
Di bawah tanah menara suci terjadi keributan, itu karena bahan penting menghilang secara tiba-tiba, tidak ada yang mengetahui keberadaan mereka di bawah tanah, jadi mengapa bisa menghilang?
Lagipula ruangan itu di lapisi dengan anti sihir, jadi siapa yang bisa membawa bahan penting di tempat tanpa sihir yang di jaga dengan ketat?
"Dasar tidak berguna! Menjaga satu makhluk lemah saja kalian tidak bisa? Apa gunanya aku memberi kalian makan dan tempat tinggal? Hanya buang-buang sumber daya." Teriakan menggelegar penuh amarah terdengar.
"Ampuni kami tuan, kami sudah menjaga dengan ketat." Para bawahan bersujud ketakutan.
"Tidak berguna." Pria itu menendang kepala bawahannya sampai copot.
Dia sudah menunggu sejak lama, namun bahan yang sangat penting menghilang, sebenarnya bisa saja dia menyebarkan kalau anak itu adalah keturunan iblis pada masyarakat, namun itu akan menarik perhatian orang kuat yang lain.
"Sialan." Pria itu mengumpat dan kembali ke ruangannya dengan marah.
***
Healer Liona tidak berguna untuk Luther karena lukanya sangat parah, Liona hanya mengobatinya dengan ramuan dan ilmu kedokterannya, namun tetap saja itu tidak terlalu membantu.
"Aku tidak bisa menggunakan sihir cahayaku, karena energi yang berlawanan, kalau tidak di sembuhkan dalam waktu 24 jam Luther pasti akan mati." Batin Liona dengan bingung.
"Nona, gunakan saja sihir gelap, itu bisa menyembuhkannya." Tenebris memberitahu dalam benak Liona.
"Memangnya bisa di pakai untuk penyembuhan?"
"Iya, iblis di dunia bawah menggunakan sihir kegelapan jika mereka terluka, kau hanya perlu mengisi energinya lalu sembuhkan luka luarnya dengan healer." Saran tenebris.
Liona menuruti saran dari tenebris, mengeluarkan mananya bercampur dengan sihir kegelapan.
Luka dalam Luther perlahan pulih, vitalitasnya pun membaik, Arthur tetap mengisi vitalitas Luther dengan energi elfnya, sedangkan Elios membantu mengalirkan mana.
Luther tampak lebih membaik dan pernafasannya lebih teratur, wajahnya pun tidak mengerut dan lebih rileks.
"Luther butuh waktu untuk bangun, mungkin 3 atau 4 hari kemudian, aku akan pulang mungkin saja mereka akan mencariku." Ujar Liona yang kelelahan.
"Kau tidak apa-apa? Perlu ku antar?" Elios khawatir dan mengusap keringat Liona yang bercucuran.
"Tidak usah, kau jaga saja Luther, kabari aku jika terjadi sesuatu."
"Baik."
Liona pergi dengan teleportasi, tiba di bagian paling dalam kastil, tidak ada aura siapa-siapa, itu berarti tidak ada yang melihatnya.
Di luar kabar Luther adalah seorang iblis tersebar, itu membuat pria tua marah, dia tidak tahu siapa yang menyebarkan itu.
Penduduk meminta kaisar untuk membakar Luther, untung saja Liona telah memberikan ramuan penyamar aura, jadi aura kegelapan Luther tidak akan ketahuan, dia bisa menjelaskannya setelah sembuh.
"Kenapa alur novel jadi berantakan seperti ini? Apakah efek kupu-kupu bisa melenceng sejauh ini?" Liona frustasi.
Namun ada bagian novel yang dia lupakan teringat lagi, itu peristiwa di hukum matinya seorang iblis yang meresahkan di alun-alun, mungkin itu Luther.
Namun syukurlah sekarang dia bisa mencegah itu terjadi, bisa di pastikan jika identitas Luther sudah di ketahui dari awal.
"Nona, tuan Duke sudah memperbolehkan anda untuk keluar dari sini." Seorang pelayan datang dan berkata dengan kepala menunduk.
Liona mengangguk dan pergi menemui duke, beberapa saat yang lalu duke debat dengan bangsawan lain terkait putrinya yang berteman dengan iblis.
