
Dulu aku adalah seorang anak dari count, dan aku menjadi anak yang bahagia, keluargaku mewarisi sihir kegelapan yang murni, bukan keturunan iblis namun menurut catatan sejarah nenek moyang Count Trianta terdahulu pernah melakukan perjanjian dengan iblis, meminta sihir kegelapan, maka dari itu setiap keturunannya pasti mempunyai sihir kegelapan.
Aku adalah pemilik sihir hitam yang sangat murni, suatu saat setelah aku pergi membeli roti gandum, kediamanku menjadi sangat sunyi, aku panik dan pergi untuk memeriksa hanya untuk melihat potongan tubuh orang tua dan saudaraku.
"Celia, pergilah! Ku mohon, jangan sampai kau ja-jatuh ke tangannya. Hiduplah de-dengan bahagia." Itu adalah kata terakhir dari ibu dengan mengorbankan sihirnya.
Lututku lemas dan aku tidak punya kekuatan untuk menopang tubuhku sendiri, saat itu aku melihat pria yang sangat tampan menyeringai ke arahku, aku ingin pergi namun tidak punya tenaga.
"Tertangkap. Jika keluargamu menurut, mereka tidak akan seperti ini."
Dia membuatku pingsan, dan aku tidak tahu apa yang terjadi setelah itu. Setelah aku sadar, pria itu menghampiriku dengan seringai yang menakutkan.
Aku ingin lari, aku ingin bertemu keluargaku, namun aku tidak punya keberanian untuk mati, namun juga tidak ingin hidup, aku harus apa?
"Ternyata berhasil."
Saat itu rasa sakit yang tidak pernah ku bayangkan datang, seperti ribuan pisau yang mencincang tubuhku secara sadar, aku ingin berteriak, sangat sakit!
Aku melirik pria itu yang memandangku seperti menonton pertunjukan, tolong aku!
"Itu adalah sihir cahaya dari seseorang, dan sangat murni, ternyata eksperimen ku berhasil. Sihir cahaya dan sihir kegelapan yang murni. Hahaha aku punya alat yang bagus sekarang."
Sejak saat itu aku harus menuruti perintahnya, dia sering melecehkanku, dan aku tahu kalau dia pemimpin menara suci.
Suatu saat dia berbicara padaku untuk tidak mengganggu putri dari Duke Asteria, aku tidak tahu alasannya, lagi pula mana mungkin aku mengganggunya, aku tidak mengenalnya!
"Aku tidak akan mengganggunya Tuan." Bisikku dengan hormat.
***
Aku tidak tahu sudah berapa lama merasakan perasaan seperti ini, saat ku lihat seseorang yang menurutku sangat hebat dan berbakat, aku benar-benar ingin dekat dengannya.
Gadis yang manis dan selalu di kelilingi siswa populer, dia punya energi positif, aku benar-benar ingin berteman dengannya.
Saat ekspedisi, setelah melihat pertarungannya aku sangat kagum, aku berniat mengajaknya berteman, aku sangat tulus saat itu namun dia selalu menghindariku.
Aku tahu, orang sepertiku tidak pantas untuk dekat dengannya, itu hanya akan membuat dirinya kotor karena berada dekat denganku.
"Kau itu menjijikan, jadi jangan dekati dia!"
"Cecilia kau benar-benar tidak tahu diri, orang sekotor dan seburuk dirimu ingin dekat dengannya?"
Bisikan-bisikan yang berada dalam kepalaku membuatku merasa tersiksa, tolong aku!
Aku tahu aku sudah berbuat jahat padanya, namun itu bukan keinginanku, aku tidak menjadi boneka, namun tubuhku bereaksi secara nyata.
Padahal aku hanya ingin dekat, namun sejak kapan ya aku jadi seperti ini?
"Liona ya." Gumamku mengangkat jari-jari kecilku sambil membuat pola di langit berbintang.
"Maaf."
Rasanya ingin menangis, aku tahu seharusnya aku tidak seperti ini, mungkin aku merasa iri, namun perasaan ingin berteman padanya itu sangat tulus.
Aku tahu sekarang mengapa Tuan melarangku untuk tidak mengganggunya, namun sisi gelapku sangat membenci Liona.
Saat kepribadianku yang lain menguasai tubuhku, aku sangat sadar, namun aku tidak bisa melawannya, aku benar-benar sangat terkejut.
Dia sering menguasai tubuhku, menggunakan sihirku, kepribadian asliku benar-benar melemah, suatu hari aku pernah meminta tolong pada Liona.
Namun dia benar-benar tidak mengerti!
"Kau sangat tidak pantas dekat dengannya, jadi diam saja jangan melawan!"
"Cecilia kau benar-benar perempuan najis dan menjijikan, jadi jangan mendekatinya."
Aku memegang kepalaku saat bisikan itu terus menyerangku, saat itu kepribadian yang lain menguasaiku.
Aku tahu segalanya yang dia lakukan, namun aku tidak bisa menghentikannya, jika terus seperti ini aku akan benar-benar menghilang, dan kepribadianku yang lain akan terus mengganggu Liona.
"Tolong jangan mengganggunya! Kau ingin Tuan membunuh kita?" Ujarku pada kepribadian ku yang lain.
Namun dia tertawa dan menangis, aku tahu kepribadian itu adalah bentuk dari kelemahan ku, dia pelindungku, namun dia meyakiti orang yang seharusnya tidak di sakiti!
"Ku mohon."
"Kau diamlah! Yang membuat keluarga kita hancur adalah dia! Yang tidak mengerti kita adalah wanita itu, jadi berhenti untuk menyuruhku tidak menyakitinya, aku tidak peduli jika harus mati."
Ah aku benar-benar ingin mati, namun aku takut. Liona tolong aku!
"Menurutlah Cecilia, ini hidup kita! Jika ingin membenci maka benci saja, kau tidak usah menahan perasaanmu sendiri."
"Tapi aku tidak pernah membenci Liona." Aku ragu sesaat setelah mengatakan itu, Cassia tertawa terbahak-bahak.
"Kau tahu Cecilia, kita ini adalah satu, aku di bentuk karena ketidakmampuanmu, kebencian, dendam yang kau rasakan di salurkan padaku. Jadi kau sangat membenci Liona."
Aku tidak lagi menyahut Cassia, benarkah aku tidak membenci Liona? Kenapa aku ragu? Padahal aku begitu tulus.
"Sudahlah kau menggangguku, serahkan saja tubuhmu dan jangan lagi melawanku. Sekarang tidurlah!"
Perlahan aku tertidur, aku menyerahkan semuanya pada Cassia, entahlah mungkin aku memang benar-benar membenci Liona, ironis! Aku benar-benar pengecut dan menjijikan, bahkan aku tidak tahu perasaan diriku sendiri.
Kau benar Cassia, lebih baik aku tertidur, lebih baik aku tidak tahu apa yang akan kau lakukan, lebih baik aku menghilang dan tidak pernah muncul lagi.
Dan Cassia, terimakasih karena sudah selalu menemaniku, meskipun kau buruk namun tetap saja kita satu, aku adalalah kamu dan kamu adalah aku.
"Tenang saja Cecilia, aku akan membalaskan dendammu pada pria itu, aku akan melampiaskan kebencianmu pada wanita itu, kita bukanlah perempuan yang hina."
Aku membuka mataku, aku bukanlah Cecilia yang lemah dan pengecut! Aku adalah Cassia yang pemberani dan kejam.
Aku berharap kau tidak pernah bangun lagi dan tersakiti Celia, aku minta maaf mungkin saat ini kau tidak akan menggunakan tubuh ini lagi.
Meskipun kamu adalah aku yang lain, namun aku tidak suka padamu, lebih baik kau menghilang dan tidak mengganggu kehidupanku.
Ini semua ku lakukan untukmu dan untuk diriku sendiri, jadi jangan menyalahkanku dengan apa yang terjadi.
So guys, apakah masih membenci Cecilia? Dari yang aku tulis, yang namanya manusia itu pasti memiliki kekurangan dan kelebihan, so realistis aja sih. Disini sebenarnya Liona juga salah, karena apa? Dia kan seorang mahasiswa kedokteran, otomatis dia belajar kepribadian or karakter orang kan karena dia akan berhubungan dengan yang lain sebagai dokter dan pasien, tapi dia bahkan ga menyadari tentang kepribadian Cecilia yang lain, dia ga menyadari hal-hal yang sekecil itu, kode-kode dari cara bicara yang gugup, permintaan tolong. Jadi jangan menuntut kesempurnaan seseorang dan jangan terlalu membenci karena bagaimanapun dia tetap seorang manusia.