I'M Lord Vampire

I'M Lord Vampire
12. Masa Kecil Alex



Di sebuah padang rumput, terlihat seorang anak kecil sedang berlarian mengejar seekor anak rusa, anak itu adalah Alex.


Dan di belakang Alex terlihat Gabriel yang mengikutinya.


"Alex, jangan lari terlalu cepat, nanti jatuh!" Gabriel berteriak, dan benar saja, Alex terjatuh.


Saat berlari, Alex tiba-tiba tersandung, dan jatuh.


"Aduh!" Alex meringis kesakitan.


"Sudah Kakak bilang kan" Gabriel berlari mendekati Alex yang terjatuh.


"Hiks, ini sa-kit" Alex menangis sambil memegangi lututnya yang terluka.


Gabriel menggendong Alex dan berjalan menuju tempat Roland dan Lexa.


Dari kejauhan, Lexa yang melihat Alex menangis digendongan Gabriel, langsung mendekati mereka berdua.


"Gabriel, Alex kenapa?" tanya Lexa kepada Gabriel.


"Hanya terjatuh saat mengejar rusa" jawab Gabriel.


"Kemari sayang, Mom gendong" Lexa mengulurkan tangannya dan langsung menggendong Alex.


"Mom… sa-kit, hiks" ucap Alex sambil menangis.


"Kemari, Mom obati" Lexa mengulurkan tangannya ke lutut Alex.


Lexa mengalirkan energinya untuk menyembuhkan Alex.


Luka itu perlahan menutup dan akhirnya sembuh sepenuhnya, seperti tidak pernah ada luka di sana.


"Lihat, lukanya sudah sembuh" ucap Lexa lalu mencium kening Alex.


Alex yang mendengar suara Lexa langsung berhenti menangis.


"Makasih Mom!" Alex membalas ciuman Lexa tepat dipipinya.


Setelah Lexa dan Gabriel melihat Alex ceria kembali, mereka bertiga berjalan ke tempat Roland.


Alex yang melihat Roland dari kejauhan, langsung berlari menghampiri Roland.


"Dad!" teriak Alex.


Lexa dan Gabriel terkejut mendengar teriakan Alex, dan tersadar bahwa Alex terlepas dari pengawasan mereka.


"Alex! Jangan lari, nanti terjatuh lagi!" Lexa berteriak dan menyusul Alex.


Roland yang mendengar teriakan Alex dan Lexa langsung menengok ke arah sumber suara.


"Dad!" Alex kemudian melompat ke pelukan Roland.


Roland kehilangan keseimbangannya karena Alex melompat ke pelukannya secara tiba-tiba.


"Ah!" Lexa terkejut karena melihat Alex yang langsung melompat ke arah Roland.


"Kalian baik-baik saja?" ucap Lexa yang sudah berada didekat Alex dan Roland.


"Ya" jawab Roland sambil tersenyum.


Roland perlahan bangkit dengan Alex yang masih berada dipelukannya.


"Kemarilah Lexa" Roland mengulurkan tangannya ke arah Lexa.


Lexa yang melihat itu langsung memeluk Roland dan Alex.


Alex dan Lexa yang melihat Gabriel yang tidak terlalu jauh dari mereka, mengulurkan tangannya.


"Kakak, kemarilah!" teriak Alex senang.


Roland dan Lexa kemudian tersenyum kepada Gabriel.


"Ha~" Gabriel menghela napas dan berlari ke arah mereka bertiga.


Gabriel yang sudah berada dipelukan mereka hanya terdiam dan pasrah, karena dia tidak suka dipeluk.


Dan hari itupun berlalu dengan candaan dan tawa dari mereka berempat, walaupun Gabriel hanya beberapa kali saja tertawa, lebih tepatnya hanya tersenyum.


~•~


Dari kejauhan, Mofsi terlihat berlari mendekati Alex yang sedang melamun.


"Woof!"


Alex yang mendengar suara Mofsi langsung tersadar dari lamunannya.


Alex kemudian melihat ke arah Mofsi.


Tes…


"Eh, ini…"


Alex merasakan cairan bening yang turun mengalir di pipinya dan jatuh ke tangannya.


'Kenapa aku menangis?' tanya Alex di dalam hatinya.


Air mata keluar semakin deras dari matanya ketika dia mengingat kembali masa kecilnya.


"Apakah aku merindukan mereka?" Alex bertanya sambil membelai bulu Mofsi yang lembut.


"Woof!" Mofsi menjawab pertanyaan Alex dengan gonggongan kecil.


"Mungkin aku memang merindukan mereka, Mofsi" ucap Alex kepada Mofsi sambil mengusap air matanya.


"Auuuu…" kemudian Mofsi melolong untuk menanggapi ucapan Alex.


