Genesis: The Lucky Blacksmith

Genesis: The Lucky Blacksmith
Pertemuan



Acara peresmian berjalan dengan lancar. Para tamu undangan terdiri dari orang-orang penting dari asosiasi yang diundang oleh Mona. Riko pun berkenalan dengan para pejabat Asosiasi yang hadir di acara tersebut. Setelah beramah tamah sejenak, Riko pun menyambut teman-temannya yang datang dari guild Ares serta guild Corsage.


Gamaliel datang bersama Dirga dan beberapa anggota inti guildnya yang lain. Sementara itu Rhea juga didampingi oleh beberapa anggota guildnya, para penyihir yang memakai mantel hitam sepanjang lutut. Kedua ketua guild tersebut tampak sedang berbincang santai di sudut ruangan. Riko mendatangi mereka untuk menyapa sejenak.


“Tokoh utama acara hari ini akhirnya muncul,” kata Rhea yang sudah mengetahui kedatangan Riko bahkan sebelum pemuda itu menyapa mereka. Seperti biasa, gadis itu mengenakan penutup mata putih yang sepertinya memang tidak pernah dia lepas.


“Maaf baru sempat nyamperin. Biasalah, harus basa-basi dulu sama pejabat tinggi asosiasi itu,” tukas Riko kemudian.


Gamaliel terkekeh. “Repot memang jadi ketua guild. Tapi harus kuakui markasmu gede juga. Ini sih lebih gede dari kami punya. Kayaknya kita harus perluas lahan, Dirga. Masa kalah sama Forging Master,” ujarnya beraling pada sang wakil ketua guild Ares.


Dirga hanya manggut-manggut pelan sembari menyesap cocktail di tangannya.


“Masih butuh banyak perbaikan. Yah, pelan-pelan lah,” ujar Riko rendah hati.


“Tenang aja. Reputasimu sebagai pembuat senjata udah banyak dikenal orang. Ngomong-ngomong pinter juga kamu, bisa ngundang lima guild rangking teratas,” komentar Gamaliel sembari mengangguk ke arah dua petinggi dari guild Minerva dan Rangerbone.


Keduanya adalah sepasang pria dan wanita seumuran Gamaliel. Mereka berdiri di dekat food stall yang tak jauh dari tempat mereka berdiri. Riko tahu dari berita bahwa sang pria jangkung berpakaian necis itu bernama Abyasa. Dia adalah Ketua Guild Rangerbone, tempat para player kelas archer berkumpul. Sementara perempuan bertunik ungu muda bernama Kemala. Dia adalah Ketua Guild Minerva yang tersohor. Kemala adalah irregular dari kelas Alchemist. Kemampuan gadis itu dalam membuat ramuan peledak sangat terkenal.


“Sepertinya Mona bekerja dengan baik di Forging Master. Dia yang siapin acara ini, kan? Sampai bisa undang orang-orang asosiasi dan ketua guild yang kamu nggak akrab. Mereka berdua datang ke sini buat berbisnis. Kamu mungkin bakal dapet banyak kontrak kerja setelah acara ini,” tukas Rhea yang membaca pikiran kedua ketua guild Minerva dan Rangerbone itu dari kejauhan.


Riko balas mengangguk singkat. Ia lalu beralih pada Rhea yang barusan memuji pekerjaan Mona mempersiapkan acara pesta mala mini.


“Mona itu luar biasa, sih. Kerjanya bagus, cekatan dan bisa diandalkan. Aku beruntung banget dia mau masuk guildku. Sorry, Rhe, aku bukannya sengaja nyulik anggota terbaikmu. Dia sendiri yang mau masuk Forging Master. No offence, tapi kayaknya kemampuanku emang cukup menarik di mata player lain,” kelakar Riko sambil tertawa.


“Yah, jujur aja aku lumayan nggak ikhlas dia pindah ke guildmu. Tapi mengingat kita akan bekerja sama di waktu yang lama, kuanggap itu investasi,” timpal Rhea kalem.


Riko mendengkus pendek sambil masih tertawa. “Nanti bisa kita obrolin berdua aja soal itunya,” sahutnya kemudian.


“Wah, mainnya tukar menukar anggota Guild. Kamu butuh swordsman nggak, Rik? Nanti pilih aja dari anak-anak Ares,” gelegar Gamaliel tak mau kalah.


Riko tertawa menanggapi. Namun, belum sempat pemuda itu menjawab, Mona sudah menghampirinya dan memberi salam pada Gamaliel dan Rhea. Gadis itu lantas berbisik pelan di telinga Riko


“Minerva sama Rangerbone mau ketemu kamu,” bisik Mona.


Riko mengangguk pelan. “Nanti kita sambung lagi obrolannya, ya. Aku permisi sebentar,” kata pemuda itu berpamitan pada dua lawan bicaranya.