Genesis: The Lucky Blacksmith

Genesis: The Lucky Blacksmith
Persiapan Senjata



Lewat tengah malam sebelum hari keberangkatannya, Riko diam-diam pergi ke area latihan markas guildnya. Tempat itu sudah kosong karena sebagian besar orang sudah tidur. Riko memang punya rencana yang ia sembunyikan dari teman-temannya.


“Mau sampai kapan aku biarin orang itu berbuat seenaknya. Di acara besok, aku yakin bakal ketemu sama Rangga. Jaka mungkin juga akan ada di sana. Dua orang itu,” gumam Riko lantas mengepalkan tangannya menahan kemarahan.


“Aku harus siap-siap untuk segala kemungkinan,” lanjut pemuda itu sembari menggeretakkan gigi.


Setelah berkata demikian, Riko pun membuka fitur sistem skillnya. Ia lantas memilih panel menu Repair. Malam itu, ia berniat untuk memperbaiki armor legendarisnya yang sempat rusak: Noctorious Set.


Ia sudah memastikan kalau tidak ada siapa pun di ruang latihan tersebut. ruangan itu sebelumnya merupakan empat meeting room yang digabungkan menjadi satu. Kini tempat tersebut sudah dilengkapi dengan sihir


kedap suara dan dinding pembatas anti hancur. Fungsinya sebagai lapangan tarung dan tempat berlatih tanding antar anggota.


Dengan demikian, Riko bisa mulai melakukan penempaan set Noctoriousnya dengan tenang, tanpa membuat teman-temannya khawatir. Set Noctorious itu pasti akan berguna ketika ia berhadapan dengan Rangga atau siapa pun musuhnya di guild war nanti. Tidak ada yang bisa menjamin kalau Riko akan tetap aman jika tidak melakukan persiapan apa pun.


Sambil terus menempa, Riko pun tenggelam dalam pikirannya. Selama ini ia sebenarnya cukup kuat. Segala monster mengerikan telah ia habisi dengan epic. Akan tetapi kenapa ia tidak pernah bisa mengalahkan


Rangga?


Dengan kekuatannya yang sekarang, tebasan serius dengan kapaknya mungkin bisa langsung membunuh seseorang. Riko selalu kalah dengan player lain karena alasan tersebut. Ia ragu. Hatinya belum cukup siap untuk melukai sesama manusia.


Apa ia terlalu lemah? Dengan penuh amarah, Riko lantas memukulkan palu tempanya kuat-kuat ke arah armor Noctorious-nya yang  membara merah. Malam itu ia merasa begitu membenci dirinya yang tidak punya cukup keberanian untuk membela diri. Dengan sikap seperti ini, bagamana bisa ia memikirkan balas dendam?


“Aku harus berubah!” geram Riko dengan mata berkilat-kilat. “Mulai sekarang aku nggak akan jadi lemah lagi.”


Esok paginya, Riko dan empat anggota inti guildnya pun berangkat ke bandara. Penerbangan mereka dijadwalkan pagi itu di kelas bisnis. Riko sudah tidak sabar untuk segera tiba di lokasi tujuan. Di acara itu, besar kemungkinan ia bisa bertemu dengan Rangga serta Jaka. Kedua orang itu sudah pasti berada di sana dan Riko sudah menyiapkan banyak hal untuk pertemuan mereka tersebut, termasuk satu set equip dan senjata legendaries.


Secara diam-diam, Riko sebenarnya memang menargetkan mereka berdua. Bagaimana pun caranya, pemuda itu harus bertemu dengan Rangga, dan terutama Jaka. Semalam Riko akhirnya berhasil memperbaiki Noctorious set-nya. Level skillnya yang sekarang memungkinkan ia untuk memperbaiki senjata dan equip


level legend.


Dengan set legendaries tersebut, kekuatan Riko akan berlipat ganda. Belum lagi ia juga sudah berbelanja banyak potion serta ramuan penguat yang bisa dia gunakan untuk menghadapi Rangga serta antek-anteknya.


Rencana ini mungkin memang terdengar gegabah. Akan tetapi Riko sudah membulatkan tekad. Ia tidak mau lagi kehilangan kesempatan untuk menghajar musuh bebuyutannya itu.