
4 hari kemudian…
Alex sudah mengirim kembali para Penjaga Dimensi, karena mereka harus menjaga dimensi dan memperkuat dimensi antara dua dunia agar para Hunter tidak bisa menyerang kembali.
"Ha~, aku pergi ke zaman ini untuk membangunkan para Penjaga Dimensi, tapi setelah mereka bangun… aku malah membuat sebuah restoran di zaman ini" gumam Alex sambil menyiapkan makanan untuk para pelanggan.
"Alex cepatlah, masih banyak yang memesan!" teriak Nithael.
"Oi! Kau kira membuat makanan itu mudah!" teriak Alex tak jauh kencang.
"Kau bisa menggunakan energi milikmu untuk membuat makanannya, apa susahnya!" ucap Alex.
"Tapi rasanya akan berbeda!" ucap Alex.
"Alex, ada yang ingin menemuimu!" ucap Rin.
"Siapa?" tanya Alex.
"jika dilihat dari pakaiannya, sepertinya mereka seorang bangsawan" ucap Rin.
"Gazardiel, apa bisa kau menggantikan ku?" tanya Alex.
Gazardiel hanya mengangguk dan mengambil alih dapur.
Karena Gazardiel tidak bisa memasak, jadi Gazardiel memutuskan untuk membuat makanannya menggunakan energi miliknya.
"Dimana orang yang mencari ku?" tanya Alex.
"Tadi mereka memesan ruangan di lantai dua, dan mereka ingin bertemu dengan pemilik restoran, mereka ada di ruangan nomor satu" ucap Rin.
Alex kemudian naik ke lantai dua, dan masuk ke ruangan dengan pintu bernomor 1.
Di ruangan itu Alex melihat tujuh orang dengan pakaian bangsawan zaman dahulu.
"Apa kau pemilik restoran ini?" tanya seorang pria.
"Ya, saya pemilik restoran ini" ucap Alex.
"Apa kau tidak tahu siapa kami?" tanya seorang wanita.
'Kalian pikir aku peduli? Aku bisa menghancurkan Kerajaan ini dengan mudah' Alex bertelepati dengan ketujuh orang bangsawan yang ada di ruangan itu.
Ketujuh bangsawan itu terkejut mendengar suara Alex di pikiran mereka.
"Siapa kau sebenarnya?" tanya seorang pemuda.
"Bukankah tidak sopan ingin mengetahui seseorang, tapi tidak memperkenalkan diri terlebih dahulu?" tanya Alex.
"Namaku Shura Da Visra" ucap pemuda berambut coklat tua.
"Ruka Ve Killae" ucap gadis berambut hitam.
"Gillae Bi Vloren" ucap pemuda berambut putih.
"Zilan Sie Vloren" ucap gadis berambut putih.
"Nilla Mon Crush" ucap wanita berambut biru tua
"Hara Ren Lansillia" ucap pria berambut pirang.
"Vira Yu Runiar" ucap wanita berambut pirang.
'Semuanya adalah bangsawan, bahkan ada anggota Kerajaan' pikir Alex.
"Namaku Alexander" ucap Alex.
"Kau pasti memiliki nama keluarga" ucap Ruka.
"Kenapa anda bisa berpikir seperti itu?" tanya Alex.
"Aku bisa melihat dari bentuk wajah dan sorot matamu yang tajam" ucap Ruka.
"Aku adalah seorang Vampire bangsawan, Alexander Zennan" ucap Alex.
Semua orang yang ada di ruangan itu terkejut ketika mengetahui bahwa Alex adalah seorang Vampire, bahkan dia adalah seorang Vampire bangsawan.
"Zennan…seorang Vampire bangsawan Zennan memiliki rambut berwarna putih" ucap Gillae.
Alex yang mengetahui mereka tidak percaya langsung merubah penampilannya.
Rambut Alex menjadi berwarna putih, bahkan lebih putih dan halus dari Gillae dan Zilan.
Semua orang menjadi waspada dengan Alex.
"Tenang saja, aku tidak akan menyerang kalian, aku di sini hanya ingin membuka sebuah restoran saja" ucap Alex.
"Kau pasti memiliki niatan dengan membuka sebuah restoran" ucap Shura.
"Aku tidak memiliki niat apapun, aku hanya bosan selalu tinggal di dalam hutan" ucap Alex.
