I'M Lord Vampire

I'M Lord Vampire
47. Keluarga Kerajaan [3]



Alex kemudian mulai menyembuhkan Pangeran ketiga.


Alex mengulurkan kedua tangannya, perlahan tangan kanan Alex bercahaya putih, dan tangan kirinya bercahaya hijau.


Alex kemudian menyentuh kepala Laren dengan tangan kirinya dan mulai menyerap racun di tubuh Laren.


Perlahan cahaya hijau yang ada di tangan Alex berubah warna menjadi hitam.


Alex merasakan jika ada sesuatu yang masuk ke dalam tangan kirinya.


Setelah itu Alex langsung mengalirkan kekuatan api penyembuhan di tangan kanannya, api itu kemudian mulai menyelimuti tangan kanan Alex.


Setelah Alex menyerap semua racun yang ada di dalam tubuh Laren, Alex langsung mengarahkan api penyembuhan ke tubuh Laren, dan tubuh Laren langsung di selimuti api penyembuhan.


Setelah 3 jam, apa penyembuhan itu mulai memudar dan kemudian menghilang.


wajah Laren yang sebelumnya pucat kembali terlihat segar dan perlahan-lahan membuka matanya.


Laren melihat seorang pria di kamarnya.


"Kau siapa?" tanya Laren kepada Alex.


"Namaku Alexander, kau bisa memanggilku Alex" ucap Alex.


"Apa kau ke sini untuk menyembuhkanku?" tanya Laren.


"Ya, dan kau sudah sembuh… jika kau tidak percaya, kau bisa membuka jendela atau pergi keluar" ucap Alex kemudian keluar dari kamar Laren.


Saat Alex keluar, Alex melihat Raja dan Ratu masih berdiri di depan pintu kamar Laren.


"Alex, bagaimana kondisi putraku?" tanya Ratu Shina.


"Dia sudah sembuh, kalian bisa masuk dan mengeceknya sendiri" ucap Alex.


Raja dan Ratu kemudian masuk ke dalam kamar Laren.


Alex kemudian pergi dari sana, tapi saat Alex baru beberapa langkah keluar dari kamar Laren, Raja Chrise menghentikan Alex.


"Alex, ada yang ingin aku bicarakan denganmu… ikuti aku" ucap Raja Chrise kemudian keluar dari kamar Laren, dan pergi menuju ruangan kerja miliknya, Alex hanya mengikuti Raja Chrise dari belakang.


Setelah mereka sampai di ruang kerja Raja Chrise, Raja Chrise mempersilakan Alex duduk di kursi yang ada di ruangan itu.


"Yang Mulia, apa yang ingin anda katakan?" tanya Alex.


"Alex, seberapa besar kekuatanmu?" tanya Raja Chrise.


"Hmm… aku bisa menghancurkan Kerajaan ini dalam sekali serangan" ucap Alex.


Raja Chrise terkejut mendengar ucapan Alex.


'Alex, kau memang bisa menghancurkan Kerajaan ini, tapi kau tidak memiliki teknik serangan meluas' ucap Xeran bertelepati dengan Alex.


'Aku memang belum mempelajarinya, tapi aku bisa menggunakan api biru untuk memusnahkan Kerajaan ini dalam hitungan menit' ucap Alex.


'Mm… benar juga' ucap Xeran kemudian memutus telepatinya.


"Alex, apa kau bercanda?" tanya Raja Chrise.


"Yang Mulia, saya tidak pernah bercanda dengan siapapun, untuk apa pula aku berbohong padamu? Tidak ada untungnya sama sekali untukku" ucap Alex.


Raja Chrise kemudian terdiam.


"Berapa persen kekuatanmu untuk menghancurkan Kerajaan ini?" tanya Alex.


"Aku tidak tahu, mungkin tiga persen…" ucap Alex.


"ti-tiga persen…" Raja Chrise benar-benar terkejut mendengar ucapan Alex.


Alex hanya memasang wajah datarnya.


"Yang Mulia, ada yang ingin aku tanyakan" ucap Alex.


"A-apa yang ingin kau tanyakan?" tanya Raja Chrise.


"Yang Mulia, apa anda bisa mencarikan seseorang untuk menggantikanku untuk mengelola restoran milikku?" tanya Alex.


"Kenapa?" tanya Raja Chrise bingung.


"Cepat atau lambat aku harus kembali, aku tidak bisa berlama-lama di sini" ucap Alex.


"Benar juga" ucap Raja Chrise.


