
"Kau kemana saja? Mengapa tiba-tiba menghilang? Aku sudah memberitahumu untuk tidak banyak membuat masalah! Disini kami sangat panik dan khawatir saat kau tiba-tiba tidak ada di kamar."
Alex memang orang yang pendiam, namun sekalinya berbicara, dia seperti rentenir penagih hutang.
Liona hanya menunduk merasa bersalah, dia juga baru tahu kalau Alex bisa marah seperti ini.
"Kau mendengarku?"
"Iya kakak maafkan aku."
Tidak ada yang berani berbicara saat Alex sedang mengomel, bahkan Sean yang tidak takut apapun di buat terdiam oleh Alex.
"Huh, jika aku melaporkan ini pada ayah, kau akan dikurung di rumah dan abstain dari akademi."
Liona melotot horor menatap Alex, terkadang kakaknya sangat berlebihan, bahkan Xavier mengangguk setuju.
"Aku hanya berada di kuil, saat aku bangun aku tidak menemukan kalian, maaf sudah membuat khawatir. Oh ya bagaimana dengan pertandingannya?" Liona mengalihkan pembicaraan.
"Pertandingannya berjalan dengan lancar, namun saat ini dokter di kota empty sangat gempar karena putri Liliyana tiba-tiba saja membaik."
Saat Liona menghilang, Liliyana sudah bangun! Dia tahu kalau Liona yang telah membantunya, Liliyana ingin mengucapkan terimakasih, namun katanya Liona sedang beristirahat.
Saat Liliyana ingin melaporkan kalau Cecilia pengguna sihir hitam, Arthur mencegahnya karena tidak memiliki bukti, dan hukuman fitnah untuk sage sangat mengerikan.
Liliyana menahan amarahnya dan hanya menatap tajam pada Cecilia yang panik karena tiba-tiba saja Liliyana tidak mati.
Tentu saja Liona tertawa terbahak-bahak setelah mendengar itu, dia bisa membayangkan wajah panik Cecilia.
"Sungguh luar biasa."
Mereka berbincang dengan santai, karena Liona gugur dari pertandingan, dia hanya jadi penonton saja, lalu temannya dan kakak-kakaknya tidak terlalu peduli dengan kemenangan.
Mereka hanya ingin mengikuti kesenangan saja!
"Cepat bantu, ada pasukan golem yang menyerang kita!" Teriak seorang ksatria yang mendobrak paksa tempat istirahat Liona.
Tentu saja semua orang yang berada disana sangat terkejut, terutama Sean!
"Kenapa bisa ada golem? Apakah itu pasukan tanpa nama yang menyerang?"
"Bukankah selama ini mereka tidak banyak berulah lagi, jadi apa yang sebenarnya terjadi?"
"Jangan banyak bicara, mari tolong yang lainnya, Liona aku tidak mengizinkanmu untuk ikut bertarung." Alex memperingati Liona.
Liona hanya patuh, membiarkan semua orang keluar, dia tidak tahu ada adegan ini di dalam novel, saat perlombaan dan festival di kota empty Liona tidak ikut serta karena dia lemah.
Lalu, dalam novel pun tidak tertulis seperti penyerangan pasukan tanpa nama atau apalah itu, apakah ini hanya kebetulan saja atau kejadian yang tidak tertulis?
Liona hanya mengacak rambutnya frustasi, terkadang novel ini sejalan dengan alur aslinya, namun terkadang juga menyimpang.
"Permisi, bolehkah aku masuk?" Putri Liliyana berdiam di depan pintu.
Liona mengangguk dan mempersilahkan putri Liliyana untuk duduk dan menuangkan teh, mungkin karena sama-sama baru sembuh mereka tidak bertarung dengan Golem.
"Aku ingin mengucapkan terimakasih karena telah menyelamatkan ku, padahal dirimu sendiri sedang tidak sehat."
"Tidak apa-apa, aku hanya tidak ingin anda kenapa-napa tuan putri."
Hening...
Mereka berdua sangat canggung, karena tidak terlalu dekat mereka hanya bisa menatap dengan tidak nyaman.
Bomm
Tiba-tiba atap bangunan tempat istirahat Liona roboh, itu di hancurkan oleh golem seukuran raksasa yang membawa kapak.
Kedua perempuan itu hanya menatap Golem dengan bodoh, terlalu terkejut untuk bereaksi, golem itu mengayunkan kapak berniat membunuh putri Liliyana dan Liona.
"Menyingkir bodoh!" Al berteriak dan mengambil kerah baju Liona, sedangkan putri Liliyana yang bertubuh gesit menghindar dengan mudah.
Setiap golem melangkah, tanah bergetar seperti gempa bumi, itu membuat orang-orang yang sedang melawan golem kehilangan keseimbangan tubuhnya.
