Genesis: The Lucky Blacksmith

Genesis: The Lucky Blacksmith
Panggilan Misterius



Toko lelang mematok harga cukup tinggi untuk Lycan Knife yang baru saja diperbaiki oleh Riko. Satu setengah juta Moonstone untuk senjata level 35. Seharian Riko sudah mencari tahu cara mengkonversi mata uang Moonstonenya dalam rupiah.


Seratus ribu Moonstone bisa ditukarkan dengan uang sebesar lima puluh ribu rupiah. Itu artinya dia menghasilkan tujuh ratus lima puluh ribu untuk senjatanya.


Belum lagi jumlah Kristal yang sudah terjual. Riko setidaknya mendapat penghasilan lebih dari tiga juta rupiah dari dua kali memasuki dungeon. Masih ditambah gaji dari perusahaan. Total mungkin mencapai sekitar lima juta rupiah.


Ini adalah penghasilan terbanyaknya sepanjang hidup. Riko tidak pernah mendapat gaji bulanan lebih dari dua setengah juta sebelum ini. hasil kerja paruh waktu di cafe dan warnet tentu tidak sebanyak ini. bahkan kalau digabungkan, angka lima juta termasuk fantastis. Ia bahkan tidak perlu pergi bekerja selama delapan jam setiap hari.


Gara-gara perhitungan tersebut, Riko kembali tergoda untuk menerima tawaran Rhea. Namun hatinya masih ragu. Pemuda itu akhirnya memutuskan untuk memesan makanan secara online dan tidur saja daripada lelah berpikir. Tubuh yang sehat dan kenyang adalah kunci kejernihan pikiran.


 


Esok paginya, Riko melalui harinya seperti biasa. Ia sedang bersiap untuk mencari sarapan ketika mendadak notifikasi ponselnya berbunyi. Sebuah nomor tak dikenal menghubungi Riko. Ia memutuskan untuk mengabaikannya.


Mungkin panggilan misi lagi seperti sebelumnya. Rangga bisa saja berbuat nekat dan berusaha membunuhnya lagi di dungeon. Riko sedang malas meladeni orang-orang semacam itu. Lagipula Riko sudah cukup mendapat uang untuk bulan ini. Jadi ia merasa tidak perlu lagi masuk dungeon dalam waktu dekat.


Akhirnya pemuda itu pun beranjak pergi meninggalkan kosnya. Sehari-hari ia mengendarai motor bututnya yang sudah ketinggalan jaman. Itu satu-satunya kendaraan yang dia miliki sejak awal kuliah dulu. Usia motornya sudah sekitar tujuh tahun. Mungkin kalau Riko masuk dungeon beberapa kali lagi, ia juga bisa  membeli motor baru.


Saat sedang menunggu antrean di ATM, Riko pun mengecek ponselnya. Notifikasi panggilan dari nomor yang sama tercatat sudah menelponnya lima kali. Riko tidak mengacuhkannya dan memilih untuk membaca pesan singkat saja. Ternyata sang pemilik nomor yang sama itu juga mengiriminya pesan singkat. Pesan yang akhirnya mengubah hidup Riko di kemudian hari.


 


Selamat siang Sdr. Riko Sanjaya. Mohon maaf karena telah mengganggu waktu Anda. Perkenalkan saya Dirga dari Guild Ares. Saya ingin memastikan apakah benarbahwa anda adalah player yang telah menjual Lycan Knife di pasar lelang? Mohon konfirmasinya karena informasi tersebut bisa kami bocorkan jika Anda tidak bersedia bekerja sama.


 


Begitu bunyi pesan singkat tersebut. Riko bak disambar petir di siang bolong. Bagaimana bisa seseorang mengetahui tentang identitasnya di pasar lelang? Seharusnya semua ID pemain disembunyikan di tempat tersebut agar tidak terjadi kekacauan semacam ini.


Riko benar-benar tidak bisa tinggal diam. Kalau identitasnya sebagai penjual Kristal dan Lycan Knife diketahui oleh pemerintah dan perusahaan, maka tamatlah karirnya sebagai pemburu dungeon. Dengan buru-buru Riko segera membalas pesan misterius tersebut. Ia belum pernah mendengar tentang Guild Ares sebelumnya. Sepertinya ini juga guild yang baru didirikan. Riko harus menyelesaikan masalah ini secepatnya.


Balasan pesannya datang dengan cepat. Orang bernama Dirga ini meminta Riko untuk datang ke sebuah alamat yang ternyata masih ada di kota yang sama. Entah apa keinginan orang tersebut, Riko sama sekali tidak bisa menduganya. Meski begitu, ia tetap harus menghadapinya, atau masa depan cerah yang tadi dia bayangkan bisa musnah begitu saja.