I Became A Villain In A Novel

I Became A Villain In A Novel
Enam puluh tiga



Terasa ada gesekan dalam pertemuan Cecilia dan Liona, orang-orang yang melihat itu hanya berbisik dan menghindar, Liona hanya memasang ekspresi dingin sedangkan Cecilia seperti biasa tersenyum ramah.


"Aku tidak menyangka putri dari Duke Asteria sangat lemah, tapi untung saja kau tidak cepat mati, jika terlalu cepat sangat tidak menyenangkan." Cecilia berkata dengan senyuman yang sangat manis, membuat beberapa pria yang lewat tidak bisa mengalihkan padangannya.


"Oh, sejak kapan Sage menara suci mengurusi kehidupan orang lain? Aku tidak menyangka ternyata kamu begitu tertarik dengan kehidupanku, yah ini membuatku merasa terhormat." Liona membalasnya dengan senyum sarkastik.


Arthur yang biasanya suka sekali mencampuri urusan orang lain bahkan tidak bisa memasuki obrolan mereka, memang Liona terlihat selalu mengalah dan tidak punya kemampuan untuk berdebat, namun jika dia marah bahkan orang terjahat pun tidak bisa berkutik sepertinya.


"Yah, kau memang harus merasa terhormat karena di perhatikan oleh ku." Cecilia dengan bangga membalas perkataan Liona.


"Iya, aku merasa benar-benar terhormat. Ah bagaimana bisa aku yang kotor ini bisa mendapatkan perhatian darimu, tapi aku benar-benar berterimakasih untuk ini, berarti kau sering mengingat dan memikirkanku."


"..."


Cecilia mengepalkan kedua tangannya, Liona sangat menyebalkan! Apalagi senyum sarkastiknya itu, rasanya dia ingin menjambak rambut Liona sampai botak.


"Kalau begitu kami permisi, maaf sudah mengganggumu. Sampai jumpa kembali." Cecilia menarik tangan Prasina yang menunduk, entah merasa bersalah atau menahan rasa malu.


Liona menghela nafas lega, sulit sekali rasanya berhadapan dengan wanita ular seperti Cecilia, dalam novel 'The Happiest Princess' harusnya Cecilia memikiri kepribadian baik dan lembut, bukan wanita munafik seperti itu!


Lagipula dari awal dia tidak pernah mengganggunya! Hanya menghindarinya karena tidak ingin berakhir tragis seperti di dalam novel.


Namun cerita ini melenceng jauh dari alur, Liona juga tidak bisa menebak masa depan yang akan datang jika menerka-nerka.


"Lihat wanita itu! Sangat menjijikan, dia yang mengajakmu berdebat, namun dia sendiri yang membuat malu. Aku tidak tahu mengapa dia senang sekali mencari masalah denganmu." Luther menggerutu.


"Itu karena pesonaku yang luar biasa."


"..."


'sialan, jika mereka diam seperti ini, itu hanya akan membuat malu diriku.' batin Liona menahan rasa malu atas kepercayaan dirinya.


"Kau tidak malu berkata seperti itu?" Elios dengan datar bertanya, entah mengapa wajah Liona memanas. 'tentu saja aku malu.' ingin rasanya bilang begitu, namun itu hanya akan menjatuhkan harga diri.


"Tidak."


Dengan cepat Liona pergi meninggalkan teman-temannya yang terkikik geli, terkadang Liona bertingkah absurd dan tidak tahu malu, namun mereka sangat menyukai sisinya itu.


Tidak banyak yang terjadi di Akademi, keseharian Liona hanya belajar berpedang, membuat ramuan, berlatih mantra dasar dan bertarung, mengingat susunan tulang dan kerangka manusia, dan menghadiri setiap mata pelajaran.


Kehidupannya di Akademi sangat membosankan, hampir setahun Liona ada di dunia ini, meskipun begitu sudah banyak hal yang terjadi, dua minggu lagi dia akan mengadakan upacara kedewasaan.


"Putra mahkota datang."


"Katanya dia akan meminang lady Asteria, namun bukannya dia sudah memiliki tunangan?"


"Kenapa Lady Asteria? Bukannya putra mahkota kekasih lady Cecilia?"