"Sial kenapa tubuhnya sangat besar?"
"Siapa yang bisa membuat golem sebesar menara?"
Sedangkan para knight, paladin, assasin dan mage berdiri dengan berani untuk melawan golem yang tampak seperti idiot.
"Jangan berlindung di dalam ruangan, jika kau masih tidak sehat diamlah di belakangku! Aku akan melindungimu." Ujar Al serius.
"Aku bisa membantumu, aku tidak ingin menjadi penonton dan berlindung di bawah laki-laki." Al terdiam kemudian mengangguk, membiarkan Liona ikut bertarung.
Putri Liliyana yang akan bertarung teralihkan pada Cecilia dan Prasina yang mengendap-ngendap tanpa takut apapun.
Karena curiga, dia mengikuti mereka dalam kegelapan, gerakan Cecilia dan Prasina terlihat sangat berhati-hati dan ketakutan.
Mereka berdua menemui orang berjubah hitam, di belakangnya banyak orang-orang yang seperti sedang mengendalikan sesuatu.
"Taburkan ini, pastikan kalau kalian menaburkan semua bubuk ini!" Pria berjubah hitam itu menyerahkan bubuk putih seperti garam dapur.
"Baik."
"Lakukan dengan benar!"
"Ya."
Cecilia dan Prasina, meskipun mereka terlihat waspada, namun tatapannya begitu kosong. Karena merasa aneh, Liliyana terus membuntuti mereka yang menebarkan bubuk putih.
Sedangkan Liona melawan Golem dengan semangat, tubuh golem sangat keras karena terbuat dari batu, pedang tidak cukup untuk mengalahkan Golem.
Liona dan Al terus bertarung dengan Golem, kemampuan Al bisa di bilang sangat luar biasa, itu seperti membuat Golem kewalahan.
Groarrrr
Raungan aneh membuat para Golem berhenti menyerang dan berubah menjadi tumpukan batu, ratusan burung gagak terbang menjauh dari sekitar hutan.
Tanah bergetar dengan hebat, semua orang hanya terfokus pada hutan yang pohon-pohonnya roboh.
Degupan jantung yang semakin cepat, menandakan bahwa semua orang sangat gugup, apa yang begitu kuat disana?
Makhluk besar berbentuk anjing yang mempunyai 3 kepala keluar dengan mata yang menatap ganas pada mereka semua!
"Cerberus!"
Seseorang berteriak dan menutup mulutnya, mundur dengan ketakutan melihat cerberus.
Cerberus adalah anjing yang mempunyai tiga kepala, mereka adalah anjing penjaga neraka peliharaan hades.
Legenda mengatakan kalau Cerberus bertugas sebagai penjaga pintu neraka agar arwah yang sudah mati tidak bisa kabur.
Namun entah mengapa makhluk peliharaan dewa bisa ada disini? Memang ada catatan yang mengatakan bahwa cerberus di segel di benua ini.
Namun itu hanya rumor belaka, valid atau tidaknya benar-benar tidak di ketahui, namun sekarang sepertinya rumor yang tidak berdasar itu benar adanya.
Groarrr
Raungan cerberus sangat menyeramkan, beberapa bahkan jatuh dengan lemas akibat tekanan dari Cerberus.
Cerberus itu dari neraka! Tentu saja tekanan kegelapannya sangat kuat, cerberus juga bisa menyemburkan api dari dalam mulutnya.
Dan itu adalah api neraka bukan api yang di miliki para penyihir biasa!
"Kenapa bisa ada cerberus disini?" Seseorang bertanya dengan gemetar, melihat ke arah cerberus yang menggeram marah menatap mereka semua.
"Siapa yang membangunkan kami?" Suara dalam yang berat membuat merinding.
Yang berbicara adalah kepala tengah, matanya merah dan dia tampak sangat marah, Liliyana yang melihat itu di dalam kegelapan menaruh curiga dalam hatinya.
Liliyana berjalan dengan hati-hati ke arah Liona yang sedang berdecak kagum melihat Cerberus.
"Kau gila?"
Liona melirik Liliyana yang berbisik, tentu saja Liliyana merasa aneh, harusnya gadis absurd di depannya merasa ketakutan bukan merasa seperti bertemu dengan idola.
"Mereka sangat lucu dan menggemaskan." Ujar Liona dengan binar-binar kecil di matanya, tentu saja suaranya terdengar keras.
Membuat cerberus mengalihkan tatapannya pada Liona yang sedang menatap mereka dengan kerlipan.
"Manusia kau berani menyebut anjing penjaga neraka lucu dan menggemaskan? Apakah kau buta?" Tanya kepala cerberus sebelah kanan.