
Sean menyuruhku untuk bersembunyi, sedangkan Cerbe mengikuti pria yang di utus Genikos White untuk membantu pertarungan.
Aku tidak terlalu tahu fungsi Cerbe, namun tampaknya kekuatan yang tersegel perlahan mulai membuka, buktinya Cerbe bisa berubah menjadi wujud anak remaja 15 tahun.
"Sebenarnya apa yang Genikos White inginkan dari Cerbe? Apakah pria kecil itu akan tertidur lagi jika menggunakan kekuatannya?"
Sean tidak ikut untuk melihat, katanya dia merasakan aura familiar yang membuatnya benci, dia tidak ingin musuh mengetahui kalau aku pemilik Cerbe atau keberadaan para dewa bisa dengan mudah di temui!
Aku sendiri adalah eksistensi yang tidak masuk akal, akan sangat berbahaya jika orang-orang kuat tertarik dengan diriku, dan Sean tidak bisa membiarkan itu terjadi!
"Tenanglah, kekuatan Cerbe saat ini diatas para Wyvern, jangan terlalu khawatir! Namun jika mereka kelelahan mungkin hanya akan tertidur seperti sebelumnya."
"..."
Aku hanya menurutinya dan bersembunyi di bawah tanah dekat dengan lukisan yang baru ku tahu ternyata dia adalah ibuku.
Mungkin setelah ini selesai aku akan bertanya pada Genikos White apa hubungannya dengan ibuku, dan mungkin aku juga harus membawa lukisan ini untuk betanya pada ayahku! Aku tidak mau menghindarinya lagi.
Suara geraman terdengar sampai ke bawah tanah, tekanan kuat membuatku merasa sesak, namun Tenebris menetralkan itu membuat aku dan Sean bernafas lega.
"Tekanan neraka memang sesuatu yang tidak bisa di tanggung oleh manusia biasa." Gumam Sean.
"Lalu bagaimana dengan orang lain? Apakah mereka akan mengalami tekanan juga?"
"Mungkin, namun hanya akan merasa sesak atau memuntahkan darah, pasti Cerbe mengatur kekuatannya agar tidak terlalu menyakiti manusia, kalau tidak dia pasti akan di hukum dewa."
Aku mengangguk mengerti, mungkin karena pengaruh tekanan dari neraka, geraman Cerbe bahkan bisa sampai ke ruang bawah tanah ini, sangat mengerikan!
***
Setelah Cerbe berubah menjadi tiga pria tampan, mereka berpencar untuk melihat situasi yang ada, namun karena adanya para Wyvern yang sangat banyak, Cerbe berubah ke bentuk aslinya.
Bukan perwujudan anjing kecil berkepala tiga, namun anjing berukuran serigala yang lumayan besar.
Genikos White yang melihat Cerbe memiliki harapan kecil di wajahnya, sedangkan pria yang memimpin penyerangan menunjukkan ketertarikan saat Cerbe berjalan dengan angkuh di antara reruntuhan.
Orang-orang yang mengamati dalam gelap mulai mundur karena tekanan dari Cerbe, orang-orang dari negara suci menggandakan sihir perlindungan agar tidak terlalu terpengaruh oleh Cerbe begitu pula dengan pasukan tanpa nama!
"Waw, ternyata anakku mempunyai sesuatu yang berharga seperti Cerberus, anjing penjaga neraka benar-benar ada."
Wajah Genikos White mengeras, dia masih tidak mengerti mengapa ayahnya sangat serakah? Tidak bisakah dia hanya diam dan menikmati masa tuanya dengan penampilan yang indah?
"Singkirkan pikiran burukmu itu, kau bahkan tidak pantas berbicara itu pada peliharaan dewa yang agung."
"..."
Cerberus melihat ke arah pria tampan dengan jubah berwarna hitam, baunya agak seperti Liona, dan pria itu bisa di sebut sebagai makhluk abadi yang menggunakan cara kotor!
Sedangkan disisi lain Cecilia tampak terkejut dengan hadirnya pria tampan itu! Siapa lagi jika bukan Tuannya, Vilio Makrys Charleston!
Tubuhnya tampak bergetar, mengingat semua yang telah di lakukan pria itu padanya! Namun apa yang terjadi sekarang? Ternyata pria itu termasuk dalam pasukan tanpa nama!
Cecilia frustasi sejenak, berpikir bagaimana dia bisa balas dendam jika yang ada di belakang Vilio adalah orang-orang kuat? Mungkin jika di bandingkan, Cecilia hanya kumpulan upil yang tidak penting!
"Kau makhluk busuk, bahkan tidak hormat pada Tuan ini?" Cerberus berkata dengan angkuh, dia agak kesal dengan keluarga tuannya itu!
Namun mau bagaimana lagi, penjahat tetaplah seorang penjahat bahkan jika itu keluarga tuannya sendiri, beruntung sekali Tuannya tidak mempunyai sifat seperti pria tua tampan yang sedang duduk di atas Wyvern!
"Serang anjing itu! Aku ingin mendapatkannya untuk penelitian bagaimana pun caranya, jangan dulu menyerang anakku dia bisa dengan mudah ku bunuh." Teriak Vilio pada pasukan yang lainnya.
"..." Bagaimana kau bisa berpikir untuk membunuh putramu sendiri? Dasar bajingan, bahkan kau tidak pantas di terima di neraka!
Genikos White menggertakkan gigi dan mengepalkan kedua tangannya hingga kukunya menembus kulitnya.
Dia diam-diam tersenyum masam, ayahnya akan membunuhnya! Putra kandungnya sendiri, setidaknya dia bisa hidup sampai sekarang hanya demi Liona putri dari saudarinya sendiri!
"Hmph, berpikir untuk mengalahkan tuan ini hanya dengan beberapa serangga jelek? Mimpi!"
Cerberus mengeluarkan api dari ekornya, panasnya seperti lelehan magma yang mengalir ke dalam tenggorokan, orang-orang yang berada disana mundur untuk menghindari panas yang luar biasa.
Pasukan tanpa nama membaca mantra-mantra aneh yang memunculkan perlindungan sihir dengan suhu dingin ekstrem.
"Serang!"
Panah yang terbuat dari es terus berdatangan ke arah Cerberus, sedangkan anjing itu dengan santai menatap tajam pada orang-orang di depannya.
Api neraka tidak akan begitu saja padam! Mereka melakukan hal yang sangat sia-sia. Namun kejadian tak terduga pun terjadi.
Panah es yang harusnya mencair begitu merasakan api Cerberus, justru malah menyakiti tubuh Cerbe.
Dia sudah lengah karena meremehkan lawan! Ini adalah es milik makhluk hibrida yang berada di neraka paling dalam, ternyata orang-orang ini adalah penyembah makhluk hibrida!
"Aku salah karena sudah meremehkan serangga kecil seperti kalian, namun aku akan serius kali ini."
Cerbe mengaum dengan ganas, Wyvern yang berada di ketinggian kehilangan keseimbangannya dan terjatuh dari langit, sekuat apapun itu tidak ada yang bisa mengalahkan tekanan dari neraka.
Namun itu membuat kekuatan Cerbe terkuras dengan cepat, meskipun pasukan lawan memuntahkan darah dan beberapa Wyvern pingsan, dia masih harus sedikit bersyukur.
"Manusia, kau harus menyelesaikan ini. Tugas tuan ini hanya sampai disini saja."
Genikos White yang telah memakan ramuan pemulihan pun berdiri dan mengucapkan terimakasih banyak pada Cerberus.
Cecilia yang berada di radius yang lumayan jauh diam-diam berharap kalau Vilio akan mati, tidak masalah siapa yang membunuhnya dia hanya berharap kalau bajingan itu mati!
Namun gadis itu harus kecewa saat melihat salah satu pasukan tanpa nama menggunakan gulungan teleportasi tingkat tinggi yang bahkan harganya setara dengan sebuah kerajaan kecil.
Wyvern pingsan dan juga orang-orang yang terluka dari pasukan tanpa nama menghilang begitu saja dengan sangat cepat.
"..."
Semua orang menjadi begitu terkejut, memang pasukan tanpa nama tidak pernah mempedulikan harga diri dan semacamnya dalam pertarungan.
Jika merasa akan kalah, mereka kabur seperti pengecut meskipun mereka sangat kuat, makanya ada orang-orang yang bahkan membuat club mencaci maki mereka.
Pasukan tanpa nama adalah pecundang sejati, bahkan mereka takut akan kekalahan!