EdBell

EdBell
Bab 18 - EdBell



Perjalanan Bella ke Rusia membuat Edbert sedih. Ia ingin sekali ikut, tapi perusahaan mempunyai sedikit masalah. Edbert mengantar Bella sampai ke bandara dan menunggu pesawat nya lepas landas. Bella juga sangat sedih karena harus berpisah dengan Edbert. Tapi bagaimana mau di buat, ini adalah tugas yang sangat penting. Kedua orangtua Bella dan Edbert membiarkan mereka menjalani perpisahan ini. Tujuan mereka melakukan hal ini supaya Edbert dan Bella benar-benar mampu melakukan tugas nya dengan baik.


"Sampai jumpa" Ucap Edbert kepada Bella dengan mata yang berkaca-kaca.


"Dah Edbert. Aku mencintai mu" Ucapan terakhir Bella dan pelukan terakhir nya kepada Edbert.


"Jaga diri disana. Jangan tergoda sama pria lain"


"Iya aku tau. Kamu jangan sampai tergoda sama wanita lain. Aku bunuh lho yaa"


"Iya sayang. Hati-hati ya"


Dengan berat hati Bella memasuki pesawat pribadi nya. Ia berusaha tidak menangis di depan Edbert. Ini hanya perpisahan sementara, sebentar lagi mereka akan jumpa kembali.


Pesawat Bella sudah lepas landas. Edbert hanya bisa tersenyum melihat kepergian istrinya, dia harus kuat dengan perpisahan sementara ini.


"Tuan, Nyonya sudah pergi, sebaiknya kita ke perusahaan"


"Aku tau"


Edbert dan asisten pribadi nya meninggalkan bandara, lalu menuju ke perusahaan.


13 jam 45 menit


"Nyonya, kita sudah sampai" Ucap asisten pribadi Bella.


"Oke"


Bella turun dari pesawat lalu naik lagi ke mobil pribadinya yang akan mengantar nya ke apartemen. Para asisten menurunkan barang-barang Bella dari pesawat dan memasukkan nya ke dalam mobil.


"Semua sudah beres Nyonya"


"Jalan"


Sekarang sudah pukul 22.00, Bella sangat mengantuk dan lelah karena perjalan jauh. Ia ingin cepat-cepat berbaring di atas ranjang yang empuk, tapi perjalan ke apartemen nya 2 jam.


2 jam kemudian


"Nyonya kita sudah sampai"


Para asisten berusaha membangunkan Bella yang tertidur nyenyak. Bella sangat sudah di bangunkan, jadi tadi para asisten mengangkati semua barang-barang Bella ke dalam apartemen.


Untuk panggilan yang ke 50, Bella terbangun. Bella nampak bingung, kenapa semua asistennya mengelilingi mobil nya.


"Apa yang terjadi?" Ucap Bella.


"Nyonya kita sudah sampai. Anda bisa beristirahat di kasur impian Anda"


"Sudah sampai? Kenapa tidak membangunkan ku? Dasar kalian"


"Oh iya, karena cuma kamu wanita, kamu tinggal di apartemen saya. Saya percaya kamu dapat melindungi saya dari bahaya"


"Kalian bertiga tinggal di sebelah apartemen saya. Untuk hari ini beristirahat lah dengan tenang, tidak perlu terlalu waspada. Besok saya akan memberi kalian sesuatu, harap di pergunakan dengan baik!"


"Baik Nyonya" Jawab mereka berempat.


Bella dan para asisten nya masuk ke dalam apartemen masing-masing.


"Kamu mau kemana?" Tanya Bella kepada asisten wanita nya, yang tak lain adalah Tyler.


"Saya mau ke sofa untuk tidur Nyonya. Soalnya kamar hanya satu" Jawab Tyler.


"Lalu kamar mereka?" Tanya Bella.


"Karena mereka tiga orang, jadi sudah disediakan dua kamar Nyonya. Saya tadi tidak tau kalau Nyonya mengajak saya untuk tinggal di apartemen Nyonya, jadi saya belum memesan satu kamar lagi untuk saya"


"Kamu bodoh juga ya. Kalau kamu tinggal sama mereka, takutnya kamu di apa-apain. Makanya saya ngajak kamu untuk tinggal sama saya"


"Maaf Nyonya, saya kurang teliti"


"Ya sudah, kamu tidur di kamar saya saja. Tidak usah memesan kamar lagi"


"Tapi Nyonya"


"Tidak ada tapi-tapi. Kamu tidur sama saya sekalian jaga saya"


"Baik Nyonya"


Bella dan Tyler masuk ke dalam kamar dan istirahat. Bella lupa mengecek ponsel nya karena sudah terlalu lelah. Ia lupa mengabari orangtuanya dan suami nya, padahal suami nya sangat khawatir karena belum ada kabar.