
Sudah tiga hari Liona tidak sadarkan diri, secara otomatis Liona gugur dalam tanding, tidak ada yang mempermasalahkan itu karena semuanya di luar kehendak.
Setelah para syaitan menyerang Liona, arena menjadi begitu sepi, pemandangan itu di saksikan beberapa orang, tentu saja Alex menjelaskan kalau Liona bisa melawan syaitan.
Semua orang percaya dan sangat berterimakasih, meskipun gagal dalam perlombaan, namun mungkin Liona akan menjadi sejarah yang membasmi para syaitan.
Pertandingan sempat di berhentikan untuk mengurus kekacauan yang tersisa, namun itu terus berlanjut karena pertandingan sangatlah penting.
"Gara-gara jalang itu! Bagaimana caranya aku menghadapi tuan." Cecilia berteriak frustasi di ruangannya.
Seharusnya dia membunuh Liona sejak awal, karena perempuan hina itu terus mengganggu rencananya.
"Arghh, percuma kekuatanku semakin meningkat namun tidak bisa membunuh jalang sialan itu."
Ada alasannya mengapa Tuannya, Cecilia dan orang-orang menara suci tidak bisa membunuh Liona, Tuannya tidak menjelaskan alasannya hanya melarang dengan tegas.
"Wanita Suci." Seorang paladin dari menara suci berlutut di hadapan Cecilia, penampilannya yang mengerikan kembali menjadi anggun dan lembut secepat cahaya.
"Ada apa?" Dengan nada lembut dan suci Cecilia bertanya.
"Putra mahkota menunggu anda di depan."
"Baiklah, kau boleh pergi!" Paladin mengangguk dan pergi, Cecilia berlari dan memeluk leher putra mahkota.
"Chris."
Putra mahkota menyambut pelukan Cecilia, sungguh adegan yang sangat romantis, mata putra mahkota di penuhi dengan binar memanjakan.
"Kau merindukanku?" Cecilia bergelayut manja di tangannya, orang-orang yang melihat itu hanya bisa menahan rasa iri dan cemburu.
"Iya aku merindukanmu, setiap detik, menit, jam, aku selalu merindukanmu."
(Uwooo🤢)
"Sebentar lagi adalah giliranku untuk bertarung, kau harus menyemangatiku ya." Putra mahkota mengangguk sambil mengelus kepala Cecilia dengan lembut.
Tiba-tiba putra mahkota mendorong Cecilia hingga jatuh tersungkur, putra mahkota memegangi kepalanya, namun kemudian kembali seperti semula.
"Ah maaf." Putra mahkota terkejut dan membantu Cecilia berdiri, rasa bersalah memasuki relung hati putra mahkota.
"Tidak apa-apa, ayo segera ke lapangan aku harus bertarung."
Di lapangan semua orang telah menunggu wanita suci dari Mavros, tentu saja seorang sage di berikan perhatian yang khusus. Lawan Cecilia adalah putri kerajaan Pulchra.
Liliyana Pulchra!
Cecilia memasuki lapangan dengan lembut, tampak seperti wanita lemah tak berdaya yang membutuhkan perlindungan.
Putri Liliyana mencibir, berpikir bahwa wanita ini mempunyai penampilan suci namun hati ular, memang penglihatan yang bagus!
"Salam putri, sebuah kehormatan untuk saya bisa bertanding dengan putri." Putri Liliyana hanya berdehem dingin, itu membuat Cecilia malu setengah mati.
"Cukup basa basi, dan mulai."
Putri Liliyana sudah mengambil ancang-ancang, namun Cecilia masih terlihat santai dan tersenyum begitu manis.
"Kalau kau tidak ingin menyerang duluan, maka aku yang akan memulai."
Tanpa menunggu lawan , putri Liliyana membentuk tombak dari roh air undine level menengah, ternyata putri Liliyana adalah seorang shaman.
Dengan sihir cahayanya, Cecilia membentuk formasi aneh, itu membuat tombak yang akan menyerang berbalik arah.
Bomm
Untungnya Putri Liliyana menghindar dengan cepat, tombak air itu menghasilkan ledakan yang cukup keras.
Karena tanah yang berterbangan, putri Liliyana, menutupi matanya akibat debu, Cecilia memanfaatkan situasi ini untuk mencari titik lemah lawan.
Putri Liliyana berkedip dingin, dia tahu kalau Cecilia berniat untuk menusuknya dari belakang, namun itu bisa membunuhnya!
