
Keesokan harinya…
Alex pergi ke wilayah Silver Moon Pack menggunakan teleportasi.
Alex langsung muncul di Mansion milik Sean.
Mansion itu sudah di perbaiki, tidak terlihat lagi retakan di Mansion itu.
Alex juga merasa bersalah karena ledakan energi miliknya membuat retakan yang cukup besar di Mansion Sean, dan beberapa rumah juga hancur.
"Sean!" teriak Alex.
"Aku ada di ruang kerja!" teriak Sean dari ruang kerjanya.
Alex langsung pergi menghampiri Sean.
Alex melihat di ruangan itu ada seorang pria yang tidak dia kenal.
"Alex duduklah, tidak sopan jika kau berdiri di pintu masuk" ucap Alex.
"Apa kau yang bernama Alexander?" tanya pria itu.
"Ya, itu aku, dan kau…"
"Namaku Arshan Voren, aku Alpha Blue Moon Pack" ucap pria bernama Arshan itu.
"Apa tanda itu ada padamu?" tanya Alex.
"Ah, maksudnya ini?" tanya Arshan sambil memperlihatkan sebuah benda.
"Ya, bisa kau mengembalikan itu?" ucap Alex.
Arshan kemudian memberikan benda itu.
"Alex, apa kau benar-benar seorang Lord Vampire?" tanya Lasilia.
"Itu masih lama… pengangkatanku menjadi Lord Vampire akan dilaksanakan saat bulan Purnama Merah" ucap Alex.
"Begitu ya…"
Alex hanya mengangguk menanggapi Lasilia.
"Alex, beberapa wilayah ras lain juga sedang diserang" ucap Arshan.
"Oleh Iblis?" tanya Alex.
"Bukan, tapi manusia" ucap Sean.
"Kenapa mereka bisa masuk ke dimensi ini?" tanya Alex bingung.
"Mereka bukan manusia biasa, mereka adalah pemburu makhluk immortal seperti kita, dan kami menyebut mereka sebagai Hunter" ucap Alex.
"Wilayah mana saja?" tanya Alex.
"Wilayah Fairy, wilayah Elf, dan wilayah Red Moon Pack" ucap Sean.
"Red Moon Pack, bukankah itu adalah Pack yang…" ucapan Alex terhenti.
"Itu benar" ucap Sean.
"Berarti kita harus segera menyelamatkan mate Fero" ucap Sean.
"Terlalu berbahaya… senjata yang di gunakan oleh para Hunter bukanlah senjata biasa. Senjata itu bisa melukai kita dan memperlambat regenerasi" ucap Sean.
"Memperlambat regenerasi?" tanya Alex bingung.
"Itu seperti kita hanyalah manusia biasa di hadapan senjata mereka" ucap Arshan.
"Bagaimana jika kita membuat mereka tidak bisa menggerakkan tubuh mereka, jadi mereka tidak bisa menggunakan senjata mereka" ucap Alex.
"Kita tidak memiliki kekuatan untuk menghentikan pergerakan tubuh mereka" ucap Arshan.
"Kalian memang tidak memilikinya, tapi aku memiliki kekuatan itu… teknik pengendalian darah ku bisa menghentikan pergerakan seseorang" ucap Alex.
"Itu akan menguras energi milikmu" ucap Sean.
"Tidak masalah jika dia kehabisan energi, kita bisa mentransfer energi kita untuk Alex" ucap Arshan.
"Tidak perlu" ucap Alex.
"Kau yakin?" tanya Sean.
"Waktu kau menyembuhkan ku, kau langsung tak sadarkan diri" ucap Lasilia.
"Waktu itu aku menggunakan kekuatan orang lain" ucap Alex.
"Orang lain?" tanya Lasilia.
"Ya, makanya aku membutuhkan energi lebih banyak untuk mengendalikan kekuatan penyembuhan itu" ucap Alex.
"Kekuatan siapa yang kau pinjam?" tanya Arshan.
Alex yang mendengar pertanyaan dari Arshan, menyuruh Gazardiel untuk keluar.
"Siapa dia?" tanya Arshan sambil menunjuk ke arah Gazardiel.
"Dia Gazardiel, aku meminjam kekuatannya untuk menyembuhkan Lasilia waktu itu. Tapi, karena kekuatan malaikat yang di miliki olehnya, aku membutukan lebih banya energi untuk mengendalikan kekuatannya" ucap Alex.
"Apa kau seorang malaikat?" tanya Arshan.
"Tidak, aku hanya sebuah senjata yang memiliki kekuatan malaikat" ucap Gazardiel, lalu merubah wujudnya menjadi busur, setelah itu kembali ke wujud manusianya.
"Selama ini, mereka yang membantuku, jadi aku tidak akan terjadi apa-apa jika aku pergi ke wilayah Red Moon Pack" ucap Alex.