"Begini saja Yang Mulia, bagaimana jika pihak Kerajaan saja yang mengelola restoran milikku" ucap Alex.


"Maksudmu, kita bekerja sama?" tanya Raja Chrise.


"Jika seperti itu, kita harus berbagi pendapatan" ucap Raja Chrise.


Alex mengangguk.


"Delapan puluh, dua puluh. Delapan puluh persen pendapatan milikku dan dua puluh persennya lagi aku berikan kepada Kerajaan" ucap Alex.


'Dua puluh persen? aku kira Alex akan memberikan lima persen pendapatan restoran miliknya' pikir Raja Chrise.


Alex bisa membaca pikiran Raja Chrise, walaupun itu dibantu oleh kekuatan Xeran.


"Yang Mulia, aku ingin Kerajaan memastikan restoran milikku berjalan dengan lancar, dan aku ingin anda menyebarkan informasi tentang restoran milikku ke seluruh Kerajaan lainnya dan juga membangun restoran ku menjadi lebih besar agar banyak orang yang bisa masuk untuk makan di restoran ku, tapi anda tidak boleh membuka cabang restoran ku di Kerajaan lain, jika anda melakukannya… siap-siaplah melihat Kerajaan ini rata dengan tanah" ucap Alex.


"Aku bisa melakukan semua itu, tapi kita memerlukan tempat yang lebih luas dan strategis" ucap Raja Chrise.


"Aku menyerahkan semuanya kepada Kerajaan, dan…" Alex kemudian membuat sebuah tas kecil, hanya seukuran telapak tangan, kemudian menyerahkannya kepada Raja Chrise.


"Apa ini?" tanya Raja Chrise.


"Ini adalah tas dimensi, aku membuatnya agar terhubung dengan dimensi milikku" ucap Alex.


"Kau memiliki kekuatan dimensi!" ucap Raja Chrise.


"Apa ada masalah?" tanya Alex.


"Sangat jarang ada orang yang memiliki kekuatan dimensi" ucap Raja Chrise.


"Tapi, aku bukan manusia" ucap Alex.


"Ah! Aku melupakan itu" ucap Raja Chrise.


Alex kemudian berdiri dan berjalan keluar ruangan.


"Yang Mulia, aku harus pergi sekarang, aku akan kembali nanti, dan ketika aku kembali, aku ingin melihat restoran milikku lebih ramai dari sekarang" ucap Alex, kemudian sebuah portal berwarna ungu muncul dihadapan Alex, Alex langsung masuk ke dalam portal itu, dan setelah itu portal menghilang.


~•~


Alex sudah kembali, dan muncul di depan pintu sebuah Kastil.


"Tempat ini…" Alex kemudian masuk ke dalam Kastil itu.


"Alex kau sudah kembali" ucap Vivi.


"Apa para Hunter masih bisa memasuki dimensi ini?" tanya Alex.


"Tidak, kami sudah memperkuat dimensi dan mereka tidak akan bisa masuk, meskipun memakai alat secanggih apapun" ucap Jein.


Alex hanya menganggukkan kepalanya.


"Kalau begitu, aku akan pergi sekarang" ucap Alex.


"Alex, kau baru saja kembali, kau tidak ingin beristirahat sejenak untuk memulihkan energi milikmu?" tanya Asra.


"Tidak perlu, aku memiliki energi tidak terbatas, aku tidak akan mudah lelah, lagipula aku memiliki janji dengan seseorang. Jadi, aku harus pergi sekarang" ucap Alex.


"Wah wah, apa janji dengan seorang gadis?" tanya Rui.


"Memang dengan seorang gadis, memangnya kenapa?" tanya Alex.


"Apa dia pasanganmu?" tanya Vyne.


"Bukan, dia mate temanku" ucap Alex.


"Apa kau berniat untuk menikung temanmu?" tanya Vivi penasaran.


"Apa? Tentu saja tidak, lagipula aku sudah bertunangan" ucap Alex.


"Siapa tunanganmu?" tanya Zill.


"Kenapa kalian terus bertanya?" tanya Alex kesal.


"Karena kami penasaran" ucap Rui.


"Cepat beritahu siapa tunanganmu! Apa dia adalah Putri Elf?" tanya Kyale.


"Bukan, tunanganku adalah Putri dari Lord Vampire" ucap Alex.


"Oh, apa dia Putri pertama Lord Regmus?" tanya Asra.


"Putri ketiga Lord Regmus" ucap Alex.


Semua terkejut, karena mereka tidak pernah melihat seperti apa Putri ketiga Lord Regmus.