I'M Lord Vampire

I'M Lord Vampire
24. Serigala Putih - Sean Zeaverlax



Dari kejauhan, terlihat seekor Serigala putih berukuran besar sedang berlari di antara rimbunnya pohon.


Serigala putih itu berlari dengan sangat cepat cepat tanpa bermaksud menguranginya, bahkan ketika ada belokan yang cukup tajam.


Serigala putih itu terus menatap ke arah depan tanpa memperdulikan sekitarnya, Serigala putih itu merasakan aura seseorang yang dikenalnya dan juga beberapa aura yang asing untuknya, Serigala putih itu adalah Sean dalam wujud Serigalanya.


Saat terus berlari, Sean melihat para Iblis dan dia menggeram kepada para Iblis itu, membuat para Iblis menyingkir dan memberikan jalan kepada Sean, karena mereka ketakutan ketika merasakan aura yang terpancar dari tubuh Sean.


Sean kemudian berubah ke wujud manusianya dalam kondisi yang masih berlari.


"ALEX!!!" Sean berteriak dari kejauhan, dan suaranya terdengar sampai tempat Alex.


Alex yang mendengar itu langsung melihat ke arah sumber suara, dan dia melihat Sean berlari ke arahnya dengan sangat cepat.


"Ah! Sean pelankan larimu, jika tidak kau akan menabrak ku!!!"


Alex berteriak, walaupun tidak terlalu keras tapi itu dapat di dengar oleh Sean yang memiliki indera yang lebih tajam dari ras manapun.


Sean memparlambat laju larinya dan berhenti tepat di hadapan Alex.


"Alex! Apa maksudnya ini?"


Sean bertanya kepada Alex sambil memperlihatkan tanda di punggung tangan kirinya.


"Oh itu, itu adalah tanda segel perjanjian" ucap Alex.


"Aku tahu itu, tapi kenapa tiba-tiba muncul?" tanya Sean kembali


"Raja Iblis!" teriak Alex.


"Sudah ku bilang, namaku Jkelry De Serkon!"


"Ya, ya, terserahlah"


Jkelry dan Alex kemudian menunjukkan punggung tangan kirinya juga kepada Sean.


"Kami memutuskan untuk saling bekerja sama dan dengan Pack mu juga, Sean" jelas Alex.


"Eh? Tapi, bukankah ini urusan kalian?" tanya Sean bingung.


"Kau temanku, jadi aku memasukan Pack-mu dalam perjanjian ini" ucap Alex.


Sean hanya bisa terdiam dan menatap Alex.


"Ha~, Alex apakah kerja sama ini baik untuk kita semua?" Sean menatap Alex, dan Alex hanya terdiam dan memalingkan wajahnya.


"Maaf,  aku tidak memberitahu mu ini terlebih dahulu" ucap Alex.


Alex tersenyum kikuk dan kemudian menatap langit.


"Sean, apa nanti kita bisa bicara berdua? Ada sesuatu yang ingin ku katakan padamu" ucap Alex sambil menepuk pundak Sean.


"Baiklah, tapi aku harus kembali terlebih dahulu, karena saat kemari aku tidak memberitahu siapapun" ucap Sean.


"Ya, mungkin kita bisa bicara di tempatmu, Sean" ucap Alex.


Sean mengangguk kemudian mengubah wujudnya kembali menjadi Serigala putih, dan pergi menuju ke Mansionnya.


Alex menatap kepergian Sean dan kemudian terduduk di tanah.


"Ha~h,  tekanannya berbeda dari saat pertama kami bertemu... tekanannya mengerikan" ucap Alex.


~•~


Wilayah Silver Moon Pack, tepatnya di Mansion Sean.


Terlihat seorang pria paruh baya yang memasuki kamar Sean, karena ketika dia mengetuk pintu, tidak ada yang membukanya.


Pria paruh baya itu bernama Heyji Koeln, salah satu dari 13 Tetua Werewolf Silver Moon Pack.


"Alpha, di mana anda sebenarnya? Ini tidak lucu sama sekali!" teriak Tetua Heyji.


Di sisi lain, Sean yang hampir sampai dan tiba-tiba mendengar suara dari Tetua Heyji langsung berhenti dan memutar balik, Sean berencana untuk pergi ke suatu tempat, dan tempat itu adalah kota manusia.


Sean melewati penghalang dan merubah dirinya menjadi manusia.


