
Setelah 10 jam di perjalanan, akhirnya mereka sampai di tempat tujuan. Elena sangat menikmati perjalanan, gara-gara dia mereka harus berhenti-henti untuk menikmati pemandangan.
Elena turun dari mobil dan menutup pintu nya kembali. Ia bingung kenapa mereka berhenti di rumah yang jauh lebih besar dari rumah nya. Ia memegang tangan Varo agar tidak tersesat, soalnya agak menyeramkan bagi Elena.
"Kakak kenapa kita masuk ke rumah ini?" Tanya Elena.
"Jangan takut" Jawab Varo.
Ckck siapa yang takut? Aku hanya akting kok. Batin Elena.
Tapi rumah ini tidak asing, sepertinya aku pernah melihatnya. Batin Elena.
"Tuan kita kedatangan tamu" Ucap pelayan.
"Suruh masuk" Jawab Tuan tersebut.
"Baik Tuan"
"Nyonya dan Tuan silakan masuk ke ruang tamu dan duduklah di dekat Tuan"
"Baik, terimakasih" Jawab Edbert.
Mereka berlima masuk ke ruang tamu lalu duduk di tempat yang sudah di sediakan.
Bukan nya mereka yang mencari anak itu ya? Trus kami napain disini? Apa jangan-jangan Varo adalah anak mereka? Batin Elena.
"Senang bertemu dengan mu Tuan Jackson" Ucap Edbert.
"Terimakasih karena sudah datang" Jawab nya.
"Kedatangan kami ke sini seharusnya anda sudah tau" Ucap Edbert sambil menunjuk Varo.
"Saya harap Anda tidak membohongi saya Tuan Edbert" Jawab Jackson.
"Saya tidak membohongi Anda. Anda bisa periksa sendiri" Jawab Edbert dengan percaya diri.
Tuan Jackson melihat wanita yang duduk di samping Varo. Ia akui wanita itu memang sangat cantik, tapi tidak sesuai dengan seleranya.
"Baik, ikut saya" Ucap Jackson kepada Alvaro.
"Kakak mau kemana?" Tanya Elena.
"Tunggu disini" Jawab Varo sambil mengelus kepala Elena.
Ckck dari tatapan Jackson tadi sepertinya dia tidak terlalu menyukai gaya imut ku. Kalau Varo memang anak nya, maka dia tidak akan merestui kami. Hm aku tidak takut, tidak ada yang bisa menghentikan pernikahan ku dan Varo. Lihat saja Jackson, aku yang akan menang. Batin Elena.
"Pa kak Varo mau di bawa kemana?" Tanya Elena.
"Nanti kamu akan tau" Jawab Edbert.
"Makanya otak itu di pakai, jangan bodoh deh" Ucap Alex kepada adik nya.
"Aku tidak bodoh Alex" Bisik Elena.
Alex terkejut dengan suara dan raut wajah Elena yang satu ini. Selama ini Elena hanya menunjukkan wajah imutnya dan sangat manja. Jujur saja, Alex lebih suka melihat adiknya yang imut, bukan yang kejam atau mengerikan.
Beberapa saat kemudian
Varo dan Tuan Jackson kembali ke ruangan secara bersama-sama. Wajah Tuan Jackson terlihat sangat gembira, senyum lebar terdapat di wajahnya.
"Terimakasih saya ucapkan kepada kalian. Saya sangat bersyukur dapat menemukan putra saya kembali. Saya akan membalas perbuatan baik kalian selama ini. Sekali terimakasih karena sudah merawat dan membesarkan Varo sampai besar" Ucap Jackson.
"Elena kamu jangan gitu" Bisik Alex kepada Elena.
"Kenapa? Terserah saya dong" Jawab Elena tanpa rasa bersalah.
Varo sungguh tidak mengerti dengan Elena. Sikap nya selalