
Riko harus mencari cara agar bisa masuk ke dungeon lagi dan mendapatkan tim. Hanya ada satu cara agar Riko bisa membentuk tim pembasmi. Ia harus menghubungi Rhea, sekaligus menyatakan kalau dia akan menolak tawarannya masuk Guild.
Riko sudah menyimpan nomor Rhea saat terakhir mereka bertemu. Mengingat gadis itu menggunakan penutup mata, Riko ragu Rhea bisa membasa pesan singkat. Karena itu ia pun memutuskan untuk langsung menelpon saja.
Setelah beberapa kali terdengar nada sambung, nomo Rhea pun akhirnya diangkat.
“Kamu menghubungiku. Apa artinya udah memutuskan akan bergabung dengan kami? Tapi sepertinya bukan begitu. Ada apa?” sapa Rhea begitu mengangkat telepon.
“Ah, maaf ganggu waktumu. Sebelumnya aku minta maaf karena aku harus nolak tawaranmu. Aku punya alasan sendiri,” ucap Riko kemudian.
Rhea terdengar menghela napas di ujung panggilan. “Kudengar Guild Ares juga kasih kamu penawaran. Apa kamu memutuskan untuk gabung sama mereka?” tanya Rhea kemudian.
“Enggak juga. Aku punya rencana lain. Belum bisa bilang sekarang. Tapi untuk sementara aku nggak akan gabung guild manapun.” Riko menjelaskan dengan tegas.
Kini suara helaan napas lega terdengar dari ujung panggilan. “Baguslah kalau gitu. Gama adalah salah satu irregular juga. Dia dari kelas swordsman. Kemampuan khususnya bernama Steel Body, dimana tubuhnya akan sekuat baja dan tidak bisa terluka oleh serangan apa pun,” terang Rhea tiba-tiba.
Riko mengernyitkan dahinya dengan curiga. “Kenapa kamu kasih tahu informasi itu ke aku?” tanyanya penasaran.
“Hmm … entahlah. Mungkin Gama adalah orang yang lebih keras kepala dari dugaanmu. Nggak akan mudah nolak kemauan dia,” ucap Rhea simpatik.
Riko mendengkus pendek. “Makasih udah ngawatirin aku. Tapi tenang aja, aku udah ada rencana. Sebelumnya kalian berdua yang selalu kasih aku penawaran. Sekarang, aku yang pengen memberi kalian penawaran.”
Riko terpikirkan ide ini ketika berkendara pulang ke kosannya. Ares adalah Guild di rangking pertama yang terkuat. Di bawahnya, yang kedua, Guild Corsage milik Rhea rupanya menduduki rangking yang juga tinggi.
Melihat hal tersebut, Riko jadi memikirkan sebuah peluang bisnis yang cukup menjanjikan. Daripada bergabung dengan salah satu dari mereka dan bekerja di bawah kontrak karyawan, kenapa tidak menjadikan keduanya sebagai rekanan bisnis saja. Toh kemampuan Riko memang dihargai cukup mahal oleh kedua ketua guild tersebut.
“Tawaran?” tanya Rhea penasaran .
“Betul. Setelah aku pelajari kontrak dari Corsage dan Ares, kalian berdua rupanya cuma butuh penempa jenius buat bikin senjata level tinggi untuk anggota guild kalian. Kalau dipikir-pikir, bukannya nggak adil kalau blacksmith irregular kayak aku hanya dikuasai oleh satu pihak saja? Selain karena jenis senjata kalian pada dasarnya berbeda, juga untuk menghindari kesenjangan kekuatan guild-guild di rangking atas. Kalau cuma satu guild aja yang punya peralatan bagus, bisa-bisa dia memonopoli pasar dungeon, kan,” ulas Riko dengan logikanya.
Rhea terdiam selama beberapa detik lalu akhirnya berkomentar setelah berpikir sejenak. “Hmm … masuk akal. Jadi gimana penawaranmu?”
Rhea mendengkus pendek di ujung panggilan. Ia tertawa selama beberapa saat sebelum kembali membalas ucapan Riko.