Tubuhnya yang langsing dan tinggi, rambut putih, mata emas, dan dia memakai baju lengan pendek berwarna biru tua serta celana jeans berwarna hitam.


Sean terus berjalan dan melihat-lihat ke arah sekitar, di sana mulai terlihat beberapa orang berlalu-lalang.


Dan ketika sedang asyik melihat sekitar tiba-tiba ada tangan yang menarik celananya dan membuat Sean terkejut.


Saat menoleh ke belakang, Sean melihat seorang anak laki-laki rambutnya perpaduan hitam dan putih, mata sebiru lautan, dan tak lupa satu taring kecil yang terlihat jelas.


"Ada apa?"


Anak laki-laki itu hanya tersenyum.


~•~


Beberapa saat yang lalu…


Alex yang tadinya terduduk langsung bangun.


Alex berencana untuk menyusul Sean.


"Kalian berbincang lah sebentar, aku akan menyusul Sean" ucap Alex kepada Lird Regmus dan Raja Iblis Jkelry.


""EH?!"" teriak Lord regmus dan Raja Iblis bersamaan.


Alex pergi sembari melambaikan tangannya kepada Lord Regmus dan Raja Iblis.


Alex melesat menyusul Sean, tapi dari kejauhan dia melihat Sean berhenti dan berbalik arah, Alex tahu Sean akan pergi ke mana, jadi Alex menyusulnya dengan menyamakan kecepatannya dengan kecepatan Sean.


"Mungkin menjahilinya sedikit tidak masalah" gumam Alex.


Alex kemudian menyeringai, dan merubah tubuhnya menjadi sosok anak laki-laki serigala yang pernah dia pakai, dan menghilangkan telinga serta ekornya.


Dari kejauhan, Alex melihat Sean melewati penghalang antara 2 dimensi, dan Alex juga melewati nya, kemudian setelah Alex melihat Sean dalam wujud manusia nya, Alex menghilangkan keberadaanya agar tidak ketahuan.


Dan saat Alex sudah dekat, Alex manarik celana Sean perlahan.


Alex melihat jika Sean melihat ke arahnya dan mulai mensejajarkan tingginya dengan tinggi Alex saat ini.


"Ada apa?" tanya Sean kepada Alex yang sedang memakai wujud anak kecil.


Alex hanya tersenyum menanggapi pertanyaan Sean.


"Paman! Aku lapar…" ucap Alex kepada Sean.


Alex menampakkan puppy eyes ke arah Sean, membuat Sean tak bisa menolak tatapan anak kecil itu.


"Ugh… baiklah, kita akan mencari tempat makan terlebih dahulu, tapi jangan memanggilku paman ya, namaku Sean"


"Tuan Sean" ucap Alex.


Alex tersenyum karena berhasil mengerjai temannya ini.


Setelah menemukan sebuah kedai, Sean masuk di ikuti oleh Alex di belakangnya.


"Pesanlah makanan semaumu" ucap Sean


Sean kemudian mengambil air putih yang di sediakan di meja yang ditempati oleh mereka berdua, dan meminumnya.


"Baiklah!"


Alex kemudian melihat daftar menu.


"Aku ingin semuanya!" teriak Alex.


"Uhuk!… hah?"


Sean tersedak dan memandang ke arah anak kecil di hadapannya tak percaya.


Pelayan di sana terkejut mendengar Alex memesan semua makanan yang di sediakan di sana, pelayan itu kemudian mengangguk lalu pergi menuju dapur.


Alex yang melihat ekspresi Sean hanya tertawa kecil.


"Ada apa, Tuan Sean Zeaverlax?"


Tanya Alex sambil memiringkan kepalanya sedikit.


Sean yang mendengar perkataan anak itu hanya terdiam, karena seingatnya dia tidak pernah mengatakan nama belakangnya.


"Ada apa? Apa kau tidak mengenaliku, Sean?"


Alex menyeringai dan merubah warna matanya ke warna putih keunguan.


Sean terkejut melihat seringaian anak itu dan perubahan matanya, dia mengetahui siapa anak ini.


"Alex?" tanya Sean kepada Alex yang dalam wujud anak kecil.


"100 untukmu, Alpha temanku" ucap Alex.


Sean menatap tak percaya, dan terus menatap Alex insten.


'Bagaimana Alex bisa berubah ke wujud anak kecil?' itulah pikiran Sean saat ini.