I'M Lord Vampire

I'M Lord Vampire
41. Ratu Elf



"Aku kemari hanya ingin menanyakan keberadaan Penjaga Dimensi" ucap Alex.


"Siapa kau?" tanya wanita itu.


"Apa kau tidak ingin memperkenalkan dirimu dulu?" Alex balik bertanya.


"Aku Natasha Viorance, aku adalah Putri dari Ratu Elf" ucap wanita itu.


"Namaku Alexander, aku seorang Vampire" ucap Alex.


Natasha semakin waspada mengetahui Alex adalah Vampire.


"Kau ingin apa menemui Penjaga Dimensi?" tanya Natasha.


"Aku ingin membangunkan para Penjaga yang tertidur untuk memperkuat dimensi" ucap Alex.


Natasha terkejut mengetahui niatan Alex.


"Kau tidak akan bisa membangunkan para Penjaga, energi mereka masih belum pulih" ucap Natasha.


"Aku bisa memberikan energi ku" ucap Alex santai.


"Kau tidak bisa melakukan itu, kecuali kau memiliki energi yang tidak terbatas" ucap Natasha.


"Tenang saja, aku memiliki energi tak terbatas, makanya aku mencari Penjaga Dimensi" ucap Alex.


"Buktikan!" teriak Natasha.


'Bagaimana caranya aku membuktikannya?' pikir Alex.


'Alex kau bisa menggunakan kekuatan dari Jiwa Phoenix putih dan hitam untuk membuktikannya' ucap Xeran di pikiran Alex.


'Eh? Apa itu bisa?' tanya Alex kepada Xeran.


'Tentu saja, karena kedua kekuatan itu bertolak belakang, dan jika kau berhasil menggabungkan kedua kekuatan itu, maka kau akan memiliki energi yang tidak terbatas' ucap Xeran.


Alex kemudian mengeluarkan kekuatan Jiwa Phoenix putih di tangan kanannya, dan kekuatan Jiwa Phoenix hitam di tangan kirinya, kedua kekuatan itu seperti api berwarna hitam dan putih yang muncul di tangan Alex.


Natasha terkejut ketika melihat dan merasakan kekuatan yang saling bertolak belakang.


Perlahan, api hitam dan putih menyatu dan muncul api berwarna silver.


"Api ketiadaan!" teriak Natasha, dan teriakannya membuat Elf lainnya keluar dari tempat persembunyian mereka.


"Api ketiadaan?" tanya Alex bingung.


'Ah! Aku baru ingat dengan warna api ketiadaan!' teriak Xeran tiba-tiba di pikiran Alex, membuat kepala Alex sakit dan membuat api berwarna silver di tangannya menghilang.


"Apa kau baik-baik saja?" tanya Natasha kepada Alex.


"Aku baik-baik saja, aku hanya belum bisa mengendalikan kekuatan api ini" ucap Alex berbohong.


Natasha hanya mengangguk, dia tahu jika sangat sulit untuk bisa mengendalikan api ketiadaan.


"Jadi… apa kau bisa menunjukkan tempat Penjaga Dimensi berada?" tanya Alex.


"Kau bisa masuk terlebih dahulu, aku akan memberitahu Ibunda Ratu" ucap Natasha.


Natasha kemudian melemahkan pembatas yang melindungi wilayah Elf.


Setelah Alex masuk, Natasha kembali memperkuat pembatas itu.


"Kalian tetap berjaga, setelah aku selesai, aku akan kembali" ucap Natasha.


""Baik, Putri!"" teriak para Elf yang bersembunyi dibalik pohon.


Alex dan Natasha kemudian pergi menuju Kerajaan Elf.


~•~


Alex sangat takjub melihat Istana yang sangat besar dan megah, berdiri dengan tegak dari kejauhan.


Saat Alex akan memasuki gerbang, banyak Elf yang menghadangnya, tapi karena Natasha memerintahkan mereka untuk menurunkan senjata, Alex bisa masuk ke Kerajaan Elf dengan mudah.


"Penjagaannya sangat ketat" ucap Alex.


"Ibunda Ratu memperketat penjagaan karena penyerangan yang dilakukan oleh para Hunter belum lama ini" ucap Natasha.


Alex dan Natasha Kemudian memasuki Istana, dan berjalan ke salah satu ruangan.


Para Penjaga kemudian membuka pintu ruangan itu, dan mempersilakan Alex dan Natasha masuk.


Alex melihat seorang wanita duduk di atas singgasana.


Natasha kemudian membungkukkan badannya, memberi hormat kepada wanita yang duduk di singgasana.


"Hormat kepada Ibunda Ratu" ucap Natasha.


