I Became A Villain In A Novel

I Became A Villain In A Novel
Lima puluh satu



Saat itu waktu terhenti, bahkan daun yang jatuh masih melayang di tempat yang sama, seolah seisi dunia berhenti berputar dan hening.


Cerberus dan Liona tiba-tiba saja menghilang di tempat, pergi ke dunia yang penuh dengan energi hitam pekat yang kental.


Ada beberapa makhluk yang berbicara layaknya manusia, berbentuk aneh seperti monster, buaya yang mempunyai tubuh manusia, kucing yang bisa berjalan.


Mereka juga mengendarai monster yang pernah ada di alun-alun kekaisaran.


"Mereka adalah iblis tingkat rendah, itu adalah monster yang tidak akan menyerang manusia meskipun berasal dari dunia iblis, kau tidak perlu takut." Jelas salah satu kepala cerberus.


"Oh jadi begitu, tunggu! Apa? Dunia iblis?"


"Kau masih belum menyadarinya? Lihatlah bulan berwarna ungu, di dunia iblis tidak pernah ada siang, matahari dianggap sangat mengganggu bagi para iblis, dan lihatlah suasana suram di sekitar."


"Tapi untuk apa kita ke dunia iblis?" Liona melihat sekeliling, meskipun aura disini sangat suram namun kehidupan para iblis sangat normal.


Mereka minum alkohol, berjudi, belanja dan sebagainya seperti kehidupan manusia biasa.


"Bertemu Asmodian."


"Siapa itu Asmodian?"


"Dewa iblis, dia tinggal bersebelahan dengan Tuan hades di dunia bawah, kita masih harus melalui teleportasi karena dunia iblis dan tempat tinggal dewa berada di lokasi yang sama namun berbeda."


"Apa maksudnya itu?"


"Apa kau manusia yang sangat bodoh? Tentu saja tempat tinggal dewa dan rakyat itu beda, seperti Athanatos, meskipun dia dewa diantara para malaikat, namun dia tidak tinggal bersama mereka.


Begitu pula dengan hades dan Asmodian, mereka tidak tinggal bersama dengan rakyatnya, dasar bodoh."


Cerberus mencibir Liona, di dunia manusia pengetahuan atau buku tentang iblis sangat terbatas, bahkan sangat langka. Jadi tentu saja Liona banyak bertanya karena dia memang tidak tahu.


"Lalu para monster yang menyerang manusia bagaimana?" Tanya Liona tanpa peduli dengan tatapan merendahkan dari tiga kepala cerberus.


"Mereka iblis gila, pada dasarnya iblis tidak bisa keluar dengan mudah dari dunia iblis, jika bisa keluar itu hanya akan menjadi gila dan akalnya bisa di kendalikan dengan mudah.


Para dewa tidak bisa menangani langsung tentang ini, karena akan mengganggu keseimbangan alam, jadi untuk manusia nikmati saja berperang dengan iblis gila."


"..."


Tidak ada lagi percakapan, Cerberus bilang mereka hanya perlu menunggu Asmodian untuk menteleportasikan mereka berdua.


***


Di istana Asmodian, itu sangat sibuk bahkan Hades yang biasanya diam di neraka keluar untuk menyambut 'anaknya' Asmodian.


Karena ada masalah dengan lingkaran teleportasi di daerah kekuasaan iblis tingkat rendah, makanya pengiriman sangat lama.


Tamu ini sudah sangat di tunggu sejak dulu, namun tidak pernah ada kesempatan karena 'dia' terus saja menghalangi.


"Kapan anakmu akan datang?" Hades bertanya dengan sebal, sedangkan Asmodian tidak menjawab dan menyeruput teh hitam dengan santai.


Lingkaran teleportasi yang sudah di perbaiki menyala sangat terang, itu membuat beberapa iblis rendah terbakar karena tidak mampu menahan cahaya.


"Selamat datang."


Liona dan Cerberus hanya terdiam karena terlalu terkejut, mereka sedang menyapa iblis rendah yang mendekat karena melihat manusia.


Namun tiba-tiba saja jiwa mereka seolah di tarik dengan paksa, tentu akan mengalami kejutan.


Asmodian memeluk Liona dengan bahagia seraya berkata 'Anakku yang cantik.' 'Anakku yang bercahaya.' 'Anakku yang hebat.' Berulang kali.


