
Pertarungan semakin lama semakin intens, jumlah orang yang tewas terus bertambah banyak, untung saja anggota pasukan Genikos White sedikit di untungkan.
Mereka adalah pasukan suci dari negara suci yang penuh dengan sihir, jarang ada yang bisa menggunakan pedang, bisa di bilang jika itu adalah negara sihir terbesar di semua benua.
Sihir mereka juga sangat murni dan kuat, dan barang-barang sihir banyak di produksi disana, akademi sihir terbaik juga berada disana!
Hanya saja negara sihir adalah negara yang sangat tertutup, bahkan orang-orang tidak tahu siapa pemimpin negara suci atau seberapa kuat pasukannya.
"Genikos White, orang-orang mulai berdatangan kesini, jika mereka terkena bahaya karena penasaran bagaimana?" Tanya seorang pria berjubah putih kala melihat orang-orang yang mulai berdatangan ke arah terjadinya pertarungan.
"Apakah sihirnya sudah tidak berfungsi lagi?"
"Sihir persembunyian adalah barang yang belum terlalu sempurna, dan itu rusak hanya dalam satu minggu."
"..."
Genikos White merasa pusing, meskipun mereka sangat kuat namun pasukan tanpa nama itu memakai Wyvern dalam tarung, dan mereka kalah dalam ini!
Benar, musuh Negara Suci adalah pasukan tanpa nama, mereka sudah mengincar negara suci dari dulu, namun kotak dengan pola naga itu hilang!
Tapi saat ini pasukan tanpa nama menemukan hal yang lebih berharga dari kotak dengan pola naga, itu adalah mutiara dari air mata naga, makanya mereka bisa menjinakkan para Wyvern dan memulai untuk menaklukan negara suci.
"Pergi, cari gadis itu! Tanyakan apakah Cerbe sudah bangun!" Genikos White mencari Cerbe karena pertarungan ini.
Dia sudah tahu kalau pasukan tanpa nama sedang merencanakan sesuatu yang besar, makanya dia berkeliling benua hanya untuk menemukan putri dari 'dia'.
Namun karena keterlambatan dan keterbatasan informasi mereka tidak bisa menemukan Liona dengan mudah, untung saja saat itu mereka bertemu!
Tapi tetap saja, pasukan tanpa nama telah menyerang lebih dulu sedangkan mereka belum menyiapkan apapun dan bergantung pada sihir saja!
"Serahkan saja peninggalan 'wanita itu' dan juga serahkan negara suci yang kau jaga, maka kami akan membebaskan kalian dan tidak membunuh banyak orang!"
Genikos White menggertakkan giginya, wajahnya penuh dengan amarah dan kesedihan, dia bahkan tidak bisa menjaga satu-satunya yang dia punya!
"Cih, jangan harap! Dasar kotor." Ujarnya sambil menatap orang yang tadi berbicara.
Pria itu menatap Genikos White dengan penuh kasih sayang, "Kau masih menyalahkanku ternyata, Miller Edelson Aquila."
Genikos White mengalami gempa pupil, sudah lama tidak pernah ada yang memanggilnya dengan namanya sejak kematian adik kembarnya!
"Kau tahu Miller, aku bertemu dengan cucuku. Dia sangat cantik sama seperti Glisteria dan dia kuat, hanya saja belum matang dan terlalu naif."
"Diam."
"Aku menyayanginya."
"Diam! Dasar kau bajingan! Kau tidak berhak menyebut nama Glisteria dengan mulut bau dan kotormu itu! Bahkan kau tidak berhak menyebut anak dari wanita itu sebagai cucumu."
***
Air mataku terus-menerus mengalir tanpa bisa ku hentikan, dadaku sesak dan aku merasa mual!
Dulu ku pikir jika tidak bertemu dengan ibuku itu tidak apa-apa, karena jujur aku sama sekali tidak punya perasaan apa-apa padanya.
Aku hanya berharap untuk hidup bersama ayah dan kakak-kakakku, bahagia bersama mereka sampai aku tua dan mati.
Bahkan aku tidak pernah merindukan ibuku, aku juga tidak mau bertanya pada ayah tentang ibuku, aku tidak pernah melihat fotonya di mansion!
