
Pemandangan di restoran itu sangat indah, suasana nya sesuai dengan selera Bella, tidak terlalu ribut dan sunyi. Semua makanan termasuk makanan mewah. Memang diakui semua makanan nya mahal, tapi rasanya sangat enak, sampai-sampai Bella memesan makanan yang sama.
"Enak?" Tanya Viktor
"Em ya, mulut ku tidak mau berhenti"
"Bagus kalau kamu suka. Pesan aja lagi kalau mau, tidak perlu segan"
"Aku tau. Terimakasih Viktor"
Tyler yang memerhatikan hal itu dari jauh hanya bisa diam. Ia tidak mau mengganggu Nyonya nya, karena kalau ia mengganggu, maka Nyonya nya akan sangat marah kepada dirinya, bahkan bisa langsung di pecat.
Viktor tidak melupakan Tyler, dia juga mentraktir Tyler makan. Mau tidak mau Tyler terpaksa menerima tawaran itu, soalnya kalau dia menolak maka Viktor akan curiga kepada dirinya, lalu Viktor berburuk sangka kepada Bella.
"Kalau boleh tau, Bella umur berapa?"
"20 menjelang 21 tahun" Jawab Bella.
"Masih muda kamu"
"Emang kamu berapa Vik?"
"Saya 25 tahun Bella"
"Kamu belum nikah?"
"Bagaimana mau nikah, saya saja belum mendapat wanita yang cocok"
"Emang tipe kamu gimana?"
"Saya tidak tahu cara menjelaskan nya, nanti kamu bingung sendiri"
"Yasudah lah, tidak apa-apa" Ucap Bella
"Emang gapapa ya kalau saya manggil kamu Viktor?" Tanya Bella
"Hahah gapapa, baik di jam kerja atau tidak sebaiknya kamu memanggil saya Viktor saja. Saya lebih suka dipanggil seperti itu" Jawab Viktor.
"Baik, saya mengerti"
Viktor tersenyum. Semakin lama ia makin tertarik kepada Bella.
"Kamu udah punya pacar?" Tanya Viktor memastikan.
"Em belum" Jawab Bella serius.
Tyler yang mendengar hal itu terkejut, ia sangat takut kalau nanti Nyonya nya selingkuh. Ia ingin sekali memberitahu Edbert, tapi perintah Nyonya nya tidak boleh di langgar.
Tekat Viktor semakin besar, ia sangat bahagia atas jawaban Bella.
"Bagus. Tadi operasi kamu berjalan lancar?"
"Lancar kok. Beberapa saat lagi pasien akan sadar"
"Bukan masalah besar" Jawab Bella.
Setelah agak lama berbincang, Tyler datang ke meja Bella dan Viktor, lalu mengajak Bella untuk balik kerja.
"Nyonya sebaiknya kita kembali" Ucap Tyler.
"Ya. Bagaimana dengan kamu Viktor?"
"Saya tidak kembali lagi. Saya mau pulang karena ada urusan yang harus di selesaikan" Jawab Viktor.
Bella hanya menganggukan kepala nya kemudian mengikuti Tyler untuk kembali ke rumah sakit.
"Nyonya sebaiknya anda jaga jarak dari pria itu"
"Alasan?"
"Saya hanya tidak mau hal buruk terjadi"
"Kamu tenang saja, saya yakin itu tidak akan terjadi"
"Saya mengerti Nyonya. Saya akan merahasiakan hal ini dari siapapun, termasuk ketiga asisten Nyonya"
"Bagus. Mulai besok berdandan lah dengan rapi. Aku tidak mau melihat asisten ku berpenampilan seperti ini lagi"
"Baik Nyonya"
Setelah sampai di rumah sakit, Bella di lihati banyak orang. Tatapan mereka bukan tatapan tidak suka, melainkan tatapan penuh terimakasih. Mereka sangat bersyukur Bella mau membantu pasien mereka yang sudah krisis, apalagi Bella berhasil membuat pasien itu sadar.
Bella memasuki ruangan pasien yang di operasi tadi.
"Saya cek dulu ya" Ucap Bella dengan ramah.
"Iya dokter"
Setelah mengecek, keadaan pasien itu sudah mulai membaik. Ia terlihat sangat kurus karena sakitnya dan tidak berselera makan. Bella sebenarnya sangat kasihan kepada pasien itu, tapi apa boleh buat.
"Perbanyak istirahat dulu ya, jangan banyak gerak. Banyak minum dan makan, usahakan mandi ada 1 kali dalam 1 hari. Obatnya jangan lupa di minum" Ucap Bella
"Baik dok"
"Saya pamit dulu ya"
"Hati-hati dok, terimakasih untuk semua nya"
Bella membalas dengan tersenyum, kemudian ia keluar dari ruangan itu.
...〜(꒪꒳꒪)〜...
Jangan lupa dukungannya