Alex terkejut mendengar suara ledakan yang tak jauh dari tempatnya dan Mofsi berada.


Alex melihat sekitarnya sepi, dan dari kejauhan terlihat kepulan asap.


Alex yang penasaran dengan suara, dan kepulan asap itu langsung mendekati sumber arah ledakan itu.


"Mofsi kau tunggulah di dalam sini" Alex memunculkan sebuah portal dan memasukkan Mofsi ke dalamnya.


Kemudian Alex mempercepat larinya.


Sesaat setelah tiba di arah sumber ledakan, Alex terkejut karena melihat Ayahnya dan Lord Regmus sedang bertarung.


"Roland, aku menemukanmu sekarang. Dan juga, kau tidak akan bisa mengalahkanku!" Lord Regmus tersenyum puas karena membuat Roland terluka cukup parah.


"Roland berikan pedangmu padaku!" ucap Lord Regmus kepada Roland.


"Tidak akan pernah"


Dash!


Lord Regmus terlihat menyerang Roland terus menerus, tidak memberi kesempatan kepada Roland untuk menyerang balik ataupun melarikan diri darinya.


Alex benar-benar tak tega melihat Ayahnya terluka parah.


"Dad…" Alex bergumam pelan, dan langsung berlari ke arah mereka untuk menghentikan penyerangan Lord Regmus kepada Ayahnya.


Roland merasa terkejut karena melihat Alex yang tiba-tiba muncul, dan dengan mudahnya menghentikan serangan Lord Regmus.


"Kenapa kau ada di sini?" tanya Lord Regmus kepada Alex.


"Entahlah, aku tadi hanya sedang mencari angin segar, dan tiba-tiba mendengar suara ledakan, jadi aku mencari tahu dari mana suara itu, dan melihat kalian" ucap Alex.


"Alex…" ucap Roland.


"Hmm?" Alex menengok ke arah Roland.


"Haha! Ternyata kalian saling mengenal, ya…" Lord Regmus menyeringai.


"Ya, karena dia yang membesarkanku selama ini" ucap Alex.


Lord Regmus terkejut, dia tidak mengerti kenapa seorang keluarga Laksan membesarkan seorang yang memiliki darah keluarga Zennan? Atau…


"Benarkah, atau sebenarnya kau adalah putranya?"


Alex dan Roland terkejut dengan kata yang diucapkan Lord Regmus, dan terdiam


"Jawablah, Alexander…" ucap Lord Regmus yang sudah berada dihadapan Alex.


"Itu tidak mungkin" ucap Alex sambil menundukkan kepalanya.


"Bagaimana jika kita melakukan ini untuk membuktikannya?" Lord Regmus langsung mengulurkan tangannya dan mencekik Alex.


Alex mencoba untuk melepaskan tangan Lord Regmus yang mencekik lehernya, tapi tidak berhasil.


"Ugh!"


Lord Regmus kemudian mengangkat Alex dan melempar Alex dengan kuat sampai merobohkan beberapa pohon.


Dum!


"Khg!" Alex merasa kesakitan.


Wuush!


Lord Regmus tiba-tiba muncul dihadapan Alex.


"Fisikmu ternyata lemah ya?" ucap Lord Regmus.


Alex hanya terdiam dan mencoba berdiri, dia berhasil walaupun sedikit terhuyung.


Dakh!


Lord Regmus memukul leher belakang Alex dan Alex langsung tak sadarkan diri.


Lord Regmus menompang tubuh Alex, dia memunculkan taringnya.


Lord Regmus menyandarkan tubuh Alex di sebuah pohon.


Dia menyentuh leher Alex dan menancapkan taringnya perlahan, dia mulai menghisap darah Alex.


Tapi, sesaat setelah dia menghisap setetes darah Alex, Lord Regmus langsung mencabut taringnya dan mundur beberapa langkah ke belakang.


"Ini tidak mungkin, kenapa…"


Duagh!


Roland tiba-tiba muncul dihadapan Lord Regmus dan memukulnya sampai mundur beberapa langkah.


"Cih!"


Lord Regmus hanya mendecih dan mencoba memukul balik Roland


Wuush!


Sebelum Lord Regmus menyerang kembali, Roland pergi sambil membawa Alex.


"Ha~h" Lord Regmus menghela napasnya.


"Bagaimana bisa seorang Vampir memiliki darah seluruh keluarga bangsawan Vampir? Dan bahkan memiliki jiwa Phoenix, itu akan terlalu mengerikan jika dia berhasil membangkitkan kekuatannya saat bulan purnama merah"


Setelah mengucapkan kata-katanya, Lord Regmus menghilang dan kembali ke Kastilnya.