
"Alex, apa benar Roland adalah ayahmu?" Lord Regmus bertanya kepada Alex.
"Ya, itu benar, dia adalah ayahku… maaf jika aku berbohong tentang marga ku…" Alex menatap lurus ke depan dengan tatapan kosong.
"Kau tak sepenuhnya salah" ucap Lord Regmus mendekati Alex dan duduk di samping Alex.
"Apa kau tahu jika ibumu berdarah campuran?" tanya Lord Regmus kepada Alex.
"Ya, Mom itu setengah Vampire dan setengah manusia" jawab Alex.
"Kau tahu marga ibumu?" tanya Lord Regmus Kembali.
"Ya aku tau, Falez adalah marga Mom" ucap Alex.
"Tidak sepenuhnya Falez, ibumu juga memiliki darah seorang keluarga bangsawan Zennan"
"Darah bangsawan Zennan?" Alex terkejut mengetahui jika ibunya adalah darah keturunan keluarga Zennan.
"Ya, ibumu memiliki darah keluarga bangsawan Zennan. Walaupun begitu, darah keluarga bangsawan Falez lebih mendominasi. Tapi, aku terkejut karena darah yang kau miliki... Walaupun darah keluarga bangsawan Laksan lebih mendominasi, kau berhasil mengendalikan kekuatan dari darah keluarga bangsawan lain, mungkin saja kau bisa mengendalikan semuanya, termasuk darah keluarga bangsawan terdahulu"
"Apa itu bisa dilakukan?" tanya Alex kepada Lord Regmus.
"Entahlah... Tapi, ada satu keluarga bangsawan Vampire yang memiliki kekuatan yang besar dan aku ingin kau memunculkan kekuatan dari darah keluarga bangsawan itu"
"Apa itu adalah darah keluarga bangsawan Vampire terdahulu?" tanya Alex.
"Ya, itu adalah darah keluarga bangsawan Vampire terdahulu, tapi..." Lord Regmus menghentikan kata-katanya.
"Apa itu sulit dilakukan?" tanya Alex kembali.
"Bukan sulit, hanya saja terlalu berisiko, karena untuk mamunculkan kekuatan dari darah itu, kau membutuhkan darah dari seorang raja iblis" ucap Lord Regmus.
Alex terkejut sekaligus merinding mendengar ucapan dari Lord Regmus.
Alex tidak habis pikir karena kekuatan seorang Jenderal Iblis saja bisa menghancurkan sebuah kota yang dihuni jutaan orang, apalagi jika itu adalah Raja Iblis, mungkin sebuah pulau bahkan benua bisa dia hancurkan dengan mudah.
"Bagaimana caranya untuk mendapatkan darah dari raja iblis itu?" tanya Alex penasaran.
Lord Regmus berfikir sejenak, lalu matanya menajam dan sudut bibirnya menampilkan seringaian yang membuat Alex sedikit bergeser dari tempat duduknya sebelumnya.
"Jangan bilang jika kau ingin bertarung dengan Raja Iblis itu!" ucap Alex memalingkan tatapannya ke arah Mofsi.
"Bukan aku yang akan bertarung, tapi kau!" ucap Lord Regmus sambil menunjuk ke arah Alex.
"Eh?! Oi! Bahkan aku tidak bisa mengalahkan putri ketigamu, bagaimana caranya aku mengalahkan raja iblis?!" ucap Alex dengan nada tinggi.
"Kenapa kau berpikir begitu? Bahkan kau tidak menggunakan setengah kekuatanmu saat melawan Anna" ucap Lord Regmus sambil memukul kepala Alex, dan membuat Alex hampir jatuh tersungkur.
Alex meringis kesakitan karena pukulan Lord Regmus, setelah itu memanggil Mofsi.
"Mofsi! Kemarilah!" teriak Alex dan disusul oleh Mofsi yang melolong dan langsung berlari ke arah Alex.
"Auuu..." Mofsi melolong untuk menanggapi Alex.
Mofsi mendekati Alex dan langsung melompat ke pelukan Alex.
"Lord Regmus, ada yang ingin kutunjukkan padamu" Alex menurunkan Mofsi dan mundur perlahan, Mofsi hanya duduk dan memiringkan kepalanya.
"Apa yang ingin kau tunjukkan?" tanya Lord Regmus.
"Mofsi berubahlah" ucap Alex.
"Woof…" Mofsi hanya terdiam dan menunduk.
"Tidak apa, berubahlah" Alex tersenyum ke arah Mofsi.
Mofsi perlahan bangun dan sebuah kabut mengelilinginya.
Swooshh!
