
Liona dan yang lainnya telah keluar dari empat kekaisaran, mereka mulai meningkatkan kewaspadaan, di depan hanya ada sungai luas, meskipun di pasangi jembatan di atasnya, namun itu cukup rapuh bila di naiki bersama.
"Apakah kita akan melewati ini?" Tanya Luther, wajar saja tidak tahu, karena baru pertama keluar dari empat kekaisaran. Dunia benar-benar sangat luas.
Liona dan Brigitte saling berpandangan, Brigitte Beatrice adalah nama asli dari ice sugar, beberapa saat yang lalu Liona bertanya tentang bagaimana dia bisa masuk pasukan Tiger dan jadi bawahan Sean.
Ternyata Brigitte adalah seorang pencuri, dia di tangkap orang-orang kekaisaran Pulchra karena mencuri kantung uang milik salah satu putri yang ada disana.
Saat itu Sean dan pasukan Tiger menolongnya, mengatakan kalau Brigitte adalah orangnya, Brigitte juga dekat dengan putri Liliyana, sejak saat itu Brigitte mengikuti Sean dan pasukan Tiger.
"Kita akan melewati ini, pasukan ku terlebih dahulu yang akan pergi dengan membawa barang-barang kita." Sean menjelaskan.
Mereka menunggu barang-barang sampai pada seberang sungai, sedikit lambat karena bisa saja jembatan itu roboh jika terlalu cepat.
Karena bosan menunggu, Liona melirik Sean yang sedang memperhatikan bawahannya, takut terjadi sesuatu.
"Sean, waktu itu aku melihat Cecilia dan Tuan Erick tampak sangat akrab dan hangat, namun beberapa waktu lalu aku melihat Tuan Erick sepertinya agak jijik dengan Cecilia."
Sean tidak pernah memikirkan ini, karena dia tidak peduli dengan wanita yang ingin membuatnya jatuh ke dalam ilusi, namun itu juga agak aneh setelah di pikirkan.
"Mungkin Erick sempat terpengaruh ilusinya, atau wanita itu yang berbuat kesalahan sehingga menjadi lebih di benci." Sean hanya tersenyum acuh tak acuh, yah karena Cecilia tidak begitu penting.
Liona hanya menganggukkan kepalanya, Cecilia memang tidak terlalu penting, lagi pula sudah lama Liona tidak mendengar kabar tentang Cecilia atau putra mahkota.
Setelah kereta yang mengangkut barang tiba di seberang, kini giliran pasukan berkuda yang melewati jembatan, masih berjalan agak lambat .
"Aku merasa jika air sungai ini sangat tenang, sampai terasa aneh." Arthur agak bergidik saat melihat ketinggiannya.
Memang jembatan ini kira-kira 300 meter diatas permukaan sungai, dan jika terjatuh kemungkinan akan cedera parah, atau mati terbentur batu.
"Ada legenda mengatakan kalau sungai ini di huni para duyung, namun karena duyung makhluk mitos kebenarannya sangat di ragukan." Kata Elios melihat ke arah sungai.
"Maksudmu duyung itu adalah makhluk imajinasi?"
"Iya, kredibilitasnya benar-benar di ragukan. Namun ku pikir para pendahulu tidak mungkin membuat karakter imajinasi jika tida ada objeknya, aku setengah percaya dan tidak."
Liona mendengarkan dengan seksama, di kehidupannya dulu dia sering mendengar tentang duyung, katanya mereka adalah siluman ikan yang sangat cantik, namun kecantikannya adalah pemikat untuk membuat mangsa terjatuh.
Nyanyiannya yang merdu dan wajahnya yang rupawan sangat berbahaya, karena para duyung memikat manusia dengan itu, jika mangsa terjebak, duyung akan memakan jantung mangsanya.
"Elios ini giliranmu, jangan memikirkan duyung." Edward dengan datar mengingatkan, Elios meliriknya dingin dan berjalan perlahan ke arah seberang sungai.
Krekk
Tali yang menggantung jembatan sedikit berderak, Elios berhenti dengan hati-hati. Semua orang juga menunggu diam dalam keadaan jantung berdebar keras.
Brakk
Pria berkulit hitam manis membaca mantra, sesuatu dari dalam air membentuk sebuah bunga lotus yang besar, mencegah agar Elios dan dua orang lainnya terjatuh ke sungai.
