ada cara untuk melepaskan segel itu?"
"Entahlah, jika Dad mengetahui cara melepaskan segel itu, maka Dad akan melakukannya dari dulu"
"Ah, benar juga"
"Kalau begitu Alex, aku akan pergi sekarang, jaga baik-baik kedua senjata itu. Kedua senjata itu akan membantumu dalam megasah kemampuanmu sebagai Vampir. Sampai jumpa lagi, Alex..."
Sshaaassssh...
Sebuah asap putih mengelilingi tubuh Gabriel. Seiring asap itu menipis, tubuh Gabriel perlahan menghilang.