Liona tidak bisa bereaksi, dia pikir Asmodian akan jelek seperti lelaki tua bertanduk merah dan berekor duri lalu mempunyai taring tajam dan mata hitam seperti sadako, tapi apa ini?


Kenapa Asmodian sangat tampan?


"Hey dia terkejut, kalau kau memeluknya seperti itu dia akan kehabisan nafas dan bertemu denganku di persidangan dunia bawah." Ujar Hades.


Asmodian melepaskan Liona dan menyuruhnya duduk di sofa yang begitu lembut dan empuk, memang sofa sekelas dewa berbeda dengan sofa dunia manusia.


"Apakah mereka manusia?" Tunjuk Liona pada beberapa pria tampan.


Bentuknya seperti manusia karena mereka adalah iblis tingkat tinggi, sedangkan iblis tingkat menengah mereka bisa berubah menjadi manusia tapi tidak sempurna."


Asmodian menjelaskan dengan bahagia, karena ini pertama kalinya dia bertemu dengan 'anaknya'


"Lalu kenapa kau memanggilku? Dan apa maksudnya anak?"


"Tentu saja karena Hades ingin kau memelihara Cerberus, dan aku ingin kau cepat membuka kotak yang ada di kediamanmu.


Kau bisa dibilang anakku karena aku memberkatimu dari awal kau di ciptakan, kau mempunyai esensi darahku, dan Asteria adalah keluarga yang ku bentuk lewat bawahanku."


Asmodian terus mengelus dan menatap Liona dengan lembut, meskipun perkataannya sedikit tidak bisa di terima oleh akal, namun dia seharusnya percaya bukan?


"Lalu siapa yang berada di neraka paling dalam?"


"Dia adalah perwujudan dari iblis dan syaitan, dia sangat ingin membunuh Asmodian dan menjadi dewa bagi para makhluk kegelapan.


Karena di hukum tuhan, dia berada di neraka paling dalam dan di jaga olehku langsung. Bisa di bilang dia adalah makhluk paling jahat di dunia ini." Seorang pria tua berambut putih dan berotot kekar menjelaskan.


Liona melirik Asmodian yang mengangguk-angguk menyetujui itu.


"Oh dia Hades."


Rahang Liona hampir jatuh, dia berpikir bahwa hades akan setampan Asmodian, namun ternyata itu pria tua yang gagah?


Lalu bagaimana dengan perwujudan dewa Athanatos, pernah bertemu hanya saja wajahnya tertutupi oleh cahaya.


"Aku memanggilmu hanya untuk itu, dan tentu saja karena aku sangat merindukanmu. Sekarang kau harus kembali, aku sangat sedih."


Sebelum mengirim Liona dan Cerberus pergi, Asmodian memberikan sesuatu pada tubuh Liona, namun itu tidak bisa di rasakan.


"Kapan-kapan kau harus berkunjung lagi kesini, aku akan selalu menyambutmu." Ujar Asmodian sedih.


"Jagalah Cerberusku, dia memakan daging dan sedikit tidak bisa di atur, lalu berkunjunglah ke neraka, aku juga akan menyambutmu." Hades menepuk kepala Liona.


Sedangkan Liona hanya berkedut saja, tidak mungkin dia berkunjung ke neraka kecuali dia akan mati, jadi lupakan saja!


"Baiklah, sampai jumpa."


Lingkaran teleportasi kembali mengeluarkan cahaya, kali ini Liona langsung di kirim ke tempat dimana dia menghilang.


"Kau mengalami time loop." Ujar Cerberus yang sudah menjadi ukuran kecil menggemaskan.


Waktu yang berhenti kembali berjalan, bedanya itu terjadi saat Cerberus belum datang, benar ini adalah Time loop.


"Liona, tadi aku melihat Cecilia dan Prasina menaburkan bubuk putih seperti garam di setiap sudut kota empty."


"Oh bubuk itu membangunkanku, hanya saja karena itu aku bisa bertemu denganmu yang telah di takdirkan." Suara Cerberus terdengar di kepala Liona.


"Apa bubuk itu?"


"Aku tidak tahu, aku hampir gila saat mencium baunya, namun sekarang tidak akan karena aku sudah mengenalimu sebagai tuanku."


**Asmodian



Hades



Cerberus



Cerberus chibi



Sumber: Pinterest**