Para penggosip benar-benar berbisik dengan keras saat Liona lewat, meskipun kehidupan Akademinya membosankan, namun banyak sekali yang bergosip tentangnya.


Entah mengapa kaisar menjadi lebih tertarik dengan Liona, Liona sudah mencoba melepaskan Putra mahkota dari ilusi, namun itu lebih rumit dari dugaannya.


"Sepertinya mereka akan mati jika satu hari saja tidak bergosip tentangmu." Luther mengernyit, dia sangat marah saat beberapa orang menunjukkan kebencian dengan terang-terangan kepada Liona, bahkan memfitnah!


Liona tidak tahu sejak kapan jadi seperti ini, padahal katanya kaisar sudah tidak tertarik dengan dia? Sean juga sudah menekan kaisar agar tidak mengganggu keluarga Duke Asteria.


Sebenarnya Liona bisa membebaskan ilusi putra mahkota dan menyuruhnya agar menyampaikan kepada kaisar untuk berhenti tertarik kepadanya, meskipun rumit namun jika menekannya dengan menggunakan tenebris, putra mahkota akan sadar.


Namun Sean berkata jika itu hanya akan merugikan diri sendiri, karena sihir gelap yang lebih besar jika di gunakan untuk hal kecil hanya akan memancing orang-orang kuat, dan bisa saja membahayakan keluarganya, makanya Liona hanya butuh lebih banyak persiapan.


"Celia, bukannya putra mahkota kekasihmu? Namun mengapa kaisar terus menerus menekan agar putra mahkota bertunangan dengannya? Padahal dia sendiri kan sudah punya tunangan."


Liona dan teman-temannya melirik seorang wanita berambut pirang dengan wajah yang tedapat bintik-bintik hitam sedang berbisik ke arah Cecilia dan menatap Liona dengan jijik.


"A-aku juga tidak tahu, aku hanya bisa percaya dengan putra mahkota, lagi pula Liona sudah mempunyai tunangan, tidak mungkin dia menggoda putra mahkota."


Liona hanya memutar bola matanya malas, siapa yang tidak tahu arti di balik perkataannya? Itu berarti Liona wanita murahan jika benar-benar menggoda putra mahkota, padahal dia sendiri sudah bertunangan.


"Aku mengakui kalau dia sangat cantik, namun kelakuannya benar-benar tidak bisa di benarkan, dia merebut kekasihmu dan juga perhatian orang lain! Benar-benar wanita penuh dengan rasa iri, apakah itu adalah pelajaran yang di berikan Duke?"


Kali ini wanita itu sudah keterlaluan, Liona diam karena memang dia tidak mau membuang-buang waktu untuk hal yang tidak penting, namun jika membawa keluarganya Liona tidak bisa melepaskannya.


"Liona!" Saat Arthur hendak menghentikan Liona, dia sudah berada tepat di hadapan wanita pirang itu.


Plak


Plak


Liona menampar wanita itu berkali-kali, dia melirik ke arah Cecilia yang menutup mulutnya tampak puas, Ah ternyata ini keinginannya agar Liona di cap sebagai orang busuk!


"Apa yang kau lakukan?" Wanita itu berteriak di depan Liona, itu hanya membuatnya semakin emosi, dia tidak peduli dengan reputasi atau apalah itu, terlanjur di cap buruk, dia tidak peduli jika capnya semakin buruk.


Plak


Liona menamparnya lagi, sudut mulut wanita itu robek dan berdarah, Liona menamparnya tanpa ampun, sama sekali tidak memberikan kesempatan agar wanita itu melawan.


"Kau bilang apa yang aku lakukan? Heh, aku diam saja karena tidak peduli dengan kecoa seperti dirimu! Namun kau sudah melewati batasmu, kau hanya seorang putri Viscount, bisa-bisanya menghina keluarga Duke." Liona menjambak wanita itu dengan keras.


Luther dan Elios berniat menghentikan mereka, namun Arthur menahannya karena Liona tidak akan bisa di hentikan!


"Keluarga mu bisa saja hancur, jaga mulutmu! Jika tidak aku akan memotong lidahmu dan membuat keluargamu jatuh miskin!"


Setelah itu Liona pergi tanpa mempedulikan orang yang mulai berbisik tentangnya, Elios, Luther dan juga Arthur hanya mengikutinya tanpa berbicara apa-apa.