I Became A Villain In A Novel

I Became A Villain In A Novel
Lima puluh tiga



Sean memutuskan untuk melamar Liona, untuk menghindari lamaran putra mahkota, tidak ada cara lain, lagi pula menurut Alex pertunangan masih bisa di batalkan karena Liona belum memulai upacara kedewasaannya.


Alex dan Xavier merencanakan agar Sean hanya akan menjadi tunangan sementara, tapi bagaimana Sean membiarkan itu terjadi? Pemutusan pertunangan harus di setujui kedua belah pihak, jadi jika Liona menyetujui dia tidak akan.


"Huh karena tidak ada cara lain lagi aku akan membiarkanmu melamar adikku, tapi bukan berarti kami merestuimu." Xavier dengan sinis menatap Sean yang tak berdaya.


***


Semua peserta sudah di pulangkan, Liona dan teman-temannya terpisah karena aturan dari akademi.


Untuk siswa perempuan akan di pulangkan lebih dulu, sedangkan siswa laki-laki akan di pulangkan terakhir.


Tapi tetap saja perlindungan perempuan lebih ketat, Liona satu kereta bersama dengan Leila Lapen dan Gressia Frosfora.


"Apakah ada aturan seperti ini di dalam novel?" Gumam Liona sambil melihat ke arah luar.


"Apakah kau mengatakan sesuatu?" Gressia dan Lelia saling bertatapan, sejujurnya mereka tidak dekat dengan Liona karena dia di kelilingi siswa populer.


"Ah tidak, aku hanya berbicara pada diriku sendiri." Gressia dan Leila memandang aneh pada Liona, dalam pikiran mereka berdua siswa jenius dan populer selalu memiliki sifat yang aneh.


"Ngomong-ngomong anjingmu sangat unik, mereka lucu dan mempunyai tiga kepala." Leila tampak berusaha mengakrabkan diri dengan Liona.


"Iya, aku menemukannya saat berada di kota empty, aku ingin memeliharanya karena ku pikir dia sangat lucu dan menggemaskan."


"Selera mu sangat unik." Gressia menanggapi.


Karena percakapan itu mereka terlihat menjadi lebih akrab, Leila dan Gressia berpikir jika Liona adalah wanita lurus dan dingin, namun ternyata dia sangat asik dan nyambung saat di ajak berbicara.


Tentu saja Liona bisa membiasakan diri, saat jadi mahasiswa dulu, Liona harus belajar dan memahami setiap orang, karena Liona akan menjadi seorang dokter memahami karakter pasien dan sifatnya sangat penting.


Liona juga mempelajari ilmu psikologi untuk bisa melihat karakter, jadi dia cukup bisa berkomunikasi dengan lancar pada orang lain, dia bukan manusia kaku, hanya saja memang garis wajahnya yang terlihat seperti seorang Villain.


"Ku kira kau wanita kaku yang tidak banyak bicara, kau hanya bergaul dengan orang yang sama." Liona menatap Gressia, menurut Liona Gressia adalah tipikal orang yang blak-blakan dan tidak munafik.


"Iya, jujur saja kami menyukaimu dari dulu, hanya saja aura mu terlihat penyendiri dan sangat kaku, ku pikir jika kami mendekat hanya akan menganggu dirimu."


Liona tidak menyangka kalau orang-orang berpikiran seperti itu padanya, baginya jika ingin berteman maka berteman, jika tidak maka tidak usah.


"Aku..."


Liona berhenti berbicara saat dia mencium bau tidak asing, itu adalah bau obat insomnia namun dengan dosis yang tinggi, di tambah dengan bau bunga yang sangat menyengat.


"Sial." Liona mengumpat, Gressia dan Leila terlihat heran, saat ingin bertanya mereka berdua tiba-tiba saja jatuh tertidur.


Liona menutup hidung dan mulutnya, dia membuka pintu kereta dengan paksa, melihat kereta yang lain sudah jalan menjauh.


Lalu Liona melihat kusir yang tergeletak pingsan, Liona yakin kalau kereta mereka menjadi sasaran bandit, dia ingat kalau keretanya ada di urutan terakhir, tapi mana para knight dan paladin?


