
"Ini yang aku benci dari manusia, egois dan keserakahan yang membuat mereka jatuh ke dalam kesengsaraan" ucap Raja Naga.
Semua pemimpin ras mengangguk setuju, bahkan Alex juga menyetujui apa yang Raja Naga katakan.
Saat para pemimpin ras sedang berbicara satu sama lain, beberapa Hunter terlihat menyeringai karena tujuan mereka terpenuhi.
Sebuah alat yang yang menempel di jirah dan jubah mereka terlihat berkedip merah.
Alex yang baru menyadari itu langsung menghancurkan semua alat perekam yang terpasang di jirah dan jubah beberapa Hunter.
Tapi Alex tidak mengetahui jika perekam itu langsung terhubung ke sebuah layar besar yang ada di seluruh dunia dan menampilkan semua yang terjadi di sana.
"Sepertinya kita akan mendapatkan masalah" ucap Alex yang membuat para pemimpin ras bingung.
"Apa maksudmu?" tanya Raja Phoenix.
"Ada alat perekam yang terpasang di jirah dan jubah para Hunter" ucap Alex membuat para pemimpin ras terdiam.
para pemimpin ras terlihat terkejut dan pusing memikirkan apa yang akan terjadi di masa depan jika para manusia biasa mengetahui keberadaan mereka.
"Dan sepertinya seluruh rekaman itu disiarkan langsung ke suatu tempat, atau yang lebih buruknya itu disiarkan ke seluruh dunia manusia" lanjut Alex yang membuat para pemimpin ras semakin terdiam.
"Apa kita harus benar-benar menunjukkan jati diri kita kepada ras manusia?" tanya Zen.
"Aku akan mencaritahunya, aku bisa memanfaatkan identitas ku di dunia manusia, dan aku akan memberitahu kalian jika aku sudah mengumpulkan semua informasi" ucap Sean.
Alex hanya mengangguk, lagipula Sean memiliki sebuah restoran dan hotel, dia akan sangat mudah mencari informasi dari para pegawainya ataupun para pengunjung di restoran dan hotel miliknya.
"Sean, aku percayakan padamu untuk mengumpulkan semua informasi di dunia manusia, untuk yang lainnya lebih baik mempersiapkan diri, karena aku memiliki firasat jika kita akan kelelahan mental daripada fisik walaupun rata-rata dari kita sudah hidup untuk waktu yang lama" ucap Alex.
Para pemimpin ras mengangguk menyetujui usulan dari Alex.
"Sean, hubungi aku jika kau ada masalah" ucap Alex kepada Sean, dan Sean hanya mengangguk menanggapi ucapan Alex.
"Kalian Kembalilah dulu, aku masih ada urusan dengan mereka" ucap Alex.
Para pemimpin ras tahu apa maksud Alex, dan mereka langsung kembali ke wilayah mereka masing-masing, kecuali Sean yang pergi ke dunia manusia untuk mencari informasi.
Setelah para pemimpin ras pergi, Alex langsung menghilangkan rantai yang mengelilingi para Hunter yang sebelumnya tidak ikut bertarung.
"Kau, pemimpin Hunter, apa kau bisa menjelaskan apa yang dimaksud dengan kamera tersembunyi itu?" tanya Alex.
"Maaf, saya tidak mengetahuinya, semua peralatan yang kami gunakan adalah pemberian pemimpin Hunter sebelumnya" ucap pemimpin Hunter.
Alex sangat kesal saat ini, dan membuat kekuatannya sedikit lepas kendali, menyebabkan para Hunter merasakan tekanan yang sangat kuat dan langsung terjatuh ke tanah.
"Aku tidak tau apa kau itu polos atau bodoh, kau sekarang adalah pemimpin para Hunter, kau adalah pemimpin mereka, semua kendali ada padamu" ucap Alex, pemimpin Hunter hanya bisa tertunduk diam.
