
Sama seperti biasanya, setiap hari Minggu Bella pulang kerumah sederhananya. Ia membersihkan serta mengecek barang-barang yang ditinggal di rumah itu. Misalnya barang-barang Bella yang ada dirumah sederhananya hilang, tidak masalah baginya, karena ia sudah membawa semua barang berharga ke rumah Edbert. Eits bukan rumah Edbert, melainkan rumah Bella dan Edbert.
Tapi kemarin saat memindahkan barang-barang Bella, Edbert dan keluarga nya sedikit bingung. Mereka bertanya kepada Bella dari mana dia dapatkan semua barang yang sebagus itu, lalu pakaiannya yang banyak, 1 mobil, 1 motor, rumah yang lumayan mewah, laptop, tv, tas, sepatu, kulkas, dan masih banyak lagi. Untung Bella pintar, jadi dia menjawab,
"Sejak kecil aku sudah bekerja dan suka menabung. Aku tidak boros dalam pemakaian uang, aku hanya membeli barang-barang yang menurutku perlu. Waktu aku sudah besar, aku melihat tabungan ku, aku tidak menyangka tabungan ku sangat banyak. Kalau dihitung-hitung aku bisa membeli mobil dan lain-lain. Walaupun begitu, tabungan ku sampai sekarang masih sangat banyak"
Edbert dan kelurganya terdiam, mereka tidak tau mau ngomong apa lagi.
Bella menertawai mereka.
"Hahaha, hahaha, kalian percaya? Aku berbohong kok. Mana mungkin aku bisa membeli semua ini, ini adalah peninggalan bibiku, dia memberi ini semua kepada ku karena dia tidak punya anak, dan aku sudah dianggapnya sebagai anak kandung sendiri"
Kalau mengingat kejadian itu, Bella menertawai dirinya sendiri. Bisa-bisanya dia berbohong mengatakan itu adalah peninggalan bibinya, padahal pemberian Ayah dan Bunda nya.
Bella tiba-tiba saja rindu kepada Ayah dan Bundanya. Ia berharap 4 bulan ini cepat berakhir, ia ingin cepat-cepat memeluk kedua orangtuanya.
Bella tidak peduli lagi mau dinikahkan dengan anak dari teman Ayah nya, yang penting ia segera bertemu dengan kedua orangtuanya. Tapi di hati Bella sudah tertanam nama Edbert. Saat ia mulai menyukai Edbert, Edbert menjauhi dirinya. Inilah salah satu alasan Bella tidak mau menyukai seseorang. Sakit hati itu rasanya tidak enak, kita yang membahagiakan dia, dia malah sama orang lain.
Saat Bella sedang membersihkan rumah sederhana nya, ia melihat mobil Edbert lewat. Kaca mobil Edbert terbuka lebar, Bella melihat ada satu wanita duduk didepan. Wanita itu sedang mengelus kepala Edbert.
"Eh gue ga salah lihat kan? Itu benaran Edbert? Dan Kylie?"
"Bentar, bentar, gue harus lihat cctv"
Bella melihat cctv dengan teliti, ternyata dugaannya benar itu Edbert dan Kylie.
"Tarik nafas panjang-panjang, buang. Huff"
"Kamu keterlaluan banget sih Edbert. Lihat saja aku akan membuat mu menyesal!"
"Eits tunggu, aku punya ide!"
...〜(꒪꒳꒪)〜...
Bella membawa semua barang-barang nya kembali kerumah sederhananya. Saat Edbert pulang, ia bingung apa yang sedang dilakukan oleh mereka. Kenapa mereka semua mengangkut barang-barang Bella.
"Apa yang kalian lakukan? Kenapa kalian membawa barang-barang istri ku?"
Mereka menghiraukan Edbert.
"Hei jawab" Ucap Edbert.
Bella mendatangi Edbert.
"Sayang kamu udah pulang ya? Aku mau kembali ke rumah ku yang dulu, soalnya ada sesuatu yang mau ku urus. Kamu gapapa kan tinggal sendiri disini?"
"Kenapa tidak tinggal disini saja?"
"Aku sangat ribut, aku tidak mau menganggu kamu. Nanti kalau aku ribut, kamu malah marah-marah. Bukan nya lebih baik seperti ini? Nanti kalau urusan ku sudah selesai, aku kembali lagi kesini. Oke?"
Edbert terdiam, dia tidak tau mau berkata apa untuk mencegah Bella supaya tidak pergi.
"Bye sayang, aku pergi dulu. Muach" Bella mencium pipi Edbert.
Edbert hanya bisa tersenyum melihat kepergian Bella. Ia tidak tau mau menangis atau tertawa. Rasanya sedih jika ada orang yang tiba-tiba meninggalkan kita tanpa kita tau alasannya.
"Ahk Edbert sialan, aku kira dia akan mencegah ku. Yasudah biarkan saja!"
...〜(꒪꒳꒪)〜...
Jangan lupa dukungannya.