I Became A Villain In A Novel

I Became A Villain In A Novel
Enam puluh lima



Entah bagaimana jadinya, semenjak itu Edward benar-benar bersama dengan Liona dan teman-temannya, Edward di kenal sebagai si jenius yang pendiam tidak heran akan menarik banyak perhatian.


"Bagaimana bisa pria jenius itu berteman dengan wanita murahan Liona?" Cecilia melemparkan gelas teh ke dinding, Prasina yang melihat itu diam-diam ketakutan.


Dia pikir jika bersama dengan Cecilia akan berdampak baik pada dirinya dan keluarganya, namun sekarang dia benar-benar menyesal telah mengkhianati Liona.


"Bagaimana bisa wanita jalang itu selalu merebut apa yang harusnya menjadi milikku?" Cecilia benar-benar sangat murka, dia sudah tahu kalau Edward itu adalah pria jenius.


Cecilia ingin merekrutnya, sebenarnya dia merencanakan pemberontakkan pada Vilio, namun kekuatannya sangat kurang, makanya dia berniat mengumpulkan orang-orang berbakat.


"Celia, mengapa kau begitu dendam pada Liona?" Prasina bertanya dengan sedikit takut, dia merasa jika Liona tidak pernah melakukan kesalahan, Liona hanya menghindari Cecilia karena tidak ingin berteman dengannya!


"Tentu saja aku membencinya, dia mendapatkan banyak cinta, dia juga mengambil semua milikku, jalang itu adalah orang yang paling ku benci." Dengan murka Cecilia terus melemparkan barang-barangnya.


"Bahkan dia tidak pernah mengerti diriku." Gumaman Cecilia meskipun kecil namun masih terdengar Prasina, sebenarnya agak aneh, namun Prasina tidak bertanya lebih lanjut.


Di satu sisi Liona benar-benar melupakan cerberusnya, dia juga lupa menanyakan kabar tentang bangsa dwarf dan elf yang dia selamatkan.


Cerbe yang malang, dia benar-benar di tinggalkan pemiliknya di neraka, yah itu juga hal yang bagus untuk mengisi kekuatannya yang terkuras akibat berubah menjadi kecil.


"Sebentar lagi kau akan melakukan upacara kedewasaan, apakah ada sesuatu yang kau inginkan?" Alex menghampiri adik perempuannya, belakangan dia sibuk karena belajar menjadi Assasin, Xavier juga sibuk berlatih menjadi sniper.


"Aku akan menerima apapun yang kakak berikan."


Sebenarnya sejak keributan Liona yang menampar putri Viscount sangat ramai di bicarakan semua angkatan, Alex dan Xavier sempat khawatir Liona akan tertekan, namun mereka tidak menyangka adiknya hanya berperilaku seolah itu tidak pernah terjadi.


Alex juga sudah mengirim surat pada Ayahnya agar menekan kekuatan Viscount yang putrinya telah mempermalukan Liona.


"Aku akan memberimu batu amnesty, katanya khasiatnya sangat banyak, dan sepertinya warna ungu kemerahmudaan sangat cocok denganmu." Xavier yang entah darimana muncul memeluk Liona.


Alex yang melihat itu menepis Xavier dan menariknya, selalu seperti itu, diam-diam Alex adalah orang yang suka cemburu!


"Kakak, jika kau memberitahuku saat ini, itu tidak akan menjadi kejutan." Liona menghela nafas lelah, terkadang kakaknya sangat bodoh!


Jika melihat kedua kakaknya dan teman-temannya bersama, Liona selalu berpikir itu mirip seperti perkumpulan orang bodoh.


"Pokoknya aku ingin hadiah yang sangat spesial, tapi apapun yang kakak berikan itu akan selalu menjadi sesuatu yang berarti untukku. Namun sejujurnya aku sudah cukup jika terus bahagia bersama kakak dan ayah." Liona tersenyum.


Iya, baginya tidak ada hadiah yang lebih indah dari kebersamaan dengan keluarganya, terkadang Liona merasa bersalah, bagaimanapun kasih sayang ini di tujukan pada 'Liona' dan bukan 'Aletta'.


Dia merasa seperti sudah menipu semua orang, jika mereka tahu jiwanya bukan jiwa Liona yang asli apa yang akan terjadi pada dirinya? Apakah kasih sayang ini akan berubah menjadi kekecewaan atau kah dia akan mati di tuduh sebagai penyihir kegelapan yang menggunakan mantra terlarang?


"Ah, kenapa adikku sangat manis, huhuu aku begitu mencintai dan menyayangimu." Xavier sudah memeluk Liona dengan erat, Alex melotot tajam tidak menyukainya!


***


Liona benar-benar memikirkan ini, dia terus saja murung mengingat kalau ini hidupnya 'Liona' bukan dirinya sendiri, Liona menghela nafas dan beranjak berniat untuk tidur.


"Hi, kita bertemu kembali."


Liona tercengang, sejak kapan pria ini ada di tempat tidurnya sedang menyeringai?


Itu Dave?


"Mengapa kau ada disini? Apakah kau orang mesum yang suka pergi ke kamar gadis yang masih suci di tengah malam?" Liona sudah memasang kuda-kuda, menatap waspada pada Dave yang sedang menyeringai di balik topeng kelincinya.


Liona selalu merasakan perasaan yang akrab, seperti pernah dekat namun dia tidak ingat siapa itu.


"Apakah kita pernah bertemu?" Tanya Liona ragu-ragu, namun Dave tidak menjawabnya dan hanya tersenyum dengan lembut.


"Hn, kau agak mirip dengan-"


"Edward? Ah dia adikku, apakah kita sangat mirip?"


Liona seketika speechless, dia membuka setengah mulutnya karena terkejut, jadi Edward adalah adik dari pemimpin bandit cat flower?


"Aku tidak menyangka jika Edward mempunyai kakak seorang bandit." Dave seketika memasang wajah datar, dia bukan bandit!


"Aku bukan seorang bandit Aletta, aku hanya menjalankan bisnis yang besar, lagi pula cat flower itu bukan nama bandit, mereka hanya meminjam ketenaran cat flower."


Meskipun Dave sudah menjelaskan, Liona hanya memasang wajah tidak tertarik, lagi pula mau bandit ataupun seperti nama perusahaan, dia tidak peduli jika tidak berhubungan dengan keluarganya.


"Oh aku bukan Aletta." Kata Liona tajam, dia terkadang suka lupa bagian penting yang harus di tanyakan.


"Meskipun sekarang kau adalah Liona, namun tidak mengubah fakta bahwa kau adalah Aletta Titania."


Deg.


Jantung Liona berdebar dengan cepat, sebenarnya siapa pria ini? Dia seperti tahu banyak tentangnya, dan perasaannya saat berhadapan dengan Dave sangat Familiar.


Ah? Bagaimana Liona melupakan sesuatu yang sangat penting ini? Jika dia tahu kalau 'Liona' adalah jiwa 'Aletta' tidak menutup kemungkinan jika orang yang di kenalnya ikut bertransmigrasi.


"Haha kau lucu sekali, aku sangat sedih kau melupakanku begitu cepat, padahal aku juga mati karena mu."


Liona seketika membulatkan matanya, apakah pria di depannya adalah temannya yang mengingatkan dia agar tidak mencharge handphone saat tangan basah?


"Miller?"


"Hahaha akhirnya kau mengingatku, benar-benar ya! Saat kau mati seluruh listrik menjadi padam, entah mengapa listrik itu merembet dan ikut menyetrumku." Gerutunya.


Liona tidak bisa menahan terkejut, dia benar-benar Millernya, orang yang sudah 'Aletta' anggap sebagai keluarganya, sahabatnya, kakaknya, ayahnya.


"Huhuu Miller." Air mata Liona mengalir berlari dan memeluk Dave, dia tidak menyangka akan bertemu orang yang sangat berharga bagi hidupnya.


"I am glad to meet you." Liona semakin mengeratkan pelukannya dan menangis lebih keras.


"Jangan selalu sedih, kau tidak perlu bersalah. Bagaimanapun Aletta adalah Liona dan Liona adalah Aletta." Ujar Dave sambil menepuk punggung Liona.


"Maksudmu?"


"Aku adalah penulis novel 'The Happiest Princess' Lord Miller Hidelton, atau Dave Jakes Fan Marley."


Shampo Dave🗿



**Hiks, kenapa ya cogan gepeng ganteng-ganteng gtu😭


Sumber: Pinterest**