
Alex tak habis pikir dengan kelakuan Anna, bahkan Anna selalu mengikuti Alex kemanapun.
Mau itu di sekolah, di rumah, atap sekolah, kelas, bahkan Anna mengikuti Alex ke toilet walaupun tidak sampai masuk ke dalam.
"Anna, bisakah kau tidak terus mengikutiku?" Alex berhenti dari langkahnya lalu berbalik menghadap Anna.
"Tidak! Kau pergi tanpa pamit kepada ku, jadi aku tidak akan membiarkan mu pergi kemana pun!!!" Anna terlihat sangat marah dan menyilangkan tangannya di depan dadanya.
'Dia terlalu kekanakan! Apa yang harus kulakukan?! Aggh!' batin Alex.
Alex terlihat putus asa, lalu berjongkok dengan tangannya di atas lutut lalu menjatuhkan dahinya ke punggung tangannya.
"Hmm? Kau baik-baik saja?" Anna terlihat kebingungan dengan sikap Alex.
Alex hanya terdiam lalu tubuhnya perlahan menghilang, dan akhirnya keberadaannya menghilang sepenuhnya.
Anna yang melihat tubuh Alex mulai menghilang mencoba menghentikan Alex agar dia tidak melarikan diri.
Tapi Anna terlambat, Alex sudah menghilang dari tempatnya, dan membuat Anna kesal.
Anna kemudian menggunakan kekuatannya, dan pergi dari tempat itu menuju Kastil Lord Regmus.
...
Di Padang Rumput...
Swuushh!
Angin kencang tiba-tiba muncul dan terlihat Alex sedang berdiri di sebuah batang pohon.
Bam!
Beberapa saat setelah Alex muncul, terdengar suara ledakan yang tidak jauh dari posisi Alex sekarang.
"Apa itu?" tanya Alex bingung, karena tiba-tiba mendengar suara ledakan.
Alex kemudian berlari mendekati asal ledakan itu, dia melihat Lord Regmus sedang menghadapi seseorang.
Alex menyipitkan matanya dan dia melihat jika lawan Lord Regmus adalah seorang pria bertanduk dan memiliki sayap kelelawar.
"Itu… Iblis?"
Alex bergumam pelan tetapi Iblis itu dapat mendengar Alex walau samar, dan kemudian Iblis itu menyerang Alex.
Sesaat sebelum serangan dari Iblis itu mengenai Alex, Alex berhasil menghindari serangan itu. Namun, saat dia melihat tempat berdirinya tadi, itu sudah menjadi sebuah lubang yang besar.
"Mengerikan..." ucap Alex.
Alex menatap Iblis itu, mata dan rambutnya perlahan berubah warna.
Alex melukai jarinya dan ketika darahnya akan menetes ke tanah, dia bergumam.
"Pengendalian darah... target, Iblis... radius 3 km"
Saat darah Alex menetes ke tanah, sebuah lingkaran berwarna merah darah muncul di pijakan tanah Iblis itu, dan juga terlihat beberapa cahaya merah yang tak jauh dari jarak Alex saat ini.
"Apa?! Kenapa ada banyak Iblis di sekitar?" ucap Alex tak percaya.
Alex kemudian menghitung pancaran merah itu dalam pikirannya dengan merasakannya melalui lingkaran itu.
Ada sekitar 400 Iblis dalam radius 3 km dalam jarak melingkar.
"Ini bahaya"
Saat Alex sibuk dengan pikirannya, para Iblis meraung karena tidak bisa menggerakkan tubuhnya satu inci pun.
Dan Iblis yang ada di hadapan Alex berbicara.
"Apa yang kau perbuat padaku dan kaumku?"
Iblis itu bertanya pada Alex.
"Seharusnya aku yang bertanya, apa yang kau lakukan di wilayahku?" Alex balik bertanya kepada Iblis itu.
Iblis itu terkejut.
"Wilayahmu?" tanya Iblis itu kembali.
"Ya, hutan ini sudah menjadi wilayahku, apa yang kalian lakukan?"
Alex terkejut saat melihat ke arah Lord Regmus, karena Lord Regmus memasang wajah dingin dan aura membunuh, seakan dia berkata 'wilayahmu, ini adalah wilayahku, sejak kapan kau mengakui hutan ini sebagai wilayahmu?'.
"Ah!" teriak Alex tiba-tiba.