"Katakan pada pimpinan Hunter yang sebelumnya, jika dia ingin melakukan sesuatu pada kami bersiaplah untuk mati" ucap Alex sambil berlalu pergi menggunakan teleportasi untuk menyusul Sean ke dunia manusia.
Alex muncul di Mansion milik Sean, tapi tidak ada siapapun di sana.
Saat Alex mencari keberadaan Sean dari bros yang dipakai oleh Sean, Alex menemukan jika Sean berada di restoran miliknya.
Sean juga baik-baik saja, jadi Alex memutuskan untuk pergi ke perpustakaan bawah tanah yang ada di Mansion milik Sean.
Perpustakaan itu terlihat masih sama seperti sebelumnya, tidak ada yang berubah meski sudah puluhan tahun, bahkan energi di sana terasa sangat pekat membuat Alex merasa nyaman.
Saat Alex pergi ke perpustakaan yang paling bawah, Alex melihat 2 orang di sana, 1 laki-laki dan 1 lagi seorang anak perempuan.
'Apa mereka anak Sean?' pikir Alex,
"Paman siapa?" tanya anak perempuan itu.
"Bukannya tidak sopan ya jika menanyakan nama seseorang tanpa memperkenalkan diri terlebih dahulu?" tanya Alex sambil mengelus kepala anak perempuan itu.
"Ah! Namaku Floria Zeaverlax" ucap Floria.
"Halo Floria, namaku Alexander" ucap Alex sambil tersenyum ramah.
"Paman Alex! Apa aku bisa memanggil paman seperti itu?" tanya Floria.
"Ya"
"Apa anda Kaisar Vampire?" tanya pemuda yang dari tadi duduk diam.
"Ya, aku adalah Kaisar Vampire" ucap Alex, membuat Floria yang awalnya tersenyum senang menjadi terdiam.
Pemuda yang awalnya duduk, langsung bangkit dan menghampiri Alex.
"Saya Leonhard Zeaverlax, memberi salam kepada Yang Mulia" ucap Leonhard, membuat Alex tersenyum canggung.
"Tidak perlu se-formal itu, lagipula aku adalah teman ayah kalian, kalian bisa menganggap ku sebagai paman kalian sendiri" ucap Alex.
"Benarkah?" tanya Floria.
"Ya"
Alex terus tersenyum, tapi dibalik senyumannya itu, dia sedang memikirkan sesuatu.
'hiks… aku melewatkan pertumbuhan anak-anak ku sendiri, bahkan sekarang dihadapan ku ini anak-anak Sean…' batin Alex bersedih.
(N/A : Alex mengsad ಥ_ಥ)
"Tapi bukannya ayah bilang jika paman menghilang selama dua puluh tahun?" tanya Floria.
"Itu benar, bahkan ketika aku kembali, aku terkejut ketika melihat anak-anak ku sudah besar semua" ucap Alex sedih.
Leon yang mendengar itu hanya menahan tawanya.
'Menhilang selama dua puluh tahun, ketika kembali dia pasti sangat terkejut dan tertekan melihat anak-anaknya sudah dewasa… aku tidak bisa memikirkannya' pikir Leon sambil menahan tawanya.
"Kakak sedang menertawakan apa?" tanya Floria bingung karena melihat Leon yang menahan tawanya, bahkan badannya terlihat gemetar.
Sedangkan Alex hanya menghela napasnya, tatapannya terlihat sedih dan murung. Dan Floria hanya bingung melihat kedua pria didepannya itu.
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
..._________________________________________...
...Huweeeeeeeee! (っ˘̩╭╮˘̩)っ, aku gak ada ide buat ceritanya, apalagi dikamar malah ada kecoa yang muncul pas aku lagi serius bikin cerita😭, ...
...SANGAT M E M B A G O N G K A N!!!...
...untung aja aku gak nyebut kata-kata mutiara pas tuh kecoa muncul… ku cuma ngacir keluar kamar…😭😭😭...