Mofsi perlahan berubah ke wujud aslinya sebagai serigala bulan.
"Ini…" Lord Regmus terkejut karena seekor serigala kecil yang selalu berada di dekat Alex ternyata seekor Serigala Bulan.
"Darimana kau menemukannya?" Lord Regmus mendongak ke atas untuk melihat ukuran Mofsi.
Lord Regmus kesal dengan jawaban Alex dan perlahan mendekati Mofsi.
Mofsi hanya bersiaga dan menggeram.
"Mofsi, tak apa, tenanglah" Alex muncul di samping Mofsi dan mengelus bulu Mofsi yang lembut.
Mofsi perlahan tenang dan duduk menghadap ke arah Alex, lalu menundukkan kepalanya ke arah Alex, Alex yang mengetahui apa yang diinginkan Mofsi langsung mengelus kepala Mofsi.
Sesekali Alex memainkan telinga Mofsi yang bergerak-gerak.
"Bagaimana kau melakukan kontrak dengannya?" tanya Lord Regmus Kepada Alex.
"Itu..." Alex merentangkan tangannya dan memanggil Xeran dalam wujud pedangnya.
"Pedang itu... bukankah itu pedang legenda?" Lord Regmes bertanya kepada Alex.
"Ya" Alex mengayunkan pedang itu, seketika angin berputar dengan kencang dan pedang itu berubah menjadi Xeran.
"Anak ini…"
"Sebenarnya dua orang lainnya yang bersamaku juga sebuah senjata"
Setelah mengatakan itu, Alex merentangkan kedua tangannya, lalu muncul Nithael dan Gazardiel dalam bentuk senjata.
"Berubahlah" Alex mengatakan itu, kedua senjata itupun berubah.
"Apa tidak apa-apa jika begini?" tanya Gazardiel sambil melihat ke arah Lord Regmus.
"Aku ingin kembali… kau memanggilku saat aku sedang tertidur tahu!" Nithael kesal karena Alex mengganggu tidurnya.
"Maaf… mungkin ini akan menyegarkanmu"
Alex menyentuh kepala Nithael dan mengalirkan energinya kepada Nithael.
Nithael merasa sejuk dan segar kembali, setelah itu dia langsung berlari ke arah Mofsi dan tidur di atas punggungnya.
"Kenapa kedua senjata itu ada padamu?!" Lord Regmus terkejut sekaligus marah karena senjata suci yang selama ini dia jaga berada di tangan orang lain, bahkan dia mampu mengaktifkan keduanya.
"Ada seseorang yang memberikannya padaku…" Alex hanya memalingkan wajahnya ke arah lain, tidak berani menatap Lord Regmus.
Dash!
Lord Regmus menyerang Alex secara tiba-tiba, dan Alex menahan serangan itu dengan menyilangkan tangannya di depan wajahnya, karena serangan itu langsung mengarah ke wajah Alex.
"Siapa orang yang memberikannya?!" Lord Regmus terus menyerang Alex.
"Aku sudah berjanji untuk tidak memberitahukan identitasnya kepada siapapun!" Lord Regmus terus menyerang Alex.
Xeran, Mofsi, Nithael dan Gazardiel hanya melihat pertarungan Alex dan Lord Regmus, bahkan Nithael membuat sebuah wadah popcorn dan membuat popcorn dengan energinya.
Xeran yang melihat Nithael makan dengan santai langsung naik ke atas punggung Mofsi dan duduk disamping Nithael.
Mereka berdua terlihat seperti menonton sebuah film action.
Gazardiel hanya berdiri diam ditempatnya dan melihat keseluruhan pertarungan Alex dan Lord Regmus.
Alex kesal karena melihat mereka berempat hanya diam dan bersantai, tapi Alex juga ingin mengukur kekuatan yang ia miliki.
Alex mencoba terus bertahan dan saat Alex melihat ada celah, Alex langsung menyerang Lord Regmus.
Blash!
Lord Regmus terpental beberapa meter ke belakang, dia terkejut melihat Alex menyerang balik.
Pertarungan mereka terus berlangsung sampai matahari terbenam.
Tidak ada yang tahu siapa yang menang, karena mereka berdua tumbang disaat yang bersamaan.
"Aku tidak tahu jika kau bisa menyamai kekuatanku" ucap Lord Regmus yang terbaring di tanah.
"Aku bahkan lebih terkejut, karena aku tidak tahu jika kekuatanku sebesar itu" ucap Alex yang sama keadaannya dengan Lord Regmus yaitu terbaring di tanah.
Mereka berdua saling menatap, lalu melihat ke arah langit yang sudah menggelap sembari tersenyum puas.