EdBell

EdBell
Bab 53



Keesokan hari


"Pengumuman. Kepada seluruh masyarakat, siapa yang berhasil menemukan anak cowok yang mempunyai tanda seperti ini di badan nya, maka dia akan di beri hadiah. Kalau kalian menemukan nya segera hubungi nomor ini"


Para warga heboh setelah mendengar berita. Mereka benar-benar mencari anak itu untuk mendapat banyak hadiah. Bahkan ada pula yang sengaja membuat tanda itu di badan nya supaya mereka dapat hadiah dan menjadi anak dari keluarga terkenal.


Tanda itu berbentuk peta, sangat unik. Walaupun banyak yang membuat tanda itu di badan nya, keluarga tersebut akan tahu mana yang asli dan palsu. Bagi siapa yang membuat tanda palsu di badan nya dan mengakui dirinya sebagai anak mereka, maka mereka dan keluarganya akan di hukum.


"Wah ada juga ya orang bodoh" Ucap Elena.


"Hm demi uang pasti" Jawab Alex.


Bella dan Edbert tidak menanggapi kedua anak nya. Mereka saling melihat satu sama lain. Raut wajah mereka terlihat khawatir, takut sesuatu akan terjadi lagi.


"Mama sama Papa kenapa?" Tanya Elena.


"Tidak ada" Jawab Edbert.


"Varo keruang baca sebentar" Ajak Bella dan Edbert.


"Baik"


Elena dan Alex bingung kepada mereka.


"Mereka kenapa Kak?"


"Kakak juga ga tau. Ga mungkin kan gara-gara lihat berita ini" Ucap Alex.


"Iya sih Kak, ga mungkin"


"Tapi kamu pernah ga lihat badan Varo?" Tanya Alex.


"Pernah, tapi ga ada tanda yang kayak gitu"


"Ya udah sama. Kakak juga ga pernah lihat"


"Yaudah kalo ga pernah Kak. Elena pikir kenapa" Ucap elena sambil memutar kedua bola matanya.


Di ruang baca


"Varo kamu mengerti maksud kami mengajak mu berbicara disini kan?" Tanya Bella.


"Varo ngerti Ma"


"Jadi bagaimana keputusan kamu?" Tanya Edbert.


"Selama ini kalian sudah banyak membantu Varo, tapi Varo juga ingin bertemu dengan kedua orang tua Varo. Varo benar-benar ga nyangka kalau mereka itu masih hidup"


"Jadi kamu mau mengakui kalau kamu anak mereka?" Tanya Edbert.


"Iya Pa. Tapi papa sama Mama setuju ga?"


"Tidak mungkin kami tidak setuju Nak. Karena sudah begini, sebaiknya kita berangkat sekarang saja. Takutnya malah banyak orang yang mengaku-ngaku" Ucap Edbert.


"Ya ikutkan saja mereka. Tapi jangan kasih tahu tentang hal ini dulu"


"Baik"


Akhirnya mereka bertiga keluar dari ruang baca. Elena dan Alex bosan menunggu mereka, tidak kelar-kelar berbicara.


"Ayo berangkat" Ucap Edbert kepada kedua anak nya.


"Kemana Pa? Elena belum siap-siap lho Pa" Jawab Elena.


"15 menit" Ucap Edbert.


Elena dan Alex langsung berlari ke dalam kamar mereka. Dengan cepat Elena berganti pakaian lalu memilih sepatu dan tas. Ia bingung mau buat gaya rambut gimana, akhirnya ia melepaskan nya saja.


10 menit kemudian Elena sudah turun dari tangga dan ikut duduk di ruang tamu. Mereka tinggal menunggu Alex. Alex sangat lama, padahal dia cowok.


6 menit kemudian.


"Terlambat 1 menit" Ucap Edbert kepada Alex.


"Pa Alex itu udah siap, turun dari anak tangga nya yang lama Pa"


"Lama" Ejek Elena kepada Alex.


"Cih"


"Ayo berangkat" Ucap Edbert yang selalu tepat waktu.


Mereka pergi menggunakan dua mobil. 1 mobil berisi Edbert, Bella, serta Alex. 1 mobil lagi berisi Elena dan Varo.


Nasib jomblo. Pengen punya pacar, tapi malas pacaran. Batin Alex.


"Kakak kita mau kemana?"


"Kamu akan tahu nanti"


"Jauh Kak?"


"Lumayan. Kamu gunakan saja waktu nya untuk istirahat, jangan terlalu kelelahan"


"Memang nya berapa jam Kak?"


"7 jam kalau tidak macat"


"Semoga tidak macat, biar Elena bisa menikmati perjalanan dan berfoto-foto. Ya kan kak?"


"Iya sayang"


"Hihihi, Kakak memang yang terbaik"


Sebenarnya kita mau kemana? Mencurigakan. Aku harus tetap waspada. Batin Elena.