Wanita itu menganggukkan kepalanya, dan menyuruh Natasha berdiri kembali.


"Alex, kenapa kau tidak memberi hormat kepada Ratu?" tanya Natasha bingung.


"Untuk apa sesama penguasa memberikan hormat?" Alex balik bertanya.


"Sesama penguasa?" tanya Ratu Elf tak mengerti ucapan Alex.


Alex kemudian mengeluarkan sebuah benda yang menyatakan jika dia adalah seorang Lord.


"Lencana itu… Lord Vampire…" ucap Ratu Elf.


Sang Ratu waspada, banyak pedang yang terbuat dari energi mengelilingi Alex.


"Aku ke sini bukan untuk menyerang kalian, dan lagi… kau tidak akan bisa membunuh ku" ucap Alex.


Alex langsung menggunakan api silver, dan api itu langsung menyebar ke seluruh tubuh Alex.


"Api ketiadaan!" teriak Ratu Elf.


Api itu kemudian membakar pedang energi yang mengelilingi Alex.


"Aku di sini ingin menemui Penjaga Dimensi" ucap Alex, kemudian menghilang api yang mengelilingi tubuhnya.


"Apa kau berniat membangunkan para Penjaga yang tertidur?" tanya Ratu Elf.


Alex hanya menganggukkan kepalanya menanggapi pertanyaan Ratu Elf.


"Kau pasti sangat kuat, sampai Lord Regmus memilih mu sebagai penggantinya" ucap Ratu Elf.


"Saat aku terpilih menjadi Lord selanjutnya, kekuatan ku belum bangkit" ucap Alex.


"Belum bangkit?!" ucap Ratu Elf terkejut.


"Ya, karena…" Alex menghentikan ucapannya.


Alex kemudian mengeluarkan semua kekuatan Jiwa Phoenix-nya.


Enam Burung Phoenix berbeda warna kemudian muncul dan mengelilingi tubuh Alex.


"Jiwa Phoenix! Dan kau memiliki seluruh Jiwa Phoenix!" teriak Ratu Elf dan Natasha terkejut.


"Ku kira kau memiliki dua Jiwa Phoenix karena memiliki api ketiadaan" ucap Ratu Elf.


"Apa sebelumnya ada yang memiliki dua Jiwa Phoenix?" tanya Alex.


"Ya, satu orang, dia adalah Pangeran Iblis" ucap Ratu Elf.


"Pangeran Iblis? Apa dia masih hidup?" tanya Alex.


"Dia masih hidup sampai saat ini, tapi dia bersembunyi, dan tidak ada yang tahu dia di mana" ucap Ratu Elf.


"Berapa usia Pangeran Iblis itu?" tanya Alex.


"Lebih dari lima ratus tahun" ucap Ratu Elf.


"Apa dia keturunan Raja Iblis yang sekarang?" tanya Alex.


"Ya, dan dia adalah Anak kedua dari Raja Iblis" ucap Ratu Elf.


"Siapa nama Pangeran Iblis itu?"


"Abigail Xie Serkon, dia memiliki sikap yang dingin dan kejam, tapi dia juga memiliki sikap lembut dan perhatian kepada ras lain yang lebih lemah darinya, makanya dia tidak pernah menyerang atau membunuh siapapun. Tapi, karena sikapnya itu pula membuat Raja Iblis mengasingkannya" ucap Ratu Elf.


"Ah! Aku ke sini untuk menemui Penjaga Dimensi, kenapa kita malah membahas ras Iblis?" tanya Alex.


"Hahaha… aku minta maaf… Natasha, bisa kau mengantarkannya menemui Penjaga Dimensi"


"Oh ya, nama ku Alexander, kau bisa memanggilku Alex" ucap Alex.


"Baiklah Alex, dan nama ku Liana Viorance" ucap Ratu Liana.


"Kalau begitu aku akan pergi sekarang, Ratu Liana" ucap Alex sambil tersenyum hangat.


Ratu Liana membalas senyuman Alex, tapi Natasha terpesona melihat Alex yang tersenyum hangat.


'Tampan' pikir Natasha terus menatap Alex tanpa berkedip, dan pipinya sedikit memerah.


Ratu Liana terkejut melihat Putri tomboy-nya menatap Alex tidak berkedip.


Alex juga melambaikan tangannya tepat di depan wajah Natasha, tapi tidak ada respon.


"Ekhem…" Ratu Liana mencoba menyadarkan Putrinya.


Natasha langsung salah tingkah ketika dia sadar bahwa dia terus menatap Alex.


Ratu Liana hanya terkekeh melihat tingkah Putrinya itu.


'Sepertinya Putriku sedang jatuh cinta' pikir Ratu Liana