"Apakah kau mau membunuhku?" Putri Liliyana dengan dingin bertanya, tentu saja Cecilia menggeleng dengan polos.
"Bagaimana bisa saya membunuh anda? Aturan disini dilarang untuk saling membunuh putri."
Namun putri Liliyana masih curiga, dia menatap Cecilia sejenak dan melanjutkan pertandingan.
Tubuh putri Liliyana sangat gesit, berbeda dengan Cecilia yang mengandalkan respon otomatis yang sangat lemah.
Cecilia memaki di dalam hatinya karena putri Liliyana yang selalu bisa menghindar saat dia akan mengalahkannya, itu membuatnya kesal.
Tanpa sadar Cecilia mengeluarkan sihir gelapnya, itu melukai jantung lawan, tentu saja sihir gelap dapat di rasakan oleh semua orang.
Mereka berfokus pada Cecilia yang terkejut gara-gara tidak bisa mengontrol emosinya, tanpa sengaja dia mengeluarkan rahasianya.
'bagaimana ini.' Cecilia membatin.
Karena masih ada kesadaran putri Liliyana memelototi Cecilia, jantungnya terasa di tusuk ribuan jarum, putri Liliyana tahu kalau Cecilia yang menggunakan sihir gelap, namun dia tidak bisa berbicara.
"Ah kenapa bisa begini, siapa yang melukai putri Liliyana dari belakang?" Cecilia yang biasanya lembut terlihat marah di tengah lapangan.
Sean dan 'Al' memuji keterampilan aktingnya yang begitu menakjubkan, bukannya dirinya sendiri yang melukai putri Liliyana?
Namun karena ingin menonton keseruan, mereka hanya diam saja menikmati pertunjukan gratis dari lotus putih.
"Ah ku kira benar ada yang menyerangnya dari belakang."
"Iya tidak mungkin dia mempunyai sihir gelap, dia kan seorang sage."
Diskusi itu membuat Cecilia menghela nafas lega, jika dalam tubuh terdapat sihir gelap dan cahaya, maka sihir cahaya akan di telan oleh sihir gelap.
Namun dalam kasus Liona, sihir dalam tubuhnya seimbang, makanya sihir itu tidak tertelan oleh salah satu dan hanya diam tidak bergerak.
"Karena putri Liliyana terluka oleh orang luar, maka pertandingan ini tidak bisa di tentukan pemenangnya." Ujar pria yang jadi pemimpin pertandingan.
Cecilia kembali ke tempatnya dengan aura muram dan wajah sedih, orang-orang yang melihatnya berpikir kalau Cecilia sedih atas insiden yang terjadi di arena.
"Ini bukan salahmu, jangan merasa bersalah dan teruslah tersenyum."
"Iya benar, kau tidak salah ini hanya kecelakaan saja, para paladin sudah di tugaskan untuk mencari dalang di balik penyerangan."
Cecilia hanya mengangguk sedih, sebenarnya dia tidak terlalu peduli asalkan identitasnya tidak ketahuan, dia hanya menjaga image saja.
Tidak ada yang tahu, sebenarnya Cecilia dari awal menguasai sihir gelap, makanya dia sangat mahir mengendalikan.
Namun pria itu menghancurkan keluarganya dan menculiknya, menjadikannya bahan penelitian, dan memasukan sihir cahaya pada tubuhnya.
Itu benar-benar sihir cahaya yang sangat murni, dan Cecilia adalah objek pertama yang tidak gagal dan tanpa efek samping, namun tidak ada yang tahu sebenarnya dia akan sangat menderita di saat bulan purnama.
Kekuatan cahayanya akan meluap-luap ingin keluar karena itu bukan miliknya, sakitnya tidak bisa di bayangkan oleh manusia biasa.
Benar-benar menyedihkan!
Sejak awal Cecilia memang ingin melepaskan sihir cahayanya, namun setelah di pikirkan itu sangat merugikan, karena dapat merusak inti sihir dalam tubuh.
Dia ingin menyalahkan Tuannya, namun tidak bisa mengumpat karena jika dia mengutuk Tuannya, maka darah akan keluar dari setiap lubang yang ada di tubuhnya.
"Hidupku kenapa begini? Padahal aku hanya ingin berdiam diri dengan bahagia." Gumamnya dengan raut wajah sedih.
Al
Sumber: Pinterest