
Alex memutuskan untuk ikut pergi ke rumah sakit bersama Cecyl dan Ibunya.
Sebelum pergi, Alex merubah pakaiannya dengan baju dan jaket berwarna putih, dan memakai jeans hitam.
"Alex, kau terlihat aneh jika memakai pakaian biasa seperti itu" ucap Cecyl.
"Benarkah?" tanya Alex.
"Iya" ucap Cecyl sambil mengangguk.
"Aku belum memperkenalkan diriku dengan baik" ucap Ibu Cecyl.
"Ibu, bukankah cara bicaramu terlalu formal?" tanya Cecyl.
"Bukankah dia adalah orang yang tidak bisa kita remehkan" ucap Ibu Cecyl, dan Cecyl terdiam.
Karena selama ini dia selalu menuruti sikap Anellia yang biasa-biasa saja kepada Alex, Cecyl menurutinya, dan berbicara biasa.
"Namaku Caroline Roselia, aku adalah mantan Hunter" ucap Ibu Cecyl.
'Hunter? Pantas saja dia terlihat keras kepada anaknya sendiri' pikir Alex.
Alex, Cecyl, dan Caroline pergi ke rumah sakit dengan mengendarai mobil, dengan Caroline yang menyetir, sedangkan Alex dan Cecyl duduk di kursi belakang.
"Banyak hal misterius di dunia ini yang belum terungkap" gumam Alex.
"Kau benar, bahkan setiap orang memiliki kekuatan masing-masing, tapi mereka tidak bisa menggunakannya jika mereka sendiri tidak tau kekuatan apa yang mereka miliki" ucap Caroline.
"Kekuatan juga ditentukan oleh keturunannya sendiri" ucap Alex.
"Kekuatan… apa aku benar-benar memiliki kekuatan seperti itu?" tanya Cecyl.
"Cecyl, mungkin kau tidak percaya, tapi nanti kau bisa tanyakan kepada Kakak-kakak mu, karena mereka sudah bisa mengendalikan kekuatan masing-masing" ucap Caroline.
"Eh! Kenapa aku tidak diberitahu!" teriak Cecyl.
"Cecyl, apa kau tidak membaca buku silsilah keluarga Roselia?" tanya Caroline kesal.
"Mm, tidak" ucap Cecyl sambil memalingkan wajahnya.
"Kita tidak punya banyak waktu, serius lah" ucap Alex datar.
Setelah semua itu, mereka tiba di rumah sakit dan langsung menuju ruangan VIP yang ada di lantai 3.
Saat membuka salah satu ruangan, Alex dapat melihat seorang lelaki yang tampak pucat, tubuhnya juga terlihat lemah.
Di papan nama tertulis Brian Roselia, nama itu membuat Alex terkejut.
Brian Roselia adalah salah satu pengusaha sukses dengan pola pikir yang mengerikan.
Brian mampu memonopoli 10% perekonomian dunia dan bahkan dia ditakuti oleh negaranya sendiri, apalagi beredar rumor tentang dia bisa melihat masa depan.
'Keluarga Roselia seharusnya memiliki banyak uang, tapi kenapa mereka menggadaikan rumah hanya untuk mendapatkan uang?' pikir Alex.
"Alex, apa yang kau pikirkan?" tanya Cecyl kepada Alex.
"Hanya berpikir kenapa menggadaikan rumah kalian hanya untuk mendapatkan uang, padahal keluarga Roselia memiliki kekayaaan yang hampir tidak terbatas" ucap Alex datar.
Caroline terkejut mendengar perkataan Alex, Selama ini keluarga Roselia selalu menyembunyikan identitas mereka, tapi sekarang ada seseorang yang mengetahuinya.
"Dari mana kau mengetahui itu semua?" tanya Caroline.
"Dari Ayahku" ucap Alex.
"Ayahmu?"
"Dulu, apa kau ingat keluarga Vampire yang datang ke dunia manusia?" tanya Alex.
"Keluarga Laksan yang diasingkan?"
"Itu tidak benar, tapi waktu itu yang aku tau Ayahku memiliki senjata yang diinginkan oleh Lord Vampire" ucap Alex.
"Senjata?"
"Ya, yang aku tau senjata itu hanya bisa digunakan oleh keturunan murni keluarga Laksan" ucap Alex.
"Pantas saja waktu itu mereka terluka" ucap Caroline.
Alex kemudian terdiam karena ada seseorang yang menghubunginya lewat telepati.
