
Alex saat ini sudah berada di wilayah Red Moon Pack, karena Alex memiliki janji dengan Zeana.
Alex kemudian langsung pergi ke Mansion milik Zen.
"Alex, bisakah kau memberi kabar terlebih dahulu jika kau akan kembali?" tanya Zen.
"Kenapa aku harus melakukannya?" tanya Alex.
"Saat ini Zeana sedang pergi dengan Adelia, dan mungkin akan kembali tiga hari lagi" ucap Zen.
"Memangnya mereka pergi kemana?" tanya Alex.
"Sebelah barat wilayah ini memiliki pemandangan air terjun, dan udaranya sangat sejuk, jadi kadang-kadang Zeana akan pergi ke sana untuk menikmati pemandangan itu" ucap Zen.
"Kalau begitu aku akan menyusulnya saja" ucap Alex, kemudian berjalan pergi.
"Tunggu, kau harus membantuku!" ucap Zen, menghentikan langkah Alex.
"Ha~, apa yang harus ku lakukan" tanya Alex.
"Ikut aku dulu jika kau ingin mengetahuinya" ucap Zen, kemudian pergi ke salah satu ruangan yang ada di Mansionnya.
Alex hanya mengikuti Zen dari belakang.
Di ruangan itu Alex melihat sebuah lemari yang besar, dan hanya ada lemari itu di sana.
Zen kemudian membuka lemari besar itu, dan di dalamnya terdapat komputer yang canggih.
"Komputer?" tanya Alex bingung.
"Ya" ucap Zen.
"Untuk apa komputer itu?" tanya Alex.
"Bermain game" ucap Zen, sambil menyusun komputer di ruangan itu.
"Hah?"
"Alex, di sini kita akan bersenang-senang, sambil menunggu mereka kembali" ucap Zen.
"Kau ingin menggunakan apa bermainnya?" tanya Alex.
"Pakai Helm ini" ucap Zen, sambil memberikan sebuah helm khusus dengan sebuah kabel terhubung dengan komputer.
"Apa ini?" tanya Alex bingung.
"Sudahlah, pakai saja" ucap Zen sambil memakai helm itu.
Alex kemudian memakai helm yang diberikan Zen kepadanya.
"Dan ini, pakai kacamata ini" ucap Zen, memberikan Alex kacamata bening.
Setelah semuanya selesai, Zen langsung menekan tombol mulai yang ada di komputer.
[Mengidentifikasi pemain… jumlah pemain : 2]
Alex mendengar suara yang masuk ke kepalanya, Alex kemudian masuk ke sebuah ruangan berwarna hitam, di sana hanya ada Alex dan Zen.
[Mendaftarkan identitas… 1 pemain belum teridentifikasi… silakan membuat profil]
Sebuah layar transparan kemudian muncul di depan Alex.
"Ini…" ucap Alex bingung sambil melihat ke arah Zen.
Dalam karakternya, Zen memiliki rambut berwarna merah gelap dengan panjang sepinggang, bentuk wajah dan warna matanya tetap sama, dan memakai Hanfu berwarna hitam dengan hiasan berwarna merah.
"Kau hanya perlu mengisi data di sana, nanti kau juga harus membuat karakter mu sendiri" ucap Zen.
Alex kemudian mengisi semua data di layar itu.
'Nama apa yang harus aku gunakan? Apa namaku saja?' pikir Alex
"Zen, nama apa yang kau gunakan?" tanya Alex.
"Aku menggunakan namaku sendiri" ucap Zen.
"Hmm…"
[Status
Nama : Alexander
Level : Maks
Job : -
Gelar : Pangeran ke-2 Kerajaan An]
"Zen, kenapa levelku sudah maksimal?" tanya Alex.
"Hah, apa? levelku bahkan baru 200" ucap Zen.
Zen terkejut mendengar bahwa level Alex adalah maksimal.
Game yang saat ini mereka berdua mainkan adalah game buatan Zen, game itu bisa mengidentifikasi level pemain dengan kekuatan dari pemain itu.
Game itu memiliki level sampai 1000.
"Alex, apa gelar mu?" tanya Zen.
"Pangeran kedua Kerajaan An" ucap Alex.
"Apa ada masalah?" tanya Alex bingung.
"Aku adalah Pangeran ketiga Kerajaan Lian. Kerajaan An dan Kerajaan Lian adalah musuh" ucap Zen.
"……"
"Jadi, saat kita main kita akan langsung menjadi musuh?" tanya Alex.
"Entahlah, mungkin kita akan mendapat misi untuk menyatukan kedua Kerajaan" ucap Zen.
"Mungkin saja" ucap Alex.
"Alex, apa kau sudah membuat karakter mu sendiri?" tanya Zen.
"Bagaimana caranya?" tanya Alex kepada Zen.
"Kau hanya perlu memikirkan ingin seperti apa karaktermu" ucap Zen.
Alex kemudian menuruti ucapan Zen.
Alex membuat karakternya dengan rambut berwarna putih selutut, pupil mata berwarna ungu gelap, dan kulit putih bersih, tinggi Alex tetap sama yaitu 187 cm. Alex memakai Hanfu berwarna putih dengan hiasan berwarna biru dan emas.
(note : sebelumnya tinggi Alex 186 cm saat usianya 16 tahun, sekarang usia Alex hampir 17 tahun, jadi aku tambahin tingginya 1 cm, menurut kalian aku harus nambah tinggi Alex menjadi berapa? Kalian pasti tahu kan, jika pertumbuhan laki-laki pada masa remaja itu sangat mengerikan :v. Bayangin aja, waktu SD/SMP teman laki-laki kalian itu lebih pendek dari kalian, tapi pas SMA dia menjadi lebih tinggi dari kalian, bener kan? :v)
"Alex, apa rambutmu tidak terlalu panjang?" tanya Zen.
"Tidak"
"Dan lebih baik kau tidak menggunakan karakter seperti ini" ucap Zen.
"Kenapa?" tanya Alex bingung.
"Kau akan jadi rebutan para wanita!" teriak Zen.
"Tapi aku ingin memakai karakter ini" ucap Alex.
"Ha~, terserah kau saja" ucap Zen.
Setelah itu Zen menekan tombol Mulai yang ada dihadapannya.
Sring~
Alex dan Zen muncul di sebuah ruangan dengan dekorasi kuno.
"Tempat ini" Alex melihat ke sekeliling ruangan itu.
"Ini seperti sebuah kamar" ucap Zen.
"Kamar?" tanya Alex bingung.
"Di sana ada kasur, jadi bisa di lihat jika ini adalah kamar" ucap Zen.
Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu ruangan itu.
"Yang Mulia! Apa anda ada di dalam?!" teriak seseorang dari luar.
"Siapa?" ucap Alex.
"Ini saya Yang Mulia, Kasim Nam" teriak orang itu lagi.
"Kasim Nam?" gumam Alex.
Kemudian sebuah ingatan masuk ke dalam pikiran Alex, dan Alex memegang kepalanya karena sakit.
"Alex kau baik-baik saja?" bisik Zen kepada Alex.
"Ada sesuatu yang masuk ke dalam pikiranku" ucap Alex.
"Mungkin itu sebuah ingatan, karena ketika aku bermain juga ada sebuah ingatan yang masuk ke dalam pikiranku, seperti sebuah film yang diputar" ucap Zen.
"Yang Mulia, Yang Mulia Kaisar ingin bertemu dengan anda" teriak Kasim Nam.
"Zen, apa kau tahu?" tanya Alex.
"Hah?"
"Aku bosan dengan kehidupan zaman kuno seperti ini" ucap Alex.
"Kenapa kau bilang seperti itu?" tanya Zen bingung.
"Entahlah, banyak permasalahan dan pengkhianatan yang terjadi di zaman dulu, itu yang membuatku tidak menyukainya" ucap Alex.
"Itu benar, aku membuat game ini juga dengan hal-hal seperti itu, tapi semuanya disusun secara acak oleh sistem yang aku buat" ucap Zen.
Alex kemudian melangkah menuju pintu.
[Misi Utama : Menyatukan Kerajaan An dan Kerajaan Lian]
[Misi Sampingan : Menyelamatkan Putri Kasim Lan dari pembunuhan yang akan dilakukan oleh Perdana Menteri Feng]
Sebuah layar transparan kemudian muncul dihadapan Alex dan Zen.
"Ha~, misi kita benar-benar menyatukan kedua Kerajaan" ucap Zen sambil menghela napasnya.
"Kita juga mendapat misi sampingan" ucap Alex.
"Kau benar, jadi apa yang akan kau lakukan?" tanya Zen.
"Kita akan memikirkannya nanti, untuk sekarang kita lihat dulu apa yang akan terjadi" ucap Alex, kemudian membuka pintu kamar itu.