
Serangan pertama Riko memantul sebelum berhasil mengenai targetnya. Begitu pula serangan Jaka. Keduanya terpental ke belakang sejauh lima meter saat mencoba menyabetkan senjata mereka ke arah sang bos monster. Alih-alih terluka, Fallen Angel itu hanya melirik ke arah Riko dan Jaka dengan penuh otoritas. Tekanan dari tatapan itu nyarsi membuat Riko merasa takut. Namun tittle Fear Resistance-nya teraktivasi, membuat Riko kembali berpikiran jernih.
Sang malaikat raksasa itu sepertinya terganggu oleh tiga serangan beruntun yang diarahkan kepadanya. Ia akhirnya melakukan gerakan pertamanya. Sebuah raungan keras seperti suara auman singa yang marah. Efek dari suara tersebut adalah sebuah gelombang kejut luar biasa yang menyapu seluruh area dungeon hingga menghempaskan tubuh semua orang yang ada di sana.
Riko terkapar tak berdaya di atas tanah kering setelah menerima auman gelombang kejut dari Fallen Angel. Setelah mengaum keras sekali, malaikat raksasa itu pun kembali diam dan tidak melakukan apa-apa selain mengamati sekitar dengan kedua matanya yang berwarna emas dan ungu.
Setelah mengalami kejadian besar itu, Riko bisa menyimpulkan dua hal. Pertama, monster ini sangat kuat, bahkan melebihi seekor naga. Kedua, Fallen Angel sepertinya bukan tipe monster agresif. Alih-alih, dia hanya berdiam diri di tempatnya berada dan tidak melakukan apa-apa kecuali diserang lebih dulu.
Kalau bisa memilih, Riko sebenarnya ingin membiarkan Fallen Angel itu hidup dengan tenang di atas altarnya. Ia toh tidak melakukan apa-apa selain mengamati. Sayangnya dia butuh sayap dan elemen cahaya dari makhluk tersebut. Tentunya Riko tidak bisa meminta baik-baik pada sang bos monster. Kendala bahasa mereka sepertinya cukup serius, mengingat kalimat pertama yang diucapkan malaikat raksasa itu adalah sebuah auman bergelombang kejut.
“Jangan tertipu pada penampilannya yang tenang. Dia akan berubah ganas saat perannya berganti. Kalau kekuatan gelapnya menguasai kesadaran, monster itu bisa sangat berbahaya. Kita harus mengalahkannya sebelum berubah!” seru Mona memperingatkan.
Mudah saja ia bicara begitu, padahal seluruh kekuatan mereka terpental sebelum mengenai tubuh sang malaikat. “Bagaimana cara menyerang makhluk itu? Serangan kami memantul seperti ada dinding transparan di sekitarnya,” sahut Riko sembari bangkit berdiri.
“Saat dia berada dalam mode suci, kau harus menggunakan elemen gelap untuk memberinya damage. Pada titik tertentu, mantra pelindungnya akan terpecah,” terang Mona.
Jaka mengangguk setuju. “Siap, Mas Riko,” ujarnya lantas melesat melakukan perintah yang disuruh oleh Riko.
Di tengah waktu yang sempit itu, Riko harus mencocokkan senjata dan equipnya. Mengikuti arahan Mona, itu artinya Jaka perlu memiliki dua jenis set equip untuk melawan Fallen Angel. Set pertama berelemen gelap, sementara yang lainnya berelemen suci atau cahaya.
Buru-buru Riko mencari set equip dan senjata yang cocok di pasar lelang, sementara rekan-rekannya yang lain sudah melancarkan serangan mereka masing-masing sembari memecah dinding pertahanan tak kasat mata milih sang bos monster.
“Mona! Berapa lama kira-kira waktu yang dibutuhkan sama Fallen Angel buat berubah peran?” tanya Riko sambil masih mencari senjata yang cocok.
“Sepuluh sampai lima belas menit. Tapi bakal semakin singkat setiap kali dia dia berganti sifat,” jelas Mona di tengah-tengah rapalan mantranya.
“Sialan. Ayo cepet dong. Tinggal sepuluh menit lagi ini,” gumam Riko tak sabar.