'Ya, aku bisa mendengarnya'
'Kau tidak lupa dengan hari pengangkatanmu sebagai Lord Vampire yang baru, kan?' tanya Lord Regmus.
'Aki tidak melupakannya, apa ada masalah?' tanya Alex.
'Cepat kembalilah, dan pilih bajumu untuk hari pengangkatanmu nanti'
Setelah itu Lord Regmus memutuskan telepatinya.
"Aku harus mempercepat penyembuhan suamimu, apa kau tidak masalah?" tanya Alex.
"Apa ada masalah?"
"Ya, dan jika aku tidak segera pergi, mungkin aku akan kehilangan nyawaku" ucap Alex.
Alex kembali masuk ke dalam ruangan, dan langsung mengeluarkan api penyucian miliknya.
'Alex, berhati-hatilah, tubuh miliknya sangat lemah, jika kau terlalu berlebih-lebihan bisa-bisa tubuhnya meledak' ucap Gazardiel memperingati Alex melalui telepati.
Alex kemudian berkonsentrasi, dan memunculkan apinya sekecil mungkin.
Setelah itu Alex langsung mengarahkan api itu kepada Brian, dan perlahan api putih menyelimuti tubuh Brian, dan ada asap hitam keluar dari tubuhnya, asap itu adalah penyakit milik Brian.
Setelah beberapa saat, api putih itu menghilang, Alex kemudian menyerap kekuatan yang meluap dari tubuh Brian.
Setelah selesai, Alex membuat sebuah bros khusus, dimana bros itu dapat menyerap kekuatan berlebihan yang keluar dari tubuh Brian dan menjadikannya energi untuk Alex.
'Sangat licik' Alex dapat mendengar suara Nithael di dalam pikirannya.
'Daripada menyia-nyiakan energinya, bukankah lebih baik aku gunakan?' ucap Alex.
Setelah mengatakan itu, Alex tidak mendengar lagi suara Nithael.
"Bros ini bisa menyerap energi miliknya, dan tidak akan kehilangan kendali lagi" ucap Alex, kemudian memberikan bros itu kepada Caroline.
"Apa itu berbeda dengan milikku?" tanya Cecyl.
"Hanya penambahan penyerapan energi saja, semuanya tidak berbeda dan masih ada perlindungannya" ucap Alex.
Alex kemudian mendekati Cecyl.
"Aku akan membawanya sekarang, dia akan berlatih sampai dia benar-benar bisa mengendalikan kekuatan miliknya" ucap Alex, dan Alex langsung menggunakan teleportasi tepat di ruangan latihan bawah tanah milik keluarga Valcon.
Caroline yang melihat mereka pergi hanya bisa menghela napas panjang, dan kemudian mendekati suaminya yang masih belum sadarkan diri.
Di ruangan latihan itu Cecyl melihat yang lain sedang berlatih menggunakan pedang, bahkan Giana terlihat sudah bisa mengendalikan energi yang ada di dalam tubuhnya.
"Bergabunglah dengan yang lain, aku harus pergi sekarang" ucap Alex dan langsung menghilang, meninggalkan Cecyl yang terdiam di sana.
Alex pergi menuju tempat Lord Regmus berada.
Saat sudah tiba di sana, Lord Regmus tiba-tiba melempar sesuatu kepada Alex, dan Alex langsung menangkapnya.
"Apa ini?" tanya Alex.
"Baju yang akan kau pakai, memangnya apa lagi? Pilihlah salah satu, kau harus terlihat baik ketika kau akan menikah dengan Putriku" ucap Lord Regmus.
'Ugh, Aku lupa jika aku akan segera menikah dalam waktu satu bulan' pikir Alex.
"Jangan bilang kau lupa dengan pernikahanmu" ucap Lord Regmus datar.
"Aku hampir melupakannya jika kau tidak memberitahuku" ucap Alex, dan diikuti tatapan tajam dari Lord Regmus.
Alex tak menghiraukan tatapannya, dan fokus kepada beberapa lembar kertas yang ada di tangannya.
Di kertas itu terlihat berbagai pakaian mewah, dan pastinya ditambah jubah.
'Apa tidak ada pakaian yang lebih polos' pikir Alex.
Alex membulak-balikkan kertas itu, dan melihat gambarnya satu-persatu.
Dan Alex melihat satu gambar yang dia inginkan.
"Yang ini saja" ucap Alex.
Saat Alex menyentuh gambarnya, gambar itu menghilang dan sebuah pakaian yang Alex pilih langsung muncul dihadapannya.