I'M Lord Vampire

I'M Lord Vampire
33. Kehancuran Black Moon Pack [2]



"Aku yang menghancurkannya!" teriak Alex yang masih melayang di udara.


"VAMPIRE SIALAN! AKU AKAN MEMBUNUHMU!"


Alpha Black Moon Pack kemudian mengubah wujudnya menjadi seekor Serigala besar dengan bulu berwarna hitam.


"Alpha Vyno, biar kami saja yang menghadapi Vampire itu" ucap Tetua 3.


Alex melihat, selain Alpha dari Black Moon Pack, ada 7 orang lainnya yang berada tak jauh dari posisi Alpha.


"Alpha Vyno? Sepertinya aku pernah mendengar nama itu"


Alex mengingat kembali di mana dia pernah mendengar nama itu.


'Ah! Ternyata dia adalah salah satu Alpha Werewolf yang ditakuti oleh rasnya sendiri dan ras yang lainnya, Vyno Gailert' batin Alex.


"Kau hebat, bisa lepas dari teknik pengendalian darah ku" ucap Alex.


"Kau hanya Vampire rendahan, kekuatanmu tidak akan berpengaruh padaku!" ucap Vyno.


"Maaf saja! Aku bukan Vampire rendahan seperti yang kau pikirkan!" teriak Alex, kemudian melepaskan kekuatan manipulasi gravitasi miliknya.


"Kau hanyalah Vampire rendahan, hanya Lord Vampire yang setara denganku!" ucap Vyno.


"Kalau begitu, biarkan aku memperkenalkan diriku. Aku Alexander Laksan, aku adalah Lord Vampire selanjutnya!" ucap Alex tegas.


"Jadi kau yang terpilih menjadi Lord Vampire selanjutnya, aku akan mengetes kekuatanmu!" teriak Vyno dan langsung menyerang Alex.


Alex menghindari semua serangan yang dilancarkan oleh Vyno.


"Kau hebat bisa menghindari semua serangan dariku!"


Vyno mengubah tubuhnya kembali menjadi manusia, dan mengambil sebuah pedang.


"Kau akan mati di tanganku!" teriak Vyno.


'Alex hati-hati, pedang itu adalah salah satu pedang legenda!' ucap Gazardiel bertelepati dengan Alex.


"Pedang legenda?" gumam Alex.


Alex kemudian memanggil Xeran dalam bentuk pedang, saat Alex menggenggam gagang pedang itu, rantai yang ada di ujung gagang pedang langsung melilit tangan Alex.


Swoosh!


Alex melempar pedang yang ada di tangannya.


Vyno langsung menghindari pedang yang di lempar oleh Alex.


"Alex kau gila! Aku pedang, bukan tombak!" Xeran berteriak.


"Pedang itu berbicara?" tanya Vyno terkejut.


"Kita bicarakan lagi nanti, sekarang kau bantu aku mengalahkan Alpha dari Black Moon Pack!" ucap Alex.


"Seenaknya saja!" teriak Xeran, kemudian dia menyerang Alex.


"Bantu aku! Aku akan memberi mu energiku jika kau membantuku mengalahkannya!" ucap Alex sambil menghindar.


"Baik, setuju!"


Xeran kemudian menyerang Vyno. Vyno yang melihat pedang itu mengarah padanya langsung menghindar.


"Kau apakan pedang ini sampai dia bisa mengamuk!" teriak Vyno.


"Aku tidak tahu, aku hanya memberitahunya jika dia mengalahkanmu, aku akan memberikan energiku padanya. Dan pedang itu mengendalikan dirinya sendiri" ucap Alex.


Xeran terus menyerang Vyno. Xeran kemudian menambah rantai di gagang pedangnya, dan langsung mengikat Vyno dengan rantai miliknya.


"Dapat!" teriak Xeran.


"Apa?!" Vyno terkejut karena tubuhnya tiba-tiba terikat oleh rantai.


"Kerja bagus, Xeran!"


Alex menarik Xeran, dan langsung menggenggam gagang pedang itu.


Alex kemudian mengalirkan energi kepada Xeran.


"Lepaskan aku!" teriak Vyno.


Setelah Alex mendengar Xeran sudah puas dengan energi miliknya, Alex langsung berhenti mengalirkan energinya.


Xeran kemudian merubah tubuhnya menjadi seorang anak kecil.


"Bukankah pedang yang di tangannya itu pedang legenda? Kenapa dia tidak menggunakan kekuatan pedang itu?" Alex bingung.


"Kami pedang legenda memilih tuan kami sendiri, jika ada yang memaksa untuk menggunakan kami dengan paksa, kami tidak akan memberikan kekuatan kami padanya" ucap Xeran.


"Apa kekuatan pedang legenda itu?" tanya Alex.


"Pedang itu adalah Pedang Element, pedang legenda terlemah" ucap Xeran.


"Pedang terlemah?" tanya Alex.


"Ya, karena dia tidak akan memberikan seluruh kekuatannya kepada sembarangan orang, makanya dia disebut pedang legenda terlemah. Tapi, jika kau bisa melakukan kontrak dengannya dan dia mengakuimu, maka dia dengan sukarela memberikan seluruh kekuatannya padamu" ucap Xeran.


"Xeran, apa aku harus mengalirkan energiku pada pedang ini?" tanya Alex.


"Ya, coba saja" ucap Xeran.


Alex kemudian mengalirkan energinya kepada pedang yang ada di genggamannya.


Pedang itu perlahan bercahaya, semakin lama cahaya itu semakin terang.


Swooosshh!


Pedang itu perlahan berubah, dan Alex merasakan jika dia merasa seperti menggenggam sebuah tangan.


Alex kemudian melihat wujud seorang wanita di balik cahaya itu.


"Master"


'Benar-benar suara wanita' pikir Alex.


Setelah cahaya itu hilang, Alex melihat seorang wanita, lebih tepatnya seorang gadis berusia 17 tahun, seusia dengan Alex.


Alex terkejut ketika dia menyadari jika wanita yang ada dihadapannya ini bertelanjang bulat.


Alex dengan cepat memalingkan wajahnya, dan membuka jubah yang dia kenakan.


"Pakai ini untuk menutupi tubuhmu"


Alex langsung menyodorkan jubahnya.


"Master, beri aku nama" ucap gadis itu.


"Baiklah, mm… sekarang namamu adalah Rin" ucap Alex.


"Terima kasih, master" ucap Rin.


Saat Rin ingin memeluk Alex, Alex langsung menghindar, membuat Rin hampir terjatuh.


"Master tidak menyukai ku" ucap Rin sedih.


"Alex tidak suka di peluk! Dan juga, mana mungkin dia akan menyukai wanita tua seperti mu!" teriak Xeran.


"Aku tidak tua!… eh, kamu…"


Rin berpikir, karena dia pernah merasakan energi milik Xeran.


"Ah! Kakak Bulan, kamu kakak Bulan, kan?" tanya Rin.


"Ya, itu aku, jangan pernah melupakan ku, dan juga sekarang nama ku Xeran!" ucap Xeran.


"pffftt! Hahahahaha… Kakak Bulan? Hahahaha…" Alex tidak bisa menahan tawanya lagi.


"Jangan tertawa!" Xeran kemudian menyerang Alex, tapi Alex berhasil menghindarinya.


"Baik! Sekarang berhenti mengobrol… kita harus mencari seseorang di sini" ucap Alex.


Alex merasa seperti dia melupakan sesuatu.


"Ah, aku lupa untuk meminta rambut dan darah milik Sean" ucap Alex.


"Dasar bodoh!" Xeran kemudian menarik tangan Rin dan membawanya ke dimensi milik Alex.


Setelah itu Alex menggunakan teleportasi menuju tempat Sean.


"Sean! berikan rambut dan darahmu!" teriak Alex yang tiba-tiba muncul di hadapan Sean.


Sean yang terkejut langsung terjatuh dengan tidak elite-nya.


"Kenapa kau tiba-tiba muncul!" teriak Sean.


"Berikan rambut dan darahmu!" ucap Alex.


"Tidak, aku akan ikut denganmu" ucap Sean.


"Tidak boleh, kau hanya akan menjadi beban untukku!" teriak Alex.


Sean hanya menghela napasnya, dan memberikan sehelai rambut dan setetes darahnya kepada Alex.


Alex langsung menggunakan teleportasinya kembali ke wilayah Black Moon Pack yang sudah hancur.


Alex kemudian mengalirkan energinya ke rambut milik Sean yang ada di tangannya.


Perlahan rambut itu mulai bercahaya, dan di ikuti cahaya lain dari balik reruntuhan Mansion Vyno.


Alex langsung pergi ke reruntuhan itu, dan menyingkirkan seluruh reruntuhan bangunan.


Setelah tidak ada yang menghalangi lagi, Alex melihat sebuah cahaya dari bawah lantai.


"Ruang bawah tanah?"


Alex menghancurkan lantai itu, menghasilkan lubang yang cukup besar.


Alex langsung melompat turun ke dalam sana, dan setelah masuk cukup jauh, dia melihat seorang gadis yang di rantai, dan gadis itu memancarkan cahaya seperti rambut milik Sean yang ada di tangannya.


"Gadis ini adalah… mate Sean…" gumam Alex.