Liona terkejut, pria itu membuat sihir musim semi yang langka, pantas saja Liona merasa tidak asing, ternyata pria itu adalah Jason! Dia adalah karakter yang hanya lewat sekejap dalam novel.
Asal usulnya tidak di ketahui, dia di beri penghargaan sebagai satu-satunya orang yang bisa mengendalikan sihir musim semi. Tidak ada yang tahu dia berasal dari clan mana, bahkan dia tidak punya nama belakang.
"Kau baik-baik saja?" Tanya Liona melihat ke arah Elios yang tenang, tidak ada raut tertekan atau terkejut, bahkan Liona merasa jika Elios mempunyai gangguan psikologis.
"Kenapa kau sangat tenang? Apakah saat kau hampir terjatuh tadi mengalami shock sampai membuat idiot?"
Elios memelototi Liona dan menjitak kepalanya, dia di ajarkan untuk tetap tenang dalam segala kondisi di organisasi, bukan karena dia menjadi idiot akibat shock.
"Aw, kenapa kau menjitakku? Aku hanya bertanya karena aku khawatir." Liona mengusap kepalanya dengan ekspresi cemberut, itu tampak sangat lucu seperti tupai.
Sean yang melihat itu wajahnya menghitam, Liona sangat mempesona dalam ekspresi apapun, bagaimana jika bawahannya dan orang-orang di sekitarnya jatuh cinta pada wanitanya?
"Cukup! Aku akan membawa kalian semua agar tidak terlalu membuang-buang waktu." Jason dengan dingin menyela, Liona diam-diam mencibir dalam hatinya, bukankah harusnya sejak awal dia mengeluarkan kemampuannya agar tidak membuang banyak waktu?
Tapi karena tidak berani berkomentar, Liona hanya diam menurut. Jason ini mempunyai aura bapak-bapak yang membuatnya tidak bisa melawan.
Jason membawa mereka tanpa banyak omong kosong, memang lebih cepat dan efektif. Orang-orang melihatnya seolah mengatakan 'kenapa tidak kau lakukan dari awal' namun Jason hanya berwajah datar tidak peduli.
Perjalanan kembali di lanjutkan tanpa beristirahat, ini hampir malam dan mereka tidak memilih untuk mendirikan tenda.
Katanya jika berhenti di malam hari justru sangat berbahaya, monster akan menyergap karena aroma manusia sangat pekat.
Dalam kitab katharo juga di jelaskan jika para monster bisa mendeteksi adanya manusia dari aromanya, jadi jika terus berjalan para monster tidak akan mengikuti, karena pasti ada monster lain yang menyerang.
Bisa di katakan monster yang berada di luar empat kekaisaran banyak yang mempunyai akal, mereka sangat pintar, namun masih tetap menjadi musuh alami manusia, jadi mereka akan tetap menyerang meskipun nyawa taruhannya.
"Ini unik sekali, tapi bukankah ada sihir perlindungan?" Tanya Luther.
"Sihir perlindungan yang lemah tidak akan mempan disini, jadi percuma saja jika memasangnya. Lalu jika ingin memasang sihir perlindungan tingkat tinggi akan banyak menguras mana, dan perjalanan masih jauh." Jelas Dave.
Liona meliriknya, Dave meskipun tinggal bersamanya di dunia modern, namun entah mengapa dia sepertinya lebih banyak tahu tentang dunia ini.
Dave yang menyadari tatapan Liona hanya tersenyum lembut, dia tidak lagi memanggil Aletta karena itu akan di curigai.
'Kau sangat mencurigakan!' Telepati Liona, senyum Dave malah semakin melebar. Dia bisa mengetahui lebih banyak tentang dunia ini tentu saja karena jiwanya terbagi menjadi dua atas perintah dewa.
Sean kembali mengernyit melihat interaksi Liona dan Dave. Dave sudah tidak memakai topeng kelinci jelek lagi, tapi hubungan Dave dan Liona seperti pertemanan yang sudah ada sejak lama.
Itu memang membuat Sean curiga, namun dia tetap percaya pada Liona. Mungkin ada sesuatu yang tidak bisa Liona katakan padanya sekarang, Sean juga tidak akan memaksa, dia akan terus menunggu Liona sampai gadis itu menceritakannya sendiri.