Alex langsung menundukkan kepalanya, karena merasa tidak nyaman dengan aura yang tiba-tiba muncul dari Lord Regmus.
"Cepat hilangkan lingkaran merah ini atau kau..."
Alex memotong ucapan Iblis itu, dan mendekatinya.
"Aku adalah Raja Iblis! Kau hanya Vampire rendahan!" ucap Iblis itu yang ternyata adalah Raja Iblis.
Alex berhenti melangkah dan langsung menatap mata Raja Iblis itu, Raja Iblis pun tertegun merasakan tubuhnya seperti tercabik ketika melihat mata Alex.
"Mata itu, kau Vampire campuran? Dan bagaimana bisa kau memiliki warna rambut putih keluarga Zennan?"
"Entahlah, aku juga penasaran kenapa aku memiliki rambut ini, sedangkan aku berasal dari keluarga Laksan"
Alex tersenyum, tapi itu lebih terlihat seperti seringaian.
"Grr! CEPAT LEPASKAN AKU!"
Raja Iblis itu berteriak dan angin kencang muncul dari teriakannya.
"BERISIK!!!"
Alex berteriak tak kalah kencang, dan Raja Iblis pun terdiam.
Alex memiliki kekuatan untuk mengontrol darah, itu karena setiap Vampire memilikinya, namun Alex memiliki kontrol darah yang lebih kuat sampai mampu memanipulasi darahnya, dan darahnya juga memiliki racun yang mematikan bagi makhluk lain.
Dan saat ini Alex menggunakan darahnya untuk mengendalikan seseorang bahkan sampai ribuan jika dia menentukan radiusnya.
"Kau tidak akan bisa lepas dariku, lingkaran itu hanya akan lepas jika aku yang melepaskannya" ucap Alex tegas.
Akex terbakar emosinya karena teriakan Raja Iblis itu yang membuat telinganya sakit.
Tak!
Lord Regmus memukul kepala Alex tepat di ubun-ubunnya, membuat Alex terhuyung dan jatuh, tapi tidak sampai pingsan.
"Aw!"
Alex mengusap kepalanya kasar karena rasa sakit akibat pukulan dari Lord Regmus.
"Tenanglah, dan kenapa kau sangat marah?" tanya Lord Regmus kepada Alex.
"Ada sekitar 400 Iblis lain di jarak 3 km dari tempatku berdiri tadi, dan itu terus bertambah karena mereka memasuki radius pengendaliku" ucap Alex menjelaskan kepada Lord Regmus.
"Apa?!"
Lord Regmus terkejut karena ada banyak Iblis di sekitar wilayahnya.
"Apa yang kau rencanakan?! Apa kau merencanakan deklarasi perang kepada bangsa Vampire?!"
Lord Regmus sekarang sangat marah dan memandang Raja Iblis itu dengan murka.
Jdak! Bak!
Alex menendang Lord Regmus, dan membuat Lord Regmus menabrak pohon.
"Kau tadi menyuruhku tenang, tapi kau sendiri marah-marah!"
"Cih!"
Lord Regmus terdiam dan menyeka darah yang keluar dari mulutnya.
'Apa aku terlalu berlebihan?' batin Alex
"Apa yang akan kau lakukan?" tanya Raja Iblis kepada Alex.
"Heh! Kau pikir aku akan memberitahumu?"
Raja Iblis itu masih bersikap sombong dan tidak tahu kekuatan yang saat ini sedang Akex pakai melalui lingkaran merah itu.
"Kau hanya bawahanku sekarang, apa kau menentang Tuan mu?" tanya Alex.
Alex memandang Raja Iblis dan membuat Raja Iblis merinding akibat tatapannya.
"Aku tidak pernah menjadi bawahan siapapun apalagi menjadi bawahan Vampire rendahan seperti mu!" ucap Raja Iblis itu.
"Benarkah?" tanya Alex mengejek.
Alex merentangkan tangan kananya ke arah Raja Iblis itu dan langsung mengepalkan tangannya, membuat lingkaran merah itu menyempit dan membuat Raja Iblis kesakitan.
"Argh! Kau, sialan!"
Setelah teriakan Raja Iblis itu, teriakan lain pun menyusul membuat Raja Iblis terdiam.
"Kau mendengarnya? Itu adalah teriakan dari pengikutmu"
Alex menyeringai lalu mengembalikan ukuran lingkaran merah itu kembali ke semula.
Dan teriakanpun langsung hilang, membuat hutan itu kembali sepi.