“Ternyata kamu punya jiwa bisnis juga, Riko. Sejujurnya penawaranmu emang masuk akal sekali. Aku juga setuju kalau kamu bermaksud bikin dirimu sebagai pihak netral. Dengan cara itu, kamu juga bisa meraup keuntungan yang lebih besar daripada kalau kamu cuma jadi anggota guild.
“Tapi masalahnya, kalau kamu bergerak sendiri gitu, gimana kamu bisa masuk dungeon? Kamu nggak akan bisa naik level kalau cuma menempa. Dan aku yakin ada beberapa barang yang hanya bisa ditempa kalau levelmu cukup tinggi. Dengan masuk dungeon, kamu juga baru bisa dapetin material-material untuk bikin barang. Gimana kamu atasi itu?” tantang Rhea kemudian.
Riko menyeringai licik. Sebenarnya inilah yang dia tunggu-tunggu dari tadi.
“Karena itulah aku telepon kamu sekarang. Bukannya kita perlu membangun hubungan kerja sama yang baik kan. Aku akan gratiskan biaya pembuatan senjata pertama guild Corsage kalau kamu bisa bantu aku masuk dungeon dalam waktu dekat ini,” ucap Riko akhirnya mengutarakan maksudnya.
Selama beberapa waktu Rhea tidak bereaksi. Namun kemudian tawa gadis itu meledak. “Aku nggak pernah tahu ternyata kamu orang yang licik juga ya. Gimana aku bisa percaya sama kata-katamu?” ujar Rhea masih setengah tertawa.
“Karena kamu emang nggak punya pilihan lain. Kalau Corsage nggak bisa bantu, mungkin Ares bisa,” celetuk Riko ringan.
Negosiasi berakhir ketika Riko menyebut Guild Ares. Biar bagaimanapun Rhea tidak bisa membiarkan guild besar lain menguasai kemampuan Riko. Lebih baik menuruti kemauan anak itu agar ke depannya ia bisa menggunakan kemampuan Riko untuk bisa mendapat barang-barang berkualitas.
“Oke. Kalau gitu aku akan atur kamu untuk masuk ke dungeon dalam waktu dekat. Kasih aku daftar nama tim mu. Biar aku masukkan dalam pendaftaran guild kami,” ujar Rhea akhirnya mengalah.
“Kalau kubilang aku cuma bakal berangkat berdua, apa sisa anggota timnya bakal digenapi sama anak-anak anggota guildmu?” tanya Riko kemudian.
“Tentu saja. Untuk bisa masuk guild setidaknya kamu harus memiliki lima anggota tim. Kalau kamu sangat kuat, kamu bisa masuk berempat. Tapi idealnya lima orang. Kenapa? Apa kamu nggak punya anggota lain? Akan kupinjamkan anak-anak guildku. Tapi kamu harus kasih seperlima bagian kristalmu buat kami,” ucap Rhea.
“Ah, nggak perlu. Aku udah ada anggotanya, kok. Besok aku kirim ke kamu nama-nama player yang akan berangkat,” timpal Riko cepat-cepat.
Sayang sekali kalau ia harus mengurangi jumlah pendapatan kristalnya untuk diberikan pada guild orang lain yang sudah kaya. Seperti menggarami lautan. Selain itu, Riko juga perlu merekrut player yang belum tergabung dengan guild manapun. Cara ini mungkin bisa jadi kesempatan bagi Riko untuk bertemu player baru.
Setelah pembicaraan dengan Rhea selesai, Riko pun akhirnya membuat iklan di forum para player. Forum tersebut berupa situs resmi dari Asosiasi yang bisa diikuti semua player untuk mendapat informasi baru mengenai dungeon. Melalui forum tersebut, Riko mengumumkan bahwa dia mencari dua anggota untuk melakukan dungeon raid.
Ia tinggal menunggu siapa pun menghubunginya dan Riko tinggal menyeleksi player yang cukup cocok menurut kriterianya. Satu masalah sudah terpecahkan. Riko bersiul-siul senang karena sudah bisa mendapat ide yang cemerlang.