
Setelah sampai ke tempat asal, Bella dihibur oleh Bunda dan Ayah. Ayah menelepon orangtua Edbert supaya segera datang dan membahas permasalahan di antara anak mereka.
Tak berapa lama kemudian, kedua orangtua Edbert sampai ke tempat tujuan. Mereka datang sambil membawa makanan kesukaan Bella. Bella yang sudah lapar langsung membuka makanan itu dan memakan nya.
"Ayah, Bunda, Papi, Mami, Bella cuman mau ngucapin terimakasih yang sebesar-besarnya. Berkat kalian semua menjadi berjalan dengan lancar . Tanpa kalian kami tidak akan bisa melakukan apa-apa" Ucap Bella
"Ini usaha kalian Nak, kami tidak melakukan apa-apa" Jawab Papi
"Ah udah deh, langsung ke inti nya saja ya" Ucap Bella
Mereka membahas hubungan Bella dan Edbert. Sebenarnya mereka tidak mau kalau kedua anak mereka bercerai gara-gara orang yang tidak di kenal. Tapi sisi keras Bella membuat mereka mengalah dan mendengarkan semua omongan Bella.
"Anak Ayah memang pintar" Ucap Ayah seketika
"Bella gitu dong Yah. Hidup ini harus pintar, jangan mudah di bodohi. Kayak dia tuh, udah masuk ke dalam jebakan" Jawab Bella
"Jadi gimana nih? Apakah kalian semua setuju dengan perkataan saya?" Tanya Bella
"Saya setuju" Jawab Papi
"Ya saya juga Bella. Kami akan melakukan yang terbaik" Jawab Mami
"Ayah dan Bunda gimana?"
"Ayah dan Bunda setuju dong sayang. Kita lakukan bersama-sama, percaya deh pasti nanti berhasil" Jawab Bunda
"Yoi. Bagus lah kalau semua sudah setuju. Mari kita mulai" Ucap Bella serius
Semua perlengkapan sudah siap. Viktor sudah siap untuk merekam dan Tyler sebagai saksi. Saat nya sudah di mulai, kebenaran sebentar lagi akan terungkap.
Keesokan hari
Vidio antara Bella dan kedua orangtua Edbert tersebar sangat cepat. Hal ini membuat banyak orang terkejut tak percaya.
"Saya tau anak saya sudah membuat kamu kecewa, tapi kenapa kamu harus membalaskan nya seperti ini Nak, kenapa? Saya tidak habis pikir sama kamu, bisa-bisa nya kamu menaruh racun di minuman Papi! Dia juga Papi kamu sendiri Nak, dia udah anggap kamu sebagai putri nya!" Ucap Mami dengan air matanya yang terus mengalir
"Berisik! Tinggal bawa aja ke rumah sakit susah?! Lagian dia juga tidak mati!" Bentak Bella sambil memutar kedua bola matanya
"Kamu!"
Setelah Mami dan Papi pergi, Bella di marahi oleh kedua orangtua nya.
"Anak kurang ajar!" Bentak Ayah
"Apa?! Ayah mau pukul Bella? Pukul aja! Bella tau kalian lebih memilih anak itu dari pada Bella! Kalian juga udah buat Bella kecewa kok!" Jawab Bella lalu pergi ke dalam kamar nya
Aurora yang menyaksikan video itu merasa puas. Dia ketawa terbahak-bahak, senang di atas penderitaan orang. Padahal dia tidak tahu akan ada karma yang menyusul dia.
Tepat di depan rumah Edbert, sudah banyak wartawan yang datang. Mereka menyuruh Edbert dan Aurora keluar untuk menjawab pertanyaan.
"Tuan apakah benar Papi Anda keracunan? Apa benar Nyonya Bella yang meracuni nya?"
"Saya disini mewakilkan Edbert untuk menjawab. Ya benar Papi keracunan dan Bella lah penyebab nya. Ini adalah salah ku, kenapa dia membalas nya kepada Papi. Hiks, maaf semua, ini adalah kesalahan ku. Coba saja kalau aku tidak merebut Edbert kembali, pasti hal ini tidak akan terjadi" Ucap Aurora
"Oh tega sekali dia" Ucap para wartawan
"Kapan Tuan dan Nyonya Bella bercerai? Wanita seperti dia tidak perlu di pertahankan"
"Siapa yang mengatakan itu?!"
Tiba-tiba Bella muncul di samping Edbert. Gaya nya sangat keren, seperti seorang mafia.
"Kenapa anda masih berani muncul disini? Sudah berbuat salah! Tidak meminta maaf pula!" Ucap para wartawan
Bella tertawa
"Hahaha apa kalian tidak pernah berbuat salah?"
Mereka terdiam
"Oh ya untuk kamu Aurora, sebaiknya kamu hati-hati, ada karma yang sudah menunggu mu"
"Em aku tidak bercanda, aku serius. Bersiaplah untuk menerima hukuman yang ke dua kali nya"
Bella menakuti Aurora. Tapi perkataan Bella adalah fakta, sebentar lagi Aurora akan mendapatkan karma nya sendiri.