"Sebentar lagi aku juga harus kembali, dan aku tidak tahu apa yang akan terjadi dengan tempat ini" lanjut Alex.
"Kenapa kau harus kembali? Ku bisa hidup di sini dan berbaur dengan manusia" ucap Zilan.
Alex mengeluarkan tanda sebagai Lord Vampire, dia tidak tahu apa itu berguna atau tidak.
""Itu adalah lencana yang dimiliki oleh seorang penguasa!"" ucap ketujuh bangsawan itu.
"Karena itulah aku tidak bisa berlama-lama di sini" ucap Alex.
"Kau benar-benar Lord Vampire?" tanya Nilla.
"Aku hanya penerus dari Lord Vampire, dan aku akan menjadi Lord Vampire di masa depan…" ucap Alex.
"Aku ingin salah satu dari kalian mengelola tempat ini, dan aku akan memberikan resep makanan tempat ini" lanjut Alex.
"Ha~, Alex… sebenarnya aku kemari untuk merekrut mu untuk menjadi koki Kerajaan" ucap Gillae.
"Itu benar" ucap Zilan sedih.
"Hahaha, aku akan memberikan resep untuk kalian, agar kalian bisa memakan makanan seperti yang disediakan di restoran ini" ucap Alex.
"Benarkah?" tanya Zilan.
"Ya, tapi kalian tidak boleh menyebarluaskan resep milikku" ucap Alex.
""Kami berjanji!"" ucap mereka bersamaan.
"Aku akan memperlihatkan cara membuatnya, kalian bisa memanggil koki dari kediaman kalian agar mereka tahu cara pembuatannya" ucap Alex.
Mereka pun menyuruh bawahan mereka untuk menghubungi koki kediaman masing-masing agar datang ke restoran Dimension.
Saat semua koki telah tiba, Alex membawa para koki menuju dapur.
"Gazardiel, kau pindah ke dapur yang ada di sebelah, aku ingin menggunakan dapur ini"
Para koki terkejut melihat Gazardiel berada di dapur.
'Apa dia koki di tempat ini? Masih sangat muda' pikir para koki.
Gazardiel hanya mengangguk dan keluar dari dapur.
"Apa dia koki tempat ini?" tanya salah satu koki.
"Bukan, dia hanya menggantikan ku sementara di dapur ini" ucap Alex.
"Lalu siapa kokinya?"
"Aku adalah pemilik restoran ini sekaligus koki di sini" ucap Alex.
Para Koki memandang Alex tak percaya.
Alex masih sangat muda dan dia sudah bisa mengelola sebuah restoran, bahkan dia adalah koki di restorannya sendiri.
"Berapa usiamu?" tanya salah satu koki.
"17 tahun" ucap Alex.
Alex kemudian mengambil sebuah wajan yang tidak terlalu besar, kemudian menaruhnya di atas kompor.
Para koki penasaran dengan benda-benda yang ada di dapur.
"benda apa ini?" tanya koki lainnya.
"Ini namanya kompor, benda ini bisa mengeluarkan api" ucap Alex.
Alex tidak menggunakan gas untuk menyalakan kompor itu, tapi dia menggunakan energi miliknya.
Alex membuat semua peralatan dapur dengan kekuatannya, dan semua peralatan dapur itu sudah dimodifikasi oleh Alex agar bisa digunakan tanpa adanya listrik ataupun gas, jadi hanya perlu menggunakan energi untuk menyalakan kompor itu.
Selain kompor, Alex juga membuat oven, dan lemari es. Alex juga membuat alat pemanggang untuk memanggang daging.
Para koki baru pertama kali melihat alat-alat yang ada di dapur itu.
Alex juga mulai mengajari para koki untuk memasak makanan yang dibuat oleh Alex.
Alex juga memberitahu bahan apa saja yang digunakan.
Untuk yang pertama Alex membuat makanan yang digoreng, yaitu nasi goreng, lalu ayam goreng, kentang goreng, telur dadar, telur ceplok.
Lalu setelah itu mengajari para koki membuat makanan yang dibakar, yaitu sate, ayam panggang, sapi panggang.
Setelah selesai, Alex menyuruh para koki untuk mencicipi makanan yang dibuat olehnya.
Para koki mengatakan bahwa masakan Alex sangat enak, bahkan itu adalah makanan terenak yang pernah mereka makan.
Alex tersenyum puas dan menyuruh para koki untuk kembali ke Tuan mereka masing-masing.