
Seorang pria berjubah mendorong seseorang yang memiliki telinga runcing dan berbadan kurus, di ikuti dengan seorang pria kerdil seperti kurcaci dengan beberapa luka cambuk di tangannya.
"Apa itu bangsa elf dan dwarf?" Leila berbisik pada Liona yang sedang tidur tidak peduli dengan apa yang sedang terjadi.
Mendengar kata elf dan dwarf, Liona membuka matanya dan menatap elf dan dwarf dengan terkejut, berpikir mengapa makhluk yang membenci manusia ada disini?
"Keluarkan aku dasar bajingan, dewa akan mengutuk dan mengutukmu sampai kau mati!" Dwarf berteriak mengguncang pintu sel penjara.
"Diam!" Pria berjubah itu menendang dwarf hingga jatuh tersungkur, elf itu membantunya dan menatap pria berjubah dengan penuh kebencian.
Rossa, seorang elf laki-laki sedang mencari buah-buahan di luar pemukimannya, tidak di sangka dia akan bertemu dwarf yang di culik oleh manusia.
Saat ingin menolongnya, para manusia licik itu menggunakan jaring untuk menangkapnya, akhirnya elf dan dwarf itu berada di ruangan yang sama.
"Kalanos, kita akan kabur nanti jadi sekarang kita berdiam saja." Bisik rossa.
Kalanos, nama seorang dwarf itu akhirnya menurut, duduk sambil menangis dekat dengan Liona.
Mereka tidak terlalu peduli, Cecilia hanya peduli dengan bangsa pengguna kegelapan, Prasina hanya mengikuti Cecilia, sedangkan Leila dan Gressia tidak mengurusi orang lain karena dirinya sendiri sedang repot.
Liona menghampiri Elf dan dwarf yang sedang menangis di sudut, melihat mereka dengan rasa ingin tahu.
"Kenapa kau terus menatap kami? Memang pada dasarnya manusia adalah makhluk serakah dan penuh dengan kebencian. Pantas saja sang Kranos sangat membenci manusia!" Kalanos menatap Liona dengan tajam.
Karena tidak peduli dengan ocehan dwarf, Liona duduk bersila di samping rossa, mengamati mereka seperti makhluk langka.
"Kenapa kau kesini?" Tanya Rossa yang sedikit risih.
"Tidak, hanya saja bagaimana bisa kalian di tangkap para manusia itu?"
"Awalnya aku sedang menambang bijih untuk membuat peralatan rumah tangga dan pedang untuk di jual, namun siapa sangka para manusia itu menculikku setelah aku berhasil menambang bijih.
Kemudian, Elf ini ingin menolongku, kami saling mengenal, namun siapa sangka saat Rossa akan menyelamatkan ku dia di tangkap oleh jaring manusia yang sangat kuat, bahkan Rossa tidak bisa melepaskan diri." Kalanos dengan sedih menjelaskan.
Kalanos menyalahkan dirinya sendiri, andai saja Rossa tidak menolongnya mungkin dia hanya akan tertangkap sendiri dan tidak merugikan orang lain.
"Rossa, maafkan aku." Kalanos dengan nada penyesalan menangis memegang tangan Rossa.
Seorang elf mempunyai rasa sensitif yang sangat tinggi, jadi dia ikut menangis bersama kalanos.
Karena tidak ingin mendengar suara tangisan yang membuat telinganya sakit dan kepala berdengung Liona menyumpal mulut mereka menggunakan kain yang dia robek.
"Hentikan! Kalian menangis pun sudah tidak ada gunanya." Dwarf dan Elf menatap Liona penuh dendam, beraninya manusia usil ini menyumpal mulut mereka berdua!
"Tadi kau bilang Kranos membenci manusia? Siapa dia?" Liona menatap Dwarf yang sudah berhenti menangis.
Sebenarnya Rossa dan Kalanos sudah tahu kalau Liona tidak mempunyai niat jahat pada mereka, itu murni hanya penasaran saja.
"Kranos adalah seekor naga yang menjaga perdamaian kekaisaran, Kranos tinggal di pedalaman pegunungan Xeros, tidak ada yang bisa memasuki itu." Jelas dwarf dengan lemah.
