I'M Lord Vampire

I'M Lord Vampire
61



Malam hari, pukul 19.30…


Alex, Rean, Giana, Cecyl, dan Anellia berada di tempat pelelangan milik keluarga teman Anellia.


Tempat pelelangan itu adalah milik keluarga Virlen, pemilik tempat itu sekarang adalah Arlen Virlen, dia adalah Ayah Viona Virlen.


Saat Alex menunjukkan kartu VVIP miliknya, Alex dan yang lainnya dibawa ke sebuah ruangan khusus.


"Wah… tempat ini sangat nyaman" ucap Cecyl.


"Ini adalah ruangan VVIP, mana mungkin ruangannya tidak nyaman" ucap Anellia.


"Hei, barang kalian akan menjadi penutup di pelelangan ini" ucap Viona yang tiba-tiba muncul.


"Tuan, jika Anda ingin membeli barang, Anda hanya perlu menekan tombol yang ada dimeja dan langsung sebutkan harganya" ucap Viona, kemudian pergi.


"Dia seperti Jelangkung, datang tak dijemput, pulang tak diantar" ucap Giana.


Dan kata-katanya itu membuat Rean, Cecyl, dan Anellia tertawa.


Mereka berempat kemudian menatap Alex.


"Aku tidak pernah melihatmu tersenyum" ucap Anellia kepada Alex.


"Itu bukan urusan kalian, jika kalian ingin uangnya, kalian hanya perlu duduk diam dan patuh" ucap Alex yang sudah duduk di sebuah sofa yang nyaman untuk satu orang.


Rean, Giana, Cecyl, dan Anellia yang mendengar itu langsung duduk di sebuah sofa panjang.


Pelelangan dibuka dengan memecahkan sebuah piring antik, dengan harga 5 juta. Pelelangan itu dilakukan oleh seorang wanita.


Selama pelelangan, Alex hanya melihat, dan merasa sangat bosan.


Ada tiga barang yang ditampilkan diakhiri pelelangan, salah satunya adalah koin milik Alex.


'Alex, kau melihat gelang dan cincin yang ada di sana kan?' tanya Xeran yang tiba-tiba bertelepati dengan Alex.


'Ada apa dengan kedua benda itu?' tanya Alex.


'Aku merasakan aura naga dari kedua benda itu, mungkin saja Naga Kuno ada di dalamnya' ucap Xeran.


Pelelangan kemudian dimulai lagi, dengan gelang dan cincin dilelang 2 juta diawal.


Banyak yang menginginkannya, dan yang terakhir berada di harga 14 juta.


Alex kemudian menekan tombol yang ada di meja.


"20 juta" ucap Alex.


Semua orang di pelelangan itu terdiam ketika ada seseorang yang menawar 20 juta.


"Gelang dan cincin naga terjual!"


Barang itu kemudian diantar ke ruangan Alex.


"Tu-Tuan, apa itu tidak terlalu mahal?" tanya Giana.


"Tidak, bahkan harganya terlalu murah" ucap Alex.


Yang membuat mereka berempat menatap Alex.


"Di dalam kedua benda ini terdapat Naga yang tertidur, aku tidak tau kenapa mereka bisa berada di dalam benda ini" ucap Alex.


"Apa mereka bisa dibangunkan?" tanya Anellia.


"Ya" ucap Alex.


"Untuk benda selanjutnya adalah sebuah kotak misterius, pemiliknya mengatakan jika kotak ini tidak bisa dibuka, bahkan berbagai alat digunakan untuk membukanya, tapi tetap tidak bisa terbuka, mungkin saja ada sesuatu di dalamnya. Di mulai dengan harga 8 juta!" ucap wanita itu.


'Alex, dapatkan kotak itu!' teriak Gazardiel.


'Eh, apa ada sesuatu di dalam kotak itu?' tanya Alex bingung.


'Aku akan menjelaskannya nanti, untuk sekarang dapatkan kotak itu dulu' ucap Gazardiel, dan langsung memutuskan telepatinya.


Saat harga masih berlanjut, Alex langsung menekan tombol.


"50 juta" ucap Alex, yang lagi-lagi membuat orang-orang yang ada di pelelangan itu menatap ke sebuah ruangan VVIP yang ada di lantai dua.


Kebanyakan mereka penasaran dengan orang yang ada di ruangan itu.


Karena tidak ada yang menawar lagi, kotak itu menjadi milik Alex.


"Yang terakhir ini adalah yang ditunggu-tunggu! Koin Kuno yang usianya sudah puluhan bahkan ratusan tahun ini masih tetap utuh dan bersih, kami mendapatkannya dari seseorang. Harga awalnya adalah 10 juta untuk satu koinnya!"


"Kami akan memulai dengan Koin tembaga atau Koin perunggu ini!"


"Tunggu, apa kalian yakin jika umur koin itu bisa sampai ribuan tahun? Bahkan itu terlihat seperti koin baru" ucap seorang Kakek tua.


"Untuk informasi itu, Anda bisa menanyakan kepada Master yang memiliki koin ini, atau Anda sendiri bisa memastikannya"


"Kalau begitu, panggil orang yang melelang Koin ini" ucap Kakek tua itu.


"Tuan…" wanita itu kemudian membungkuk ke arah Alex.


Alex yang melihat itu kemudian menghilang, dan muncul tepat di samping wanita yang melakukan pelelangan.


Semua orang terkejut melihat seseorang tiba-tiba muncul.


"Aku adalah pemilik koin ini, apa yang ingin Anda katakan?" tanya Alex


Alex saat ini tidak memakai jubah, tapi dia menggunakan topeng setengah wajah untuk menutupi wajahnya agar tidak diketahui.


"Huh, ternyata hanya seorang pemuda" ucap Kakek tua itu.


"Apa ada masalah dengan itu?" tanya Alex.


"Mereka mengatakan jika koin itu berasal dari ratusan tahun lalu, apa kau bisa menunjukkan jika itu memang sudah berusia ratusan tahun?" Tanya Kakek tua itu.


"Bukankah wanita ini bilang jika Anda bisa melihatnya sendiri? Ini adalah koin Kerajaan Vloren" ucap Alex.


Kakek tua itu kemudian mendekati kotak yang berisi koin, kemudian mengecek koin itu.


"Ti-tidak mungkin, ini benar-benar koin Kerajaan Vloren" ucap Kakek tua itu, membuat semua orang di ruangan itu terkejut.


"Nak, dari mana kau mendapatkan semua ini?" tanya Kakek tua itu kepada Alex.


"Itu milik leluhurku, karena koin yang ada di rumah terlalu banyak, aku memutuskan untuk melelang beberapa koin saja" ucap Alex.


"Berapa banyak yang kau punya?" tanya Kakek tua.


"Ada ribuan, aku tidak bisa memberitahu berapa tepatnya, tapi ada ribuan di rumahku" ucap Alex.


Kakek tua itu terlihat terkejut dengan perkataan Alex, dan ruangan lelang itu menjadi hening.


"Nak, apa kau bisa menjual beberapa kepadaku?" tanya Kakek tua itu kepada Alex.


"Aku di sini untuk melelang, bukan untuk menjual" ucap Alex.


"Nak, jika kau menjual beberapa kepadaku, aku akan mengabulkan apapun yang kau mau" ucap Kakek tua.


"Apapun?" tanya Alex.


"Ya, ya, aku akan mengabulkan apapun" ucap Kakek tua.


Alex kemudian menghilang dari pandangan orang-orang di ruangan lelang, membuat ruangan itu menjadi hening.


"Anak ini bisa menghilang dalam sekejap, apa dia seorang kultivator?" tanya Kakek tua yang terlihat bingung.


Setelah beberapa saat, Alex kembali muncul dengan Rean, Giana, Cecyl, dan Anellia berada di belakang Alex.


"Siapa mereka?" tanya Kakek tua kepada Alex.


"Aku bisa menjual beberapa kapedamu, tapi aku ingin kau menjamin kehidupan mereka berempat" ucap Alex.


"Tak masalah" ucap Kakek tua itu, sambil memberikan sebuah kartu kepada Alex.


"Itu adalah kartu namaku" ucap Kakek tua.


Alex hanya mengangguk, kemudian membawa mereka berempat kembali ke ruangan VVIP.


"Apa tidak masalah menunjukkan kekuatan di depan semua orang?" tanya Anellia.


"Apa kau percaya dengan seorang kultivator di dunia ini?" tanya Alex.


"Itu… aku mempunyai teman yang bisa menghancurkan batu besar, dia bilang jika dia belajar tenaga dalam, apa itu bisa disebut kultivator?" tanya Cecyl.


"Benarkah?" tanya Giana kepada Cecyl.


"Aku jadi ingin belajar tenaga dalam" ucap Rean.


"Belajar saja kepada Kakek tua tadi, dia juga seorang kultivator" ucap Alex.


""Benarkah?!"" tanya Rean, Giana, Cecyl, dan Anellia bersamaan.


Alex hanya mengangguk untuk menanggapi pertanyaan mereka berempat.