
Riko tidak sempat menghindar. Cakar raksasa sang malaikat hitam itu menghantam tubuhnya. Beruntung armor yang baru dia beli itu masih dalam pengaruh elemen gelap, sehingga damage serangan Fallen Angel tersebut sedikit teredam.
Meski begitu kekuatan sang bos monster tetaplah dahsyat. Tubuh Riko terhempas sejauh dua puluh meter. Armornya tidak rusak, tetapi organ dalam tubuh pemuda itu terdampak oleh serangan. Riko terbatuk lantas memuntahkan darah segar dari mulutnya.
Rizal berlari tergopoh-gopoh menuju ke tempat Riko jatuh. Tanpa banyak Bicara Rizal langsung mulai menyembuhkan Riko dengan kemampuannya. Sementara Itu Zein dan Mona secara bergantian menarik perhatian bos monster itu agar tidak lagi fokus menyerang Riko. Jaka berlarian ke sana kemari untuk mengejar Fallen Angel yang kini bisa terbang bebas tanpa terikat pada altarnya.
“Heal!” ucap Rizal sembari menangkupkan kedua tangannya ke tubu Riko yang terluka. Cahaya emas keluar dari tangan Rizal lantas meluas hingga melingkupi seluruh tubuh Riko.
Seketika pemuda itu tidak lagi merasakan rasa sakit. Vitalitasnya kembali dan Riko siap untuk bertempur lagi.
“Makasih, Zal,” celetuk Riko sembari bangun berdiri dari tanah lantas mengubah mode armornya menjadi Light.
Seluruh penampilannya kini berubah warna. Armor besinya yang semula berwarna hitam, sekarang menjadi putih. Dan kapak bulan sabitnya yang gelap berubah menjadi kapak bulat berwarna putih cemerlang.
Bahkan aura gelap yang melingkupinya sekarang menjadi berwarna emas. Riko merasa seperti terlahir kembali.
Di kejauhan ia melihat Jaka yang berkutat untuk mengejar sang Fallen Angel. Sementara sang Bos monster justru terus-terusan berpindah dari Mona ke Zain. Riko bisa membaca pola serangan Fallen Angel tersebut. Malaikat hitam itu akan menyerang siapa pun yang memberinya damage besar. Pada kasus tersebut, Jaka yang merupakan seorang swordsman, memiliki poin defence yang jauh lebih besar dari attacknya. Karena itu damage Jaka sangatlah kecil.
Efek skill overthrustnya sudah habis sedari tadi. Namun sekarang, setelah ia berada dalam kondisi terbaiknya, didukung oleh buff dari Rizal, Riko pun kembali meraung. Ia mengaktifkan skill yang berlangsung selama tiga puluh detik itu sekali lagi. Setelah itu, Riko pun berteriak pada Jaka.
“Jak! Provoke!” perintahnya agar Jaka bisa mengaktifkan skill provoke nya.
Jaka tampak ragu. Sepertinya ia tidak yakin bisa menahan serangan Fallen Angel itu sendirian. Karena itu sedari tadi Jaka enggan menggunakan Provoke. Meski begitu, Riko punya rencana. Satu-satunya yang bisa Jaka lakukan adalah mempercayai ketua guildnya tersebut.
Akhirnya Jaka pun mengangkat pedang besarnya tinggi-tinggi. “Provoke!” teriaknya memancing perhatian sang bos monster. Cahaya biru memancar keluar dari ujung pedangnya dan membuat Fallen Angel terhipnotis.
Tanpa ragu lagi, Bos monster tersebut akhirnya menerjang ke arah Jaka yang sudah kembali menghunuskan pedangnya dengan siaga.
“Zein! Terbangkan aku ke arah kepala Fallen Angel!” Perintah kedua diteriakkan Riko pada rekan warlocknya.
Sang penyihir menyanggupi perintah tersebut tanpa bertanya. Zein mengarahkan tongkat sihirnya untuk mengatur elemen angin agar mengangkat tubuh Riko tinggi-tinggi. Kejadian selanjutnya berlangsung sangat cepat. Riko mengayunkan kapak bulat besarnya seketika setelah Zein berhasil membawanya ke depan wajah Fallen Angel tersebut. Dengan kekuatan penuh, pemuda tersebut membacok tepat di puncak kepala sang makhluk raksasa itu dengan kekuatan penuh.
Sebuah Kristal hitam pekat yang menempel di kening makhluk tersebut seketika pecah karena tumbukan kekuatan cahaya yang dikeluarkan oleh kapak Riko. Dengan pecahnya Kristal tersebut, sang Fallen Angel langsung meraung kesakitan. Seluruh tubuhnya berubah menjadi hitam seperti tertular penyakit pes yang sangat parah. Setelah menggeliat-geliat penuh derita, akhirnya riwayat sang malaikat gelap tersebut pun selesai. Sekali lagi, Riko berhasil membunuh bos monster level S.