EdBell

EdBell
Bab 58



58


"Dimana aku harus mencari pacar? Mama dan Papa sungguh tidak sabaran"


Alex berbicara sendiri di dalam mobil. Ia terburu-buru berangkat ke perusahaan karena ada rapat mendadak. Tanpa di sadari nya, ia hampir menabrak seorang Nenek dan gadis yang sedang menyebrang. Untung saja ia langsung merem secara mendadak.


"Astaga apa lagi ini" Ucap Alex.


Alex keluar dari mobil lalu membantu nenek itu berdiri. Ia merasa kasihan kepada nenek itu, sepertinya nenek itu sedang sakit dan akan di bawa ke rumah sakit.


"Maaf saya tidak hati-hati, saya akan membawa Anda kerumah sakit" Ucap Alex.


"Tidak usah Nak, cucu saya bisa membawa saya. Sepertinya kamu sedang terburu-buru. Pergilah Nak" Jawab Nenek tersebut.


Di satu sisi Alex memang terburu-buru, tapi ia tidak tega meninggalkan nenek itu. Ini adalah kesalahan nya karena tidak berhati-hati, ia harus menebus kesalahan yang ia perbuat.


"Hei kamu, tolong bantu saya memasukkan nenek ke dalam mobil" Ucap Alex kepada gadis yang ada di samping Nenek.


"Emm aa ta-tapi"


"Kamu juga tidak mau masuk? Maaf kalau saya harus memaksa kalian" Ucap Alex dengan agak tegas tapi sambil bercanda.


"Sudah lah, Nenek dan Cucu Nenek akan masuk. Sebelumnya terimakasih banyak Nak" Ucap Nenek untuk menghindari konflik.


Alex membukakan pintu supaya mereka bisa masuk ke dalam mobil. Setelah itu Alex kembali duduk di tempat supir dan mulai menyetir dengan santai.


Uhuk, uhuk


Semakin lama batuk Nenek semakin parah. Hal ini membuat cucu nya tambah khawatir. Mereka sama sekali tidak punya uang untuk pengobatan Nenek. Mereka hanya bisa membeli obat yang murah dan meredakan sedikit rasa sakit.


Cucu Nenek itu menjadi tidak enakan karena Nenek batuk-batuk terus. Ia takut pria itu akan menurunkan mereka di tengah-tengah jalan karena merasa jijik.


"Ma-maaf Tuan, setelah ini saya akan membersihkan mobil Anda. Tolong jangan turunkan kami di tengah jalan" Ucap gadis itu.


"Tidak apa-apa, batuk adalah hal yang biasa. Nenek tidak usah menahan batuk Nenek, keluarkan saja. Saya tidak akan merasa terganggu" Jawab Alex.


"Terimakasih Tuan" Ucap gadis itu.


Tak berapa lama kemudian mereka sampai di rumah sakit. Alex langsung memesan kamar yang nyaman dan perawat yang bagus untuk Nenek. Hal ini tidak di ketahui oleh cucu Nenek, soalnya cucu Nenek tadi pamit untuk ke kamar mandi sebentar.


Setelah lama menunggu, cucu Nenek di panggil untuk membayar tagihan. Cucu Nenek terkejut melihat tagihan tersebut kenapa bisa begitu mahal. Ia menyuruh mereka untuk menghitung ulang, mana tau ada yang salah.


Tapi tiba-tiba saja Alex datang dan mengehentikan mereka untuk menghitung ulang. Ia bilang ia akan membayar semua tagihan nya.


"Tapi ini terlalu berlebihan Tuan. Saya tidak bisa menerimanya" Ucap si cucu.


"Ini untuk Nenek kamu, bukan kamu" Jawab Alex sambil membayar tagihan nya.


"Beri Nenek perawatan yang baik, rawat dia sampai sembuh. Saya yang akan membayar semua tagihan nya" Ucap Alex kepada para perawat.


"Baik Tuan"


"Tentu"


Alex membawa si cucu ke tempat sepi.


"Ada apa?" Tanya Alex.


"Saya tau niat anda baik, tapi saya benar-benar tidak punya uang untuk mengembalikan semua uang Tuan"


"Saya tidak menyuruh kamu untuk mengembalikan uang saya. Yang saya mau kamu bersedia menandatangani kontrak ini" Ucap Alex sambil memberikan selembar kertas.


"I-ini?! Maaf Tuan bukan nya saya tidak mau, tapi Anda dari keluarga terkenal, tidak cocok untuk berkencan dengan saya" Ucap si cucu.


"Apa saya tidak cocok berkencan dengan orang sederhana? Apa salah orang kaya seperti saya menyukai gadis yang biasa-biasa saja?"


"Saya tidak tau"


"Kamu tandatangani saja. Percaya dengan saya, kamu tidak akan kenapa-napa"


Mau tidak mau si cucu harus menandatangani kontrak, soalnya Alex sudah membantu biaya rumah sakit Nenek.


"Siapa nama mu?" Tanya Alex kepada si cucu.


"Nama saya Elizabeth Tuan"


"Mulai sekarang kamu adalah pacar saya. Elizabeth, tolong jangan panggil saya Tuan, panggil saya Alex"


"Ba-baik A-alex"


"Bagus"


"Apa saya perlu berdandan supaya tidak kelihatan jelek?" Tanya Elizabeth.


"Tidak perlu, tanpa makeup kamu sudah terlihat cantik"


"Jadi saya tidak perlu mengubah penampilan saya?"


"Tidak ada yang perlu diubah, kamu tetap cantik" Ucap Alex sambil mencium kening Elizabeth.


"Saya ada rapat, kamu temani Nenek dulu, nanti saya akan kembali lagi kesini"


"Baik"


Oh Tuhan, cobaan apa lagi yang Kau berikan. Ini bukan yang pertama kalinya, semoga dia adalah pria yang benar-benar baik. Batin Elizabeth.


...〜(꒪꒳꒪)〜...


Silakan kasih saran bagi yang mau.