Namun siapa itu Duke Asteria? Dia bisa menyelesaikannya dengan mudah, itu juga di bantu anak kembarnya.
"Liona syukurlah kau baik-baik saja, maaf bukannya ayah bermaksud mengurungmu." Duke Asteria berkata dengan rasa bersalah, terlihat dari sorot mata dan nada yang seperti menyalahkan diri sendiri.
"Ayah aku mengerti, jangan khawatir." Liona memeluk Duke dan tersenyum.
Liona tidak menceritakan masalah menara suci, atau dia bisa di tuntut karena tuduhan palsu, tidak ada bukti dan reputasi menara suci besar.
Karena itu dia tidak bisa sembarangan memberitahu Duke kalau menara suci adalah dalang di balik semua ini.
"Oh, sage menara suci akan di umumkan seminggu lagi, sekarang masyarakan masih di hebohkan dengan isu anak iblis." Duke memberitahu.
"Ayah, Luther bukan iblis, nanti dia pasti akan membuktikannya kalau dia hanyalah manusia biasa." Ujarku dengan tegas, Duke hanya mengangguk dan tersenyum.
"Lalu kenapa sage menara suci di umumkan?" Aku mengernyit, di novel sage tidak di umumkan, makanya Cecilia banyak di remehkan Liona.
"Entahlah, pihak menara sudah memberitahu ayah, mereka benar-benar pemaksa ayah tidak menyukainya." Duke Asteria mengeryit tidak suka.
Di lain tempat, Cecilia tersiksa karena bahan yang sangat penting hilang, dia jadi sasaran amukan pria tadi.
Pria itu memperkosa Cecilia dengan amarah yang tidak bisa di redakkan, jika saja Liona menyaksikan adegan ini mungkin dia akan terkejut Sampai mati.
Dimana letak polosnya sekarang? Itu seperti wanita jalang berguling di kasur seperti babi.
"Tuan ampuni aku, aku tidak tahu kalau berita tentang Luther menyebar aku bersumpah." Cecilia berkata dengan suara yang menjijikan.
Pria itu tidak lain adalah seseorang yang menemui Cecilia saat di Ravnos, meskipun penampilannya sangat tampan namun usianya sudah sangat tua.
Tidak ada yang menyangka kalau dia adalah monster tua yang sudah hidup 1000 tahun.
"Diam! Kau benar-benar membuatku marah." Dengan amarah pria itu menyiksa Cecilia yang terus-menerus memohon.
Setelah selesai, pria itu pergi dengan amarah dan kepuasan, Cecilia hanya terbaring sambil menangis dengan lemah.
Tidak ada yang tahu penderitaannya, dia juga tidak mau melakukannya, dia hanya ingin hidup bebas.
"Ini semua gara-gara Liona perempuan sesat itu!" Cecilia dengan aura membunuh mengutuk Liona.
Cecilia sudah kehilangan segalanya, keluarganya, kesuciannya, harga dirinya, hanya demi hidup dia merangkak di bawah kaki pria itu.
Banyak yang bilang dia bangsawan dari kampung, itu memang benar sebelum semua ini terjadi.
Cecilia tidak ingin mati, namun juga tidak ingin hidup. Makanya dia mendekati Sean agar bisa melindunginya, namun laki-laki itu terus-menerus menempel seperti moci pada Liona dan itu membuatnya kesal.
Putra mahkota pun sama, Cecilia sudah menggodanya namun putra mahkota malah mengejeknya karena kebanyakan delusi.
Ini terjadi sebelum Liona datang, makanya dia terus-menerus menyalahkan Liona padahal itu karena ketidakmampuannya sendiri.
"Apakah aku harus menggunakan cara itu untuk menarik Tuan Sean dan Putra mahkota?" Cecilia memikirkannya dan menyeringai.
Meskipun bayarannya sangat mahal, namun dia bisa menggunakan ilusi itu untuk memikat mereka berdua.
"Aku akan membuat kalian berdua bertekuk lutut di bawahku, akan ku buat kalian menjadi budak." Meskipun terdengar lemah namun nadanya di penuhi aura kekejaman.
Benar-benar iblis yang berkamuflase menjadi manusia cantik dan suci!