"Kau benar-benar ingin pergi ke wilayah Red Moon Pack?" tanya Sean.
"Ya, jika aku tidak pergi sekarang, aku tidak akan tahu apa yang akan terjadi ke depannya" ucap Alex.
Saat Alex tiba di sana, Alex melihat wilayah itu sudah hancur.
Alex melihat beberapa Werewolf menyerang para Hunter, para Werewolf itu sudah terluka parah.
Werewolf itu memiliki warna merah kehitaman, dan salah satu diantara mereka memiliki tubuh yang lebih besar, dan Alex menyimpulkan jika Werewolf itu adalah Alpha dari Red Moon Pack.
Alex kemudian menggunakan rantai yang terbuat dari api silver, dari Jiwa Phoenix Silver-nya.
Alex mengarahkan rantai itu kepada para Hunter, dan mengikat mereka.
Para Hunter terkejut ketika sebuah rantai mengikat mereka.
"Siapa?!" teriak salah satu Hunter, dia adalah orang yang memimpin kelompok itu.
"Aku!" teriak Alex.
Alex mengeluarkan aura miliknya, aura itu menekan para Hunter.
"Siapa kau?!" teriak Hunter itu kembali.
Alex seluruh auranya, membuat para Hunter ketakutan.
Alex kemudian mengeluarkan sesuatu dari dimensi miliknya.
"Tanda itu…"
""Lord Vampire!"" ucap para Hunter bersamaan.
para Werewolf juga terkejut, mengetahui siapa yang menolong mereka.
"Kenapa Lord Vampire berada di wilayah Werewolf?" tanya salah satu Hunter.
Alex mendekati para Werewolf yang saat ini terdiam melihat Alex mendekati mereka.
Para Werewolf itu kemudian merubah wujud mereka menjadi manusia.
"Terima kasih sudah menolongku dan Pack-ku" ucap pria berambut merah, berusia 20 tahunan.
"Tidak masalah, tapi aku ke sini dengan maksud lain" ucap Alex.
para Werewolf pun menjadi siaga setelah mendengar ucapan Alex.
"Aku hanya mencari seseorang, kalian tahu siapa dia" ucap Alex.
"Memangnya siapa yang kau cari?" tanya pria berambut merah itu.
"Mate dari Fero Valcon" ucap Alex.
Pria berambut merah itu terkejut.
"Bawa dia ke sini, jika tidak… aku bisa menghancurkan Pack-mu dengan mudah" ucap Alex.
"Aku tidak akan memberikan adik ku padamu" ucap pria berambut merah itu.
'Jadi, mate Fero adalah adik dari seorang Alpha?' pikir Alex.
"Aku tidak akan berbuat apa-apa pada adik mu" ucap Alex.
"Aku tidak bisa mempercayai seorang Vampire" ucap pria itu.
"Aku…"
Jleb!
Sebuah panah menembus dada Alex, tapi pria berambut merah yang ada di hadapan Alex berhasil menghindar.
Alex sedikit terhuyung, tapi masih bisa berdiri tegak.
Alex mempererat rantai yang mengikat para Hunter, dan membuat mereka berteriak kesakitan.
Api berwarna putih tiba-tiba keluar dari luka Alex, dan menutup luka itu, api berwarna putih itupun menghilang seketika.
"Hei… kau seorang Alpha, kan?" tanya Alex kepada pria berambut merah yang ada dihadapannya.
"Ya, aku adalah seorang Alpha" ucap pria itu.
"Aku bisa membuat para Hunter untuk tidak menyerang Pack-mu lagi, tapi… biarkan adikmu bersama mate-nya" ucap Alex.
"Itu tidak mungkin, Pack-ku dengan Pack-nya bermusuhan, tidak mungkin aku membiarkan adikku bersama dengannya" ucap pria itu.
"Apa kau ingin merenggut kebahagiaan adikmu sendiri?" tanya Alex.
Pria itu tidak menjawab Alex.
"Beritahu aku namamu" ucap Alex.
"Zen Gillan" ucap pria berambut merah.
"Zen Gillan, apa kau ingin terus bermusuhan dengan Silver Moon Pack?" tanya Alex.
"Apa? Tentu saja tidak…" ucap Zen.
"Kalau begitu, aku bisa meyakinkan Alpha dari Silver Moon Pack untuk bekerja sama dengan Pack-mu" ucap Alex.
"Apa kau benar-benar bisa melakukan itu?" tanya Zen.
"Tentu saja" ucap Alex.
"Kalau begitu ikuti aku" ucap Zen kepada Alex.
"Kalian, bawa para Hunter itu dan masukkan ke penjara bawah tanah, jangan lupa ikat mereka dengan rantai" perintah Zen kepada Werewolf lainnya.
""Baik!"" ucap para Werewolf itu.
Alex kemudian mengikuti Zen memasuki wilayah Red Moon Pack.