"Apakah ini sudah di rencanakan?" Liona dengan sempoyongan kembali ke arah kereta berniat untuk mengeluarkan Gressia dan Leila.


"Hehe gadis kecil yang sangat cantik, kita bisa menjualnya dengan harga yang cukup tinggi." Seorang pria tua, gendut, berkumis panjang dan terlihat jahat tiba-tiba datang.


Liona tidak bisa menggunakan kekuatannya karena racun menyerang saraf-sarafnya, membuatnya sangat mengantuk dan tidak bertenaga, sedangkan Cerbe masih tertidur.


"Berisik! Dasar bandit." Umpat Liona, meskipun suaranya agak lemah namun terdengar tajam.


"Wow gadis ini sungguh istimewa, kita akan mendapatkan uang yang banyak kali ini, beruntung kita bisa mengelabui pada knight dan paladin."


Liona tidak bisa lagi menahan kantuknya, dia ambruk seketika.


Alex dan Xavier yang masih berada di kota empty tidak pernah tenang, Elios yang sedang mengangkut barang tiba-tiba merasakan firasat yang sangat buruk.


"Liona." Gumamnya yang terdengar oleh Alex dan Xavier.


"Elios, kenapa dengan Liona? Kau tadi menyebutkan nama Liona, cepat beritahu kami." Xavier dengan panik mengguncang bahu Elios.


"Aku merasakan firasat kalau Liona sedang dalam bahaya, itu sangat buruk sepertinya kita harus pulang lebih dulu."


Sean tiba-tiba datang dengan wajah suram, dia bisa merasakan Liona dalam bahaya karena hubungan kontrak.


"Liona dalam bahaya."


"Kami tahu, kami akan pergi lebih dulu menggunakan sihir terbang."


"Aku sudah menyiapkan kuda di luar kota empty untuk berjaga-jaga, memakai sihir terbang hanya akan menghabiskan banyak mana." Ujar Sean.


Karena tidak ada lagi waktu, mereka pamit pada yang lainnya, tidak ada yang memprotes itu, karena Alex dan yang lainnya pulang tidak memakai fasilitas akademi.


"Apakah kau tahu dimana lokasi tepatnya Liona ?" Tanya Alex khawatir.


"Iya, namun sangat samar. Mari ke arah sini." Sean memimpin menuju ke arah kereta kuda Liona menghilang.


Namun disana tidak ada tanda-tanda Liona ataupun yang lainnya, hanya kusir yang sedang tertidur dan kereta yang terbalik.


"Sial, apakah Liona sudah melarikan diri?" Luther memeriksa bagian dalam kereta, namun tetap saja dia tidak menemukan satu petunjuk pun.


"Mereka tidak melarikan diri, ada aroma obat insomnia berdosis tinggi, dan bau bunga yang sangat aneh, mungkin Liona dan teman sekeretanya pingsan."


Semua orang terdiam, Sean tidak bisa merasakan aura atau sihir Liona, dia berspekulasi mungkin saja Liona memakai gelang sihir untuk penjahat kelas kakap.


"Kenapa dengan raut wajahmu? Apakah kau memikirkan sesuatu?" Tanya Alex yang melihat raut wajah Sean tidak baik.


"Ku pikir Liona harusnya memakai gelang sihir yang membuat dia tidak bisa menggunakan sihirnya, itu gelang khusus untuk tawanan eksekusi atau penjahat kelas kakap."


Xavier menendang kereta kuda dengan keras, bagaimana bisa adiknya yang berharga di perlakukan seperti kriminal, pantas saja auranya hilang dan tidak ada jejak sihir.


"Apakah menurutmu Liona di culik?" Elios bertanya dengan suara yang dalam, tentu saja dia juga sangat marah.


"Harusnya benar Liona di culik untuk di jadikan budak, ini pasti ulah bandit cat flower karena biasanya mereka yang suka menggunakan obat semacam ini." Jelas Sean dengan kilatan dingin.


Niat membunuh menguar dari beberapa Pria yang berada disana, Arthur menghampiri kusir yang sedang tidur nyenyak, mengguncang tubuhnya dengan keras.


"Jika kau tidak ingin mati maka bangun!"


Semua orang berkedut karena kelakuan konyol Arthur, bagaimana kusir itu bisa bangun, dia di racuni!