
Semua rencana jahat Kylie sudah di ungkapkan di media sosial dan berita. Sudah banyak orang yang meminta maaf kepada Bella karena percaya dengan rumor. Kini Kylie benar-benar di penjara seumur hidup dan tidak akan bisa lagi di bebaskan oleh orang lain.
"Akhirnya masalah kelar juga Nyonya" Ucap Tyler senang
"Iya semua sudah tenang kembali" Jawab Bella
"Ngomong-ngomong kamu sudah bisa cari pacar, nanti keburu tua lho" Canda Bella kepada Tyler
"Itu Nyonya, em"
"Hm?"
"Sebenarnya saya di ajak Viktor menikah, tapi saya belum memutuskan jawaban nya" Ucap Tyler malu-malu
Bella tertawa
"Hahaha"
"Ada yang lucu ya nyonya?" Tanya Tyler semakin malu karena ketawa Bella
"Kok ga langsung di terima aja?"
"Saya butuh saran Nyonya. Kalau nanti saya terima Viktor, asisten pribadi anda siapa?"
"Kamu ini namanya gila kerja. Kamu terima aja dia, saya bisa kok nyari asisten pribadi lagi. Saya sangat setuju kalau kamu menikah sama dia, soalnya dia itu baik lho" Ucap Bella
"Emang gapapa saya ninggalin Nyonya dan keluarga sekalian?"
"Gapapa, kamu kan bisa main-main lagi ke sini atau kami yang main-main ke sana"
"Hehe"
"Kamu serius kan nerima Viktor dari lubuk hati?"
"Serius Nyonya"
"Ya udah, kalau kamu dan Viktor emang benar-benar serius, sebaiknya di lanjutkan saja. Saya disini mendukung kamu"
"Terimakasih Nyonya. Saya akan memberi jawaban kepada Viktor!" Tyler sangat senang
"Ya sudah pergi lah, kasihan dia nunggu jawaban kamu lama-lama"
"Baik Nyonya. Sekali lagi terimakasih!"
Bella menggeleng-geleng melihat Tyler. Ia ikut bahagia melihat Tyler bahagia. Sebenarnya Bella tidak mau melepaskan Tyler sebagai asisten pribadi nya, tapi bagaimana boleh buat, ini sudah menjadi nasib.
Setelah Tyler keluar dari ruangan, Edbert masuk kembali untuk bertemu dengan istri nya.
"Hai" Sapa Edbert
"Ada apa?"
"Saya kangen sama kamu" Jawab Edbert
"Baru beberapa menit tidak bertemu. Aneh kamu"
"Asisten kamu yang tadi kenapa?"
"Kalau saya tahu, saya ga mungkin nanya sama kamu sayang"
"Iya, iya. Viktor ngajak Tyler nikah, trus aku setuju. Soalnya Viktor baik, cocok jadi suami dia"
"Emang saya ga baik sama kamu?"
"Apaan sih sayang, kamu baik kok sama aku. Seperti yang di katakan anak-anak saat pacaran, kamu terlalu baik buat aku" Canda Bella
"Heh kamu ya!"
Edbert mendorong Bella ke atas sofa dan menggelitikinya.
"Le-lepaskan! Edbert hahaha, ge-geli, hahaha"
"Cukup Edbert, geli!!"
Edbert menghentikan aktivitasnya lalu mendekatkan wajah nya ke telinga Bella.
"Saya mau anak" Bisik Edbert
"Benaran? Kamu mau?"
"Iya sayang"
"Aku juga mau kok. Nanti malam ya sayang" Bella mencium bibir Edbert
"Oke. Kamu jangan ketiduran"
"Siap bos!"
Edbert tersenyum dan mengelus kepala Bella.
Tanpa mereka sadari, ternyata Alvaro mengintip dari pintu. Dia bukan bermaksud untuk mengintip atau menguping, dia datang untuk bertemu dengan Bella dan menanyakan sesuatu. Tapi saat sampai di tempat, dia malah melihat adegan orang dewasa.
Alvaro senang dia akan mendapat teman. Tidak peduli nanti cewe atau cowo yang lahir duluan, yang penting dia punya teman untuk bermain.
"Vik-viktor!" Panggil Tyler dengan malu-malu
"Iya?"
"Itu, a-aku se-"
Tanpa basa-basi, Viktor langsung mencium bibir Tyler.
"Kita tinggal atur tanggal pernikahan nya. Terimakasih sudah nerima saya" Ucap Viktor
"Kamu tahu?"
Viktor tersenyum, ia mencium bibir Tyler kembali.
Alvaro yang lewat dari ruangan itu melihat adegan dewasa lagi. Ia menutup kedua matanya dan berjalan secara perlahan. Ada apa dengan nya hari ini? Kenapa dia harus melihat adegan seperti itu?
Varo kembali masuk ke dalam kamar nya. Ia membuka buku dan membahas soal-soal yang ada di dalam buku itu. Dia tidak pernah bosan untuk belajar, belajar adalah salah satu kegemaran nya.
Alvaro juga belajar cara merawat anak bayi. Setelah nanti adik nya lahir, ia ingin membantu Bella dan Edbert merawat bayi mereka. Ia akan merawat dan menjaga dengan sepenuh hati, ia tidak akan mengecewakan Mama dan Papa nya.