
2 hari kemudian
Elena mengurung Varo supaya tidak keluar dari rumah. Ia melakukan hal ini karena punya tujuan, ia ingin Varo selamat dan baik-baik saja.
Sekarang ini rawan sekali karena ulah Jackson. Ia selalu memaksa Varo untuk menikah dengan tunangan nya. Varo selalu menolak permintaan Jackson, makanya Jackson berencana untuk mencuri Varo dan diam-diam menikahkan nya dengan tunangan nya.
Elena sangat tau pikiran licik Jackson. Jackson tidak akan membiarkan mereka begitu saja, ia akan melakukan apapun demi perusahaan nya.
"Sampai kapan kita harus begini Elena?" Tanya Varo.
"Hanya seminggu" Jawab Elena.
"Kamu yakin seminggu?"
"Kakak apa kamu tidak percaya dengan calon istri mu ini? Aku bukan anak kecil lagi, bagiku ini adalah masalah gampang"
"Iya Kakak tau"
"Apa jangan-jangan, Kakak mau menikahi dengan tunangan kakak yang satu itu?! Apa Kakak menyukai orang yang belum pernah Kakak temui?" Ucap Elena.
Varo kesal dengan perkataan Elena. Ia menarik tangan Elena lalu Elena terjatuh di atas ranjang.
"Aduh" Ucap Elena.
Varo menatap wajah Elena, ia menahan tangan Elena dengan kuat di atas ranjang.
"Sangat ingin menghukum mu" Bisik Varo.
Dag, dig, dug,
Jantung Elena berdetak dengan kencang. Perlahan wajah nya mulai memerah. Jujur saja, selama ini ia sangat menginginkan Varo.
Varo mendekatkan wajahnya ke wajah Elena. Ia mencium kening Elena lalu perlahan turun ke bibir.
Elena membuka sedikit mulutnya, Varo langsung memasukkan lidah nya dan bermain di dalam bersama Elena.
"Emm"
"Sangat manis" Ucap Varo.
"Tidak sabar ingin menikahi mu" Bisik Elena kepada Varo.
Varo kembali lagi mencium Elena. Elena sangat ingin ke tahap selanjutnya, tapi mereka belum menikah, hal ini akan melanggar kontrak.
"Aku mencintai mu Kak, jangan tinggalkan aku" Ucap Elena.
"Saya tidak akan meninggalkan kamu sayang" Ciuman terakhir mendarat di kening Elena.
"Kakak, apakah kamu masih ingat masa kecil kita? Dulu kamu sering memandikan aku. Waktu itu aku tidak tau apa-apa, aku pikir wanita dan pria sama saja. Ah sangat memalukan yah"
"Kamu tidak ingat? Waktu kamu SMA kita pernah mandi sama" Ucap Varo.
"Aw itu sangat memalukan. Kenapa Kakak masih mengingat kejadian itu? Elena malu lho!!"
"Nye, nye, nye, malas ah"
"Jangan ngambek sayang"
"Elena ga akan ngambek kalau Kakak masak buat makan siang"
"Dasar kamu, ayo ke dapur"
Elena sangat bahagia mempunyai calon suami yang bisa masak. Ia tidak mau berbagi masakan Varo kepada siapapun, soalnya masakan Varo sangat enak. Bahkan kadang ia tidak membagi nya kepada Alex.
"Mau di masakin apa?" Tanya Varo kepada Elena yang sedang duduk santai di depan tv.
"Apa yang ada aja" Jawab Elena.
Elena malas membantu Varo. Ia menghidupkan tv kemudian mencari film favoritnya. Elena sangat suka menonton film luar, ia sering menonton tanpa mengaktifkan subtitle Indonesia.
Tapi film Elena rata-rata meresahkan. Ia sangat suka menonton film yang ada 18+ nya. Memang umur nya sudah cukup, tapi hal itu membuat Varo menggeleng-gelengkan kepala.
Kadang Elena memaksa Varo untuk menonton bersama nya. Varo tidak bisa menolak Elena, ia ternyata juga menyukai film yang di tonton Elena.
Tapi Elena sangat salut kepada Varo, soalnya Varo bisa menahan nafsu nya dengan kuat.
Beberapa saat kemudian
Varo sudah selesai masak. Ia membuat nasi nya dan Elena. Ia membawa makan siang mereka ke ruang tamu, soalnya ia tidak mau menganggu Elena yang sedang menonton.
Saat sedang makan, tiba-tiba saja adegan 18+ tampil di layar itu. Varo sangat malas untuk melihat nya, ia mempercepat film itu supaya tidak melihat adegan tersebut.
"Kakak tambah" Ucap Elena.
"Kamu jangan sering-sering menonton film yang begini"
"Tapi Elena suka Kak"
"Maksud Kakak, kalau mau nonton film begini, lebih baik di kamar saja, kita kan ga tau kalau tamu tiba-tiba datang"
"Kesimpulan nya, Elena harus nonton film yang begini di kamar dan di temani oleh Kakak Varo"
"Terserah kamu"
"Hihihi, setelah menikah enak nya begini ya" Ucap Elena.
"Makan lah, masih kecil juga"
"Kakak yang masih kecil!"
"Iya makan lah, makan"
"Nye, nye, nye"