Ayah juga tidak pernah menceritakan atau menjelaskan tentang ibu, mereka hanya mengatakan kalau ibuku mati setelah melahirkanku.
Namun kenapa saat ini dadaku sangat sesak, seolah ada ribuan jarum yang menembus inti jantungku, membuatku merasa sakit dan sedih, tulisan penuh cinta dan kesedihan masih terasa dalam benakku.
Rasa rindu yang tidak pernah ku rasakan perlahan mulai merayap ke dalam hatiku, aku ingin bertemu dengan ibuku!
Meskipun aku memang tidak pernah punya perasaan apapun pada 'ibu', tidak bisa di pungkiri jika aku merasa iri kepada orang-orang yang mempunyai keluarga lengkap!
"Liona, kau kenapa? Apakah ada yang menyakitimu?" Tanyanya dengan suara parau khas bangun tidur, namun yang namanya manusia jika di tanya akan semakin menangis!
Aku hanya menggelengkan kepalaku saja tidak kuat merasa sesak, Sean memelukku dan menepuk punggungku berulang kali, mencoba menenangkanku.
"Jangan menangis, ada aku! Aku akan selalu berada di sampingmu dan akan selalu mencintai, menjaga, melindungimu."
Aku mengangguk dan menenggelamkan kepalaku pada dada bidangnya, bisa-bisanya saat ini aku masih memikirkan roti sobek Sean yang sangat seksi!
Sean mengusap lembut rambutku, dia mungkin merasa terganggu dengan tangisanku tadi, aku merasa bersalah padanya.
"Maaf sudah membangunkanmu." Suaraku tercekat, karena banyaknya ingus yang berada di hidungku.
Sean terkekeh dan mengelapnya dengan sapu tangan yang entah dia dapatkan darimana, aku sudah mulai tenang dan Sean masih menatapku dengan penuh kasih.
"Kenapa?"
"Bahkan kau sangat cantik ketika menangis."
Blush
Aku merasa wajahku memanas, sialan! Aku tahu dia menghiburku, jika dia mau tahu alasan aku menangis, pasti dia akan bertanya padaku!
Namun aku tahu, Sean adalah tipe orang yang menungguku untuk bercerita sendiri daripada aku yang harus memaksakan bercerita dan menyakiti hatiku sendiri.
"Jangan menangis, aku tidak suka melihatnya!"
Bruk.
Suara terjatuh yang cukup keras mengalihkan pandanganku dari wajah tampan Sean, seorang pria dengan jubah putih kotor berdiri dengan canggung.
Aku menatapnya dengan sebelah alis terangkat, dia menunduk melihat ke arah lantai dengan ekspresi sulit dibaca.
"Ada apa?" Sean menatapnya dengan tatapan terganggu, merasa jika pria itu sangat mengganggu! Padahal ini bukan waktunya untuk bermesraan.
*Lol, dasar bucin
"Nona, apakah Cerberus sudah terbangun? Genikos White saat ini sangat membutuhkan Cerberus."
Sean menatap ke arahku dan aku mengangguk, aku memejamkan mataku dan terus menerus memanggil Cerberus di benakku.
"Cerbe! Apakah kau sudah bangun?"
"Sudah."
Entah kenapa suara yang biasanya menyebalkan itu terdengar merdu saat ini, aku tersenyum bahagia saat tahu jika anjing kecil imut itu sudah bangun.
"Kapan? Kenapa tidak menghubungiku?"
"Malas, aku hanya berendam di api neraka untuk memulihkan kekuatanku. Aku bangun dari seminggu yang lalu."
"..."
"Bisakah kau keluar sebentar dan bantu Genikos White untuk mengalahkan musuhnya?"
Cerberus keluar dan berubah wujud menjadi remaja berumur 15 tahun, Sean yang melihat Cerberus berubah menjadi tiga kembar pria tampan sekarang memperlihatkan wajah masam!
Padahal dia pernah menyangka ketiga anak itu adalah anaknya sendiri.
"Lebih baik jika kalian menjadi bayi, kalian keluar hanya untuk memperlihatkan wajah jelek saja? Lebih baik dalam bentuk anjing." Cibir Sean.
"..." Apakah kau sangat cemburu pada kami bung?