I'M Lord Vampire

I'M Lord Vampire
64



"Zeana, pakai bajumu, dan ikut aku" ucap Alex.


"Bagaimana aku bisa pakai baju jika kau tetap di sini!" Zeana berteriak kepada Alex.


Alex hanya menghela napasnya, kemudian berjalan keluar kamar dan menutup pintunya. Setelah itu Alex hanya bisa menunggu Zeana selesai berpakaian.


"Apa masih lama?" tanya Alex kepada Zeana.


"Tidak, aku sedang menata rambutku" ucap Zeana.


Alex kemudian masuk ke dalam kamar Zeana.


"Cepatlah, setelah aku membawa mu menemui Fero aku harus segera pergi lagi"


"Kenapa kau sangat terburu-buru?" Zeana bertanya kepada Alex.


"Kau tidak akan mengerti walaupun aku memberitahumu"


"Tentu saja aku tidak akan mengerti jika kau tidak berbicara!" Zeana terlihat kesal.


"Alex, apa aku benar-benar akan bertemu dengan Fero?" tanya Zeana.


"Ya, bukankah Kakakmu sudah mengizinkanmu untuk bertemu dengan mate-mu?"


Zeana terdiam, tapi dia juga senang karena akan bertemu dengan pasangannya.


"Di sana aku juga ingin meminta bantuan mu, kalau bisa bantuan Kakakmu juga yang seorang Alpha" ucap Alex.


"Bantuan apa?" tanya Zeana.


"Aku ingin kalian melatih 4 orang manusia" ucap Alex, dan itu membuat Zeana terkejut.


"Manusia?"


"Ya mereka memiliki Jiwa murni, aku ingin kalian melatih mereka, nantinya mereka juga bisa membantu kita dalam menghadapi para Hunter dari berbagai negara, apalagi ketika mereka sudah menyadari jika salah satu organisasi Hunter musnah" ucap Alex.


"Apa kamu sudah mencari tau Dewa atau Dewi mana yang melindungi mereka?" tanya Zeana, dan Alex menggelengkan kepalanya.


"Jika aku bertanya kepada merekapun, mereka tidak akan tau, dan aku ingin ada banyak orang yang melatih mereka, dan saat kita tau Dewa mana yang melindungi mereka, maka kita bisa menyuruh seseorang untuk melatih mereka yang elemennya sama" ucap Alex.


Zeana hanya menganggukkan kepalanya. Setelah itu Alex langsung membawa Zeana menemui Fero menggunakan teleportasi miliknya. Saat tiba di rumah Fero, Fero sedang tidur di atas sofa, dan ketika Alex melihat Anellia, Anellia masih tak sadarkan diri. Alex kemudian menggunakan api putih untuk menyembuhkan dan memulihkan Anellia.


"Alex siapa dia?" tanya Zeana.


"Salah satu manusia yang memiliki jiwa murni" ucap Alex.


Anellia kemudian membuka matanya, dan langsung melihat ke arah Alex.


"Alex, apa yang terjadi kepadaku?" tanya Anellia.


"Kau hilang kendali dengan kekuatanmu, dan menyerang Fero" ucap Alex.


"Eh, aku hilang kendali lagi?"


"lagi?" tanya Alex bingung.


"Sebelumnya juga aku hilang kendali, dan waktu itu aku menghancurkan sekolah" ucap Anellia.


"Kenapa?" tanya Alex.


"Di sekolah aku selalu dibully, dan ketika aku saat itu benar-benar marah dan benci, aku tidak bisa mengontrol tubuhku, dan aku melihat jika diriku ini menghancurkan sekolah, dan beberapa murid dan guru terluka akibat perbuatanku itu" ucap Anellia.


"Mulai sekarang kau akan berlatih cara mengontrol kekuatanmu itu" ucap Alex.


"Apa itu benar-benar bisa dilakukan?" tanya Anellia.


"Sebelumnya aku juga baru tau jika aku seorang Vampire, dan sangat sulit mengontrol energi yang ada di dalam tubuhku, tapi aku berlatih cara mengontrolnya dengan dibantu oleh teman-temanku di sini" ucap Alex.


"Aku ingin dilatih oleh mu saja" ucap Anellia.


"Eh?"


"Aku bilang, aku ingin dilatih oleh mu saja!" teriak Anellia.


Fero yang awalnya tidur langsung terbangun mendengar Anellia berteriak.