"Kalian tenang saja, aku akan menyelamatkan kalian. Jadi tidak usah khawatir." Liona menepuk dadanya dengan bangga, dia percaya kalau saudara dan teman-temannya akan menjemputnya.
"Pikirkanlah dirimu sendiri, kau juga tidak tertolong, bagaimana dengan kami?" Liona ingin sekali memukul kepala mereka, elf dan dwarf itu sangat menyebalkan!
***
Rumah lelang menjadi sangat ramai, yang ikut serta memakai topeng khusus agar tidak ada yang mengetahui identitas.
Dari luar rumah lelang ini terlihat seperti gubuk reyot yang akan jatuh saat di terpa angin kencang, namun dalamnya sangat luas dan mewah.
Sihir memang luar biasa, itu bisa menyamarkan sesuatu menjadi sangat jelek saat di lihat oleh mata, tentu saja yang mempunyai mata batin adalah pengecualian.
"Oh, aku tidak menyangka ternyata gubuk ini adalah rumah lelang." Elios berbisik.
Sean sudah mengetahui lokasi pasti Liona berada dari bayangan hitam yang di buat oleh Liona, hanya saja sampai disini auranya tidak bisa di lacak lagi.
Mereka menebak jika Aura Liona di batasi, itu benar-benar sihir yang sangat kuat.
Jika ingin mencari, mereka harus mempunyai undangan masuk, untung saja Sean mempunyai tiga tiket karena dirinya sempat di undang beberapa kali untuk menghadiri rumah lelang ini.
Elios, Arthur dan Luther akan menunggu di luar, bersiap-siap jika akan ada bahaya.
Sean memberikan topeng yang dia dapat dari bawahannya pada Alex dan Xavier, sedangkan Elios, Luther dan Arthur pergi bersembunyi di kegelapan.
"Serahkan undangan anda!" Pria besar dengan rambut botak dan wajah sangar meminta dengan nada yang terdengar tidak sopan.
Saat melihat undangan berwarna emas, sikap mereka menjadi jauh lebih hormat, tentu saja undangan emas berarti orang itu adalah orang yang sangat berpengaruh seperti kaisar, atau pemimpin suatu pasukan yang terkenal.
Sean, Alex dan Xavier duduk di tempat yang sesuai dengan nomor undangan, itu berada di barisan depan, melirik ke arah samping yang lebih jauh dari tempat mereka berada, Sean tahu kalau Kaisar Elefantas hadir.
Menggertakkan giginya dengan keras dan mengepalkan tangannya, Sean berusaha untuk tidak emosi, pria itu menyukai Liona! Dia sangat yakin itu!
"Apa yang berada di dalam toples itu?" Tanya Xavier sambil berbisik.
"Itu adalah potongan organ tubuh yang sangat berharga, seperti mata permata bangsa elf, tulang belakang hewan iblis, inti kristal monster yang tidak berbahaya, sedangkan yang berada di dalam kurungan, itu adalah makhluk yang langka atau monster kuat." Jelas Sean.
Pelelangan ini sangat tersembunyi karena menjual barang-barang ilegal, entah siapa yang berada di balik ini, mungkin dia sangat kuat sampai bisa melelang barang-barang seperti ini.
"Para hadirin sekalian, selamat datang di pelelangan yang kalian tunggu-tunggu, hari ini kami menyiapkan sesuatu yang sangat berharga, kami akan menunjukannya di akhir pelelangan."
Sorak sorai terdengar sangat antusias, bisa di pastikan kalau mereka adalah para bangsawan bahkan Erick Chamagela dan Marquees Leandro hadir.
"Kenapa mereka berdua ada disini?" Meskipun memakai topeng tapi penampilan Erick dan Leandro sangat mencolok, tentu saja Alex dan Xavier mengenalinya.
"Tentu saja, yang di undang ke pelelangan ini adalah orang-orang yang berpengaruh, mereka akan hadir, karena barang yang di lelang sangat langka, bawahanku melaporkan bahwa pelelangan hari ini ada dwarf dan juga elf makanya yang ikut serta lebih banyak daripada biasanya." Jelas Sean.