EdBell

EdBell
Bab 14 - Pernikahan EdBell



Satu minggu kemudian


Tidak terasa hari ini telah tiba. Bella si gadis cantik dan imut memakai gaun pengantin yang dipilih oleh Edbert, semua orang yang ada di ruangan make up terpesona melihatnya. Ketampanan Edbert membuat para wanita terpesona, hati mereka berbunga-bunga.


"Cantik sekali anak Mami dan Bunda"


"Hehe makasih Mami, Bunda"


"Sudah selesai kan? Ayo turun ke bawah. Kasihan lho pengantin pria sudah nunggu" Ucap Bunda


"Ih Bunda. Bella malu ih"


"Malu-malu kucing nihh" Ejek Mami


"Ih Mami,,"


Bunda dan Mami menertawakan Bella yang sedang malu-malu. Mereka membawa pengantin wanita turun ke bawah dengan senyuman tulus di wajah mereka.


"Wah cantik sekali! Mereka sangat serasi" Ucap para tamu.


Dag, dig, dug


Jantung Bella berdetak kencang, wajah nya memerah melihat Edbert yang berdiri tepat di depan nya, Edbert sangat tampan, membuat semua orang jatuh cinta kepada nya.


Edbert terpesona melihat Bella yang begitu cantik. Ia ingin cepat-cepat menyelesaikan pernikahan ini supaya Bella tidak dilihati oleh pria lain.


"Baik kita mulai" Ucap Pendeta


Acara yang pertama ialah pembekalan pernikahan atau yang biasa disebut dengan katekisasi pranikah. Kedua mempelai diharuskan mengikuti sebuah bimbingan khusus berupa bimbingan konseling pranikah yang dilakukan di Gereja. Tujuannya untuk menunjang penyelenggaraan acara berikutnya agar lebih sesuai dan bertanggung jawab.


Selain itu, dalam pembekalan ini kedua mempelai akan diberikan berbagai ilmu pernikahan untuk lebih meyakinkan dan memantapkan niat serta hati mereka. Berbagai ilmu mengenai pernikahan akan disampaikan dan diberikan secara khusus untuk kedua calon pengantin tersebut. Harapannya pernikahan mereka akan berjalan sesuai ketentuan dan aturan yang seharusnya.


Acara berikutnya ini dinamakan dengan Bidston yaitu kegiatan doa yang dilangsungkan di sebuah Gereja.


Selanjutnya adalah acara pemberkatan.


Setelah pemberkatan selesai, berikutnya terdapat prosesi pengucapan janji pernikahan. Janji ini berisi pernyataan kesanggupan kedua mempelai untuk menjadi pasangan suami istri yang bertanggung jawab untuk seumur hidup.


Selanjutnya adalah pengucapan janji pernikahan antara mempelai pria dan wanita.


"Bella Alice, aku mengambil engkau menjadi seorang istriku untuk saling memiliki dan juga menjaga dari sekarang sampai selama-lamanya. Pada waktu susah maupun senang, pada waktu kelimpahan maupun kekurangan, dan pada waktu sehat maupun sakit. Untuk selalu saling mengasihi dan menghargai, sampai maut memisahkan kita, sesuai dengan hukum Allah yang kudus, dan inilah janji setiaku yang sangat tulus" Ucap Edbert dengan senyuman di wajah nya.


Senyuman Edbert membuat semua wanita terpesona kepadanya.


"Edbert Edric, aku mengambil engkau menjadi seorang suamiku, untuk saling memiliki dan juga menjaga dari sekarang sampai selama-lamanya. Pada waktu susah maupun senang, pada waktu kelimpahan maupun kekurangan, dan pada waktu sehat maupun sakit. Untuk selalu saling mengasihi dan menghargai, sampai maut memisahkan kita, sesuai dengan hukum Allah yang kudus, dan inilah janji setiaku yang sangat tulus" Ucap Bella yang sedikit gugup


Susunan acara pernikahan berikutnya ialah pemasangan cincin pernikahan yang sudah disediakan sebelumnya. Cincin tersebut akan dipasang pada jari manis masing-masing mempelai tepatnya pada tangan kanan. Prosesi ini juga termasuk sebuah pernyataan bahwa kedua pasangan tersebut sudah sah secara agama dan negara sebagai suami istri.


Acara terakhir adalah penutup dan resepsi.


Akhirnya acara pernikahan sudah selesai. Bella sangat senang karena dia dan Edbert sudah sah menjadi suami istri. Sampai sekarang Bella tidak menyangka dia menikah dengan senior nya sendiri.


"Boleh, boleh" Jawab Bella dengan cepat.


Dengan terpaksa Edbert harus ikut foto bersama mereka.


"Senyum dikit dong baby"


Edbert mendengarkan istri nya, ia tersenyum di depan kamera para wanita yang mengagumi nya itu.


"Makasih banyak. Ini hadiah dari kami, semoga kalian bahagia selalu dan mendapat anak yang cantik dan tampan"


"Makasih, semoga kalian bahagia juga" Jawab Bella.


Bella melihat kebelakang, banyak sekali kado yang mereka dapat. Bella sangat penasaran apa-apa saja isi kado tersebut.


"Istriku, aku lelah, kita ke kamar saja ya?" Ucap Edbert manja.


"Lelah? Kamu tidak sakit kan baby? Ayo ke kamar, kamu harus istirahat"


Bella tidak peka maksud dari perkataan Edbert. Edbert tersenyum licik melihat istri nya yang tiba-tiba saja menjadi polos.


"Bunda kami ke kamar dulu ya, Edbert lelah katanya. Tolong urus para tamu untuk kami. Makasih Bunda"


Edbert mengedipkan mata nya kepada Bunda. Bunda terkejut dan langsung mengerti maksud Edbert.


"Masih baru menikah sudah langsung ke kamar" Ucap Ayah sambil meminum kopi nya.


"Ini malam pertama mereka. Siapa yang tidak tahan?" Canda Papi.


"Tapi Bella kayak masuk perangkap ya" Ucap Mami.


Mereka berempat tertawa.


"Hahaha Bella kan anak polos" Jawab Bunda.


"Tidak mungkin Bella polos, buktinya dia selalu minta cium sama Edbert. Hahah" Ucap Mami.


"Mungkin dia lagi mikirin hadiah, jadi ga peka lagi sama omongan Edbert" Canda Bunda.


"Asik ya ceritain anak sendiri" Ucap Ayah dan Papi serentak.


"Hahahaha. Serentak tuh"


Mami dan Bunda tertawa, begitu juga dengan Papi dan Ayah.


...〜(꒪꒳꒪)〜...


Jangan lupa dukungannya.