"Kedepannya aku juga akan sibuk, dan aku tidak tau apa aku akan pergi atau tidak. Aku juga harus melatih kekuatanku" ucap Alex.


"Kau sudah sangat kuat, kenapa harus berlatih lagi?" tanya Anellia.


"Tidak, aku yang saat ini masih lemah" ucap Alex.


"Kau yang saat ini lemah, lalu kami ini apa?" ucap Fero dan Zeana bersamaan.


Fero yang tidak menyadari ada Zeana di sana langsung menengok ke arah Zeana.


"Zeana!" Fero langsung memeluk Zeana, dan Zeana membalas pelukan Fero.


Anellia yang melihat itu hanya iri, dan kemudian menatap Alex.


"Ada apa?" tanya Alex karena tidak nyaman dengan tatapan Anellia.


"Tidak ada…mm, Alex kapan kau akan menikah?" tanya Anellia.


"Beberapa bulan lagi" ucap Alex.


Anellia yang mendengar itu hanya bengong dan membelalakkan matanya.


"Dengan siapa?" tanya Anellia.


"Putri ketiga Lord Vampire saat ini" ucap Alex.


Anellia yang mendengar itu langsung sedih, dan matanya terlihat berkaca-kaca.


"Kenapa kau menanyakan itu?" tanya Alex.


"Tidak, aku hanya bercanda ketika bertanya, tapi aku tidak tau jika kau sudah memiliki calon istri" ucap Anellia.


"Sebenarnya aku tidak ingin menikah dulu, aku masih terlalu muda untuk menikah. Dan lagi aku ingin kebebasan" ucap Alex.


"Kalau begitu batalkan saja pernikahannya" ucap Anellia.


"Tidak semudah itu, jika aku melakukannya maka aku akan berhadapan dengan Lord Vampire, dan aku hanya ingin ketenangan" ucap Alex.


"Seperti apa calon istrimu itu?" tanya Anellia.


"Mungkin sekarang usianya masih 16 tahun, dan aku paling tidak menyukai sifatnya yang kekanak-kanakan" ucap Alex.


"Eh, 16 tahun!" ucap Anellia terkejut.


Alex hanya mengangguk


"Berapa tinggi badannya?" tanya Anellia.


"Yang jelas dia lebih tinggi darimu" ucap Alex, membuat Anellia kesal dan menggembungkan pipinya.


Alex kemudian mengelus kepala Anellia, karena Alex tidak ingin Anellia marah dan tidak ingin nasibnya sama seperti Fero tadi.


"Anellia, aku penasaran dengan perubahan rambutmu" ucap Alex.


"Perubahan rambutku?" tanya Anellia bingung.


"Iya, ketika kau marah, rambutmu berubah menjadi merah" ucap Alex.


"Entahlah, aku juga tidak tau, Ibuku mengatakan jika hal ini sudah terjadi dari aku lahir, bahkan Ayah dan Ibuku juga heran dengan perubahan warna rambutku, karena ini juga aku selalu dikucilkan" ucap Anellia.


"Tapi menurutku itu adalah hal istimewa darimu, dan mungkin saja orang lain tidak ada yang seperti dirimu. Setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing" ucap Alex.


"Yang Alex katakan benar, setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing, sama sepertiku juga, instingku lemah dalam berburu walaupun aku adalah Werewolf. Tapi, instingku akan menajam ketika ada sesuatu yang mengancam orang-orang terdekatku, itu adalah kekurangan dan kelebihan ku" ucap Zeana.


"Mungkin saja perubahan warna rambutmu itu bisa menjadi keunggulan mu, atau ciri khas mu" ucap Alex.


Anellia hanya mengangguk.


"Kalian benar, aku akan menjadikan ini sebagai ciri khas ku, bahwa aku berbeda dari yang lain" ucap Anellia.


"Anellia, setelah kau bisa mengontrol kekuatanmu, mungkin di masa depan aku akan membutuhkan bantuan mu dan yang lainnya. Jadi, aku ingin kalian menyembunyikan identitas diri kalian dulu sebagai bagian dari Silver Moon Pack, jika sudah saatnya tiba, mungkin kalian bisa menjadi salah satu dari Penjaga Dimensi" ucap Alex, Anellia kemudian menganggukkan kepalanya, karena Anellia tau jika para Penjaga Dimensi sangat kuat, Anellia mengetahuinya ketika masih bersama dengan para Hunter.