
Pagi yang cukup sibuk...
Kemarin Liona benar-benar memikirkan apakah dia akan pergi ke padang pasir bersama Sean atau tidak, namun setelah di pikirkan, dia sedang bersekolah dan kemungkinan ayah dan kakaknya tidak akan mengizinkan.
"Ku dengar Cecilia mempunyai tugas resmi dari kepala Akademi untuk pergi ke padang pasir besok lusa." Edward duduk dengan ekspresi menjengkelkan.
"Untuk apa?" Arthur meliriknya tanpa minat, lagi pula tidak ada hubungannya dengan mereka, mau Cecilia pergi atau tidak Arthur tidak begitu peduli.
Liona yang mendengar itu hanya mengernyit, memang ada desas-desus mengatakan kalau monster di padang pasir saat ini benar-benar ganas beberapa kali lipat.
Tidak heran jika beberapa orang yang berada di akademi akan di kirim kesana, lagi pula membasmi monster adalah kewajiban setiap manusia, cara untuk menghentikan perkembangbiakan monster belum di temukan.
"Monster menjadi lebih ganas, sebenarnya yang dikirim adalah senior yang sudah banyak berpengalaman, namun karena Cecilia seorang sage dan di percaya kalau sihir cahayanya akan membantu banyak."
Liona merenung, sebenarnya hari itu Sean mengatakan kalau sihir cahaya Cecilia adalah curian, maksudnya sihirnya itu milik Sean, Liona pernah bertanya apakah sihir itu bisa kembali atau tidak.
Sean menjelaskan kalau itu bisa kembali, hanya saja prosesnya sangat rumit dan dia butuh lebih banyak persiapan.
"Lalu bagaimana dengan putra mahkota?" Tanya Luther tiba-tiba, dia ingat karena katanya putra mahkota menjadi tidak tertarik pada Cecilia.
"Dia juga akan ikut, mungkin akan ada pertunjukkan antara mereka, tapi itu bukan urusan kita. Oh ya bagaimana dengan kaisar, apakah masih tertarik padamu?" Edward melihat ke arah Liona yang menghela nafas lelah.
Kaisar masih sangat sering mengganggu keluarganya, untungnya pihak kekaisaran tidak bisa macam-macam karena ada Sean di belakangnya, namun tetap saja itu mengganggu.
Dan tindakan itu tidak berarti berkhianat, karena memang Liona sudah bertunangan, lagi pula Duke Asteria bisa dengan mudah menaklukan kekaisaran jika dia ingin.
Setelah memutuskan untuk menjadi dirinya sendiri tanpa terikat pada alur novel, Liona lebih percaya diri, namun tetap saja Liona tidak akan melupakan hal-hal penting di masa depan, seperti penemuan kamera sihir atau beberapa hal yang berguna.
"Hufht, kenapa kaisar tidak menyerah saja?" Elios mengeryit, sejujurnya dia agak tidak suka dengan kaisar.
"Entahlah, mungkin ada sesuatu yang dia inginkan di dalam keluarga Asteria, kaisar kan bukan orang yang berusaha untuk mendapatkan sesuatu yang tidak penting, bisa di bilang sepertinya dia menginginkan sesuatu."
***
Dua minggu pun berlalu seperti biasa, saat ini Liona akan melaksanakan upacara kedewasaan, meskipun dia bersekolah di Akademi, namun sikapnya harus seperti seorang lady dan tidak bisa semena-mena.
Dia juga bisa menikah setelah melaksanakan upacara kedewasaan, namun bagaimana bisa di menikah di usia 17 tahun, pemikiran Liona itu modern, dia hanya akan menikah saat berusia 25 tahun keatas.
"Wah nona anda sangat luar biasa cantik." Anna melihat Liona yang sedang memandangi dirinya di cermin.
Memang sangat cantik!
Liona akan mengumumkan pertunangannya dengan Sean secara resmi saat ini, tidak ada yang tahu, meskipun saat ini Liona sangat tenang sebenarnya cukup gugup.
Liona memakai gaun cantik berwarna putih dan merah, dengan sulaman bunga-bunga cantik.
Sumber: pinterest
Tokk tokk
"Nona, para tamu sudah hadir. Duke sedang menunggu anda." Kepala pelayan dengan hormat memberi tahu, Liona mengangguk dan berjalan dengan anggun.
Semua orang tampak fokus pada Liona yang menggandeng tangan Duke, mereka sangat cocok dan serasi, anak dan ayah itu terlihat begitu mirip.
Alex dan Xavier menyambut mereka dan menundukan kepalanya, menghormati ayahnya. Liona memberi salam ala bangsawan dengan elegan, perlakuannya itu benar-benar mencuri perhatian.
"Kaisar Elefantas, Alston Colvin Elefantas memasuki ruangan."
Para tamu mulai ribut, bahkan Duke juga sangat terkejut, dia tidak pernah mengundang kaisar dari Elefantas, para tamu bahkan menyangka kalau relasi duke Asteria sangat besar, bahkan dekat dengan kaisar Elefantas.
Mereka hanya menyambut dengan menundukkan kepala sedikit saja sebagai formalitas dan menghormati kaisar negara lain, tidak terlalu berlebihan, karena setiap negara hanya akan benar-benar menundukkan kepalanya pada kaisar negaranya sendiri.
"Selamat." Alston tersenyum dan mencium punggung tangan Liona, ada tatapan terbakar di arah yang berlawanan.
Ketika Sean datang, dia sudah melihat kaisar sialan itu menghampiri Liona, benar-benar manusia menyebalkan! Meskipun dia percaya Liona, tetap saja dia merasa cemburu jika ada orang yang menyukai wanitanya.
"Terimakasih." Liona membalas dengan sopan, meskipun dia agak terkejut, namun tetap profesional.
Alston kemudian menyuruh bawahannya untuk membawa hadiah yang sangat banyak, Alston sudah mendengar berita tentang Liona yang bertunangan dengan Sean.
Namun dia tidak peduli, baginya mau Liona bertunangan atau tidak tetap akan menjadi miliknya, dia tidak mempedulikan perasaan Liona, baginya memilikinya lebih penting, mau Liona bahagia atau tidak.
"Sebuah kehormatan kaisar dari Elefantas datang ke upacara kedewasaan putri saya." Ujar Duke sambil menggertakkan giginya, ternyata banyak sekali kuman yang menempel pada putri tercintanya.
Tidak bisa di biarkan!
"Ah, aku datang karena Liona adalah orang yang berarti bagiku." Alston menatap Liona dengan lembut.
"..."
Orang-orang mulai bergosip, Sean menghampiri mereka dan merangkul pinggang Liona, menunjukkan bahwa Liona adalah miliknya dan Alston tidak pantas untuk mengharapkan milik orang lain.
"Terimakasih kepada kasiar Elefantas yang sudah jauh-jauh menghadiri debutante Liona serta pesta pertunangan kami. Itu sebuah kehormatan." Sean tersenyum dengan bangga.
Meskipun mendapat tatapan menusuk dari Duke Asteria, Alex dan Xavier, namun mereka tidak membantah, tentu saja mereka lebih memilih Sean daripada Alston.
"Oh kalian bertunangan? Tapi tetap saja aku tidak akan menyerah." Alston tersenyum.
Ada percikan api di antara mereka, bahkan Liona diam dengan canggung, seingatnya dia tidak banyak berinteraksi dengan Alston saat di kota empty.
Namun mengapa pria ini bisa suka padanya? Alston juga tidak mempedulikan pandangan Liona, baginya menempatkan Liona di sisinya sudah cukup.
Mau Liona mencintainya atau tidak, Alston tidak peduli hanya harus menjadi permaisuri dan melahirkan anak untuknya.
"Apakah kaisar dari Elefantas begitu tidak tahu malu? Bahkan mengharapkan tunangan orang lain." Sean mengepalkan tangannya merasa kesal.
Bajingan ini benar-benar mengharapkan Liona di depan matanya, dia juga tidak ragu menyebutkan akan merebut Liona di hadapan para tamu.
"Mungkin aku memang tidak tahu malu, aku benar-benar ingin tunanganmu menjadi milikku."
Liona menatapnya dengan tajam. Pria ini benar-benar bajingan tidak tahu malu! Jika dia bukan seorang kaisar Liona akan menyumpal mulutnya menggunakan kaos kaki Arthur.
Hi, maaf ya kemarin thor ga up😭 Bukannya males up ya itu karena thor abis tes sbm:') Tadinya mau hiatus, tapi karena memikirkan pembaca thor ga jadi hiatus, jadi maaf ya kalo misalkan telat up atau bahkan ga up sama sekali, lagi sibuk banget soalnya dia real life, ya pokoknya gtu deh selamat membaca♥️