I'M Lord Vampire

I'M Lord Vampire
21. Salah Paham



Setelah Alex dan Rein pergi dari atap sekolah, ada sebuah gosip yang menyebar dengan cepat.


Beberapa bulan telah berlalu, dan ada sebuah gosip yang menyebar dengan cepat.


Itu berhubungan dengan Alex dan Rein.


Saat itu Alex dan Rein yang sudah kembali dari atap berjalan ke arah halaman belakang sekolah, dan ada 4 orang siswi yang mengikuti mereka.


Alex hanya bersikap acuh dan terus berjalan, Rein terlihat mengekor di belakang Alex.


Sampai mereka sampai di halaman belakang, Alex langsung duduk di kursi taman yang ada di sana, diikuti oleh Rein yang duduk di samping Alex.


"Alex, aku ingin kau mengelusku" ucap Rein mendekatkan kepalanya.


Alex yang melihat itu hanya memandang datar.


4 siswi tadi tidak bisa mendengar apa yang di ucapkan Alex dan Rein.


Sesaat setelah itu, terlihat jika Alex mengelus kepala Rein, dan itu membuat 4 siswi yang mengikuti mereka berdua tak percaya dengan apa yang mereka lihat.


Mereka berempat melihat Rein yang menikmati elusan di kepalanya, dan beberapa menit setelah itu mereka berempat tercengang melihat Alex yang menindih Rein.


Dan terlihat jika Rein meronta dan terdengar rintihan dari mulut Rein.


Di sisi lain, saat itu Alex tiba-tiba merasa haus darah dan langsung menerjang Rein lalu menghisap darahnya.


Alex mendengar Rein memintanya untuk berhenti karena itu manyakitkan, tetapi Alex tidak bisa menghentikannya karena dia sangat kehausan.


Setelah 15 menit berlalu, Alex melepaskan Rein dan bangun dari posisinya, Rein hanya terlihat kelelahan, dan akhirnya tertidur.


Alex tidak merasakan lagi keberadaan orang-orang yang mengikutinya, dia menghela napas. Tapi, saat melihat ke arah Rein dia merasa bersalah karena tiba-tiba menghisap darahnya tanpa izin.


'Ah, mungkin mereka salah paham ketika melihatku tiba-tiba menindih Rein…apa yang harus kulakukan?' Alex menghela napasnya lalu menggendong Rein dan menghilang dari tempat itu menuju rumahnya.



Beberapa hari setelah itu, gosip menyebar, yang menyatakan jika Alex dan Rein memiliki hubungan.


Dan itu membuat Alex hanya bisa terdiam bahkan saat dia di panggil ke kantor guru untuk menjelaskan gosip yang beredar di sekolah.


Alex tidak tahu apa yang harus dia katakan, dia tidak mungkin mengatakan jika saat itu dia kehausan dan menghisap darah Rein? Itu akan membuat identitasnya diketahui!!!


Beberapa menit kemudian Roland memasuki kantor guru, dan itu membuat para guru yang ada di sana memberinya hormat.


Roland hanya menganggukan kepalanya lalu mendekati Alex.


"Apa yang sebenarnya kau lakukan?" tanya Roland.


Roland terlihat menghela napasnya dan langsung menyeret Alex keluar dari kantor itu, tapi ada seorang guru yang menghentikannya.


"Tunggu! Apa Anda memiliki hubungan dengan Alex?" guru itu bertanya kepada Roland.


"Dia anakku" setelah mengatakan itu, Roland kembali menyeret Alex menuju kantornya yang tak jauh dari kantor guru.


Setelah memasuki kantor milik Roland, Alex di dudukkan di sebuah sofa panjang di sana dan disusul oleh Roland yang duduk di sampingnya.


"Alex, apa yang kau lakukan sebenarnya? Sampai ada gosip tentang kau dan Rein itu pasangan" tanya Roland kepada Alex.


"Aku tidak tahu"


Alex hanya menatap Roland dengan malas.


"Aku itu ayahmu, bisakah sikapmu sedikit dirubah? Dan kau itu adalah calon Lord Vampire, bisakah sikapmu lebih dewasa?" Roland berbicara sambil menghela napasnya, dia tidak habis pikir dengan kelakuan anaknya yang satu ini.


"Aku tidak sengaja" ucap Alex dengan wajah tanpa dosanya.


"Aku tidak sengaja melakukan sesuatu yang membuat orang lain salah paham" Alex mencoba untuk meyakinkan ayahnya.


"Apa yang kau perbuat sebenarnya?" Roland kembali bertanya.


"Saat itu aku dan Rein sedang berjalan ke arah halaman belakang dan ada beberapa orang yang mengikuti, aku selalu ke sana dengan Rein karena dia selalu memintaku untuk mengelusnya jadi aku membawanya ke halaman belakang… Tapi, saat itu aku tiba-tiba merasakan haus akan darah dan di hadapanku saat itu ada Rein, jadi aku menghisap darahnya dengan posisi aku menindih tubuhnya, mungkin itu membuat orang lain salah paham"


Alex hanya menunduk dan menggaruk belakang kepalanya yang tiba-tiba terasa gatal.


Roland hanya menghela napasnya.


"Dan sekarang, di mana Rein?" tanya Roland.


"Dia ada di dimensi ku karena aku juga tidak sengaja menghisap energinya ketika menghisap darahnya, jadi sekarang dia sedang memulihkan diri, apa ada masalah Dad?" ucap Alex, lalu bertanya kepada Roland.


'Mungkin ini akan lama untuk kembali seperti semula, dan bagaimana bisa dia tetap tenang saat ada gosip yang buruk menimpanya?' pikir Roland sambil melihat ke arah Alex.


"Jika Dad tidak ada urusan lagi denganku, aku akan pergi sekarang" ucap Alex.


"Pergilah, kita bisa membicarakan ini lagi di rumah"


Alex kemudian pergi meninggalkan kantor ayahnya dan berjalan keluar sekolah.



Setelah beberapa waktu, gosip itu menghilang seperti di telan bumi, tidak ada lagi yang membicarakan gosip itu karena Anna tiba-tiba berada di gerbang sekolah menunggu Alex saat bel pulang sekolah berbunyi.


Alex yang melihat itu hanya bisa menghela napas pasrah kepalanya.


"Kenapa kau bisa ada disini?" Alex bertanya kepada Anna.


"Untuk menemuimu, memangnya untuk apalagi?! Kau bahkan tidak mengucapkan sepatah katapun saat kau pergi!" Anna menggembungkan pipinya dan itu terlihat menggemaskan, bahkan beberapa pemuda yang melihat Anna, wajah mereka langsung memerah.


'Apakah anak ini benar-benar menarik? Aku bahkan tidak merasakan apapun kecuali siksaan saat aku bersamanya' Akex menghela napasnya, lalu berjalan pulang sambil menarik tangan Anna.


"Tunggu! Lepaskan aku! Apa begini memperlakukan tunanganmu?!" teriak Anna.


Alex dan Anna kemudian menjadi pusat perhatian karena teriakkan Anna.


Para murid yang masih berada di sekolah terlihat berisik ketika mendengar Alex sudah memiliki seorang tunangan.


Alex kemudian melepaskan tangan Anna, tapi Anna yang sekarang menarik tangan Alex.


"Alex jawab aku!" Anna kembali berteriak.


"Baiklah, tapi berhenti berteriak" ucap Alex dingin.


Anna yang mendengar ucapan Alex, dan juga melihat tatapan tajam yang Alex tujukan padanya membuat Anna terdiam.


"A-aku hanya takut kau tiba-tiba pergi" setelah mengucapkan itu, Anna memalingkan wajahnya karena wajahnya tiba-tiba memerah.


Alex hanya memandang Anna datar.


'Kenapa dia sekarang terlihat seperti seorang pemalu? Bahkan sebelumnya dia adalah orang yang tak tahu malu dengan tingkahnya yang seenaknya' batin Alex.


"Alex, kenapa sikapmu jadi dingin kepadaku?!" tanya Anna kepada Alex.


"tidak ada apa-apa, aku hanya sedang malas untuk berbicara" jawab Alex.


"Eh?" Anna hanya memiringkan kepalanya karena tidak mengerti.


"Sudahlah, kita ke rumahku terlebih dahulu. Banyak orang yang melihat kita" ucap Alex kemudian menarik tangan Anna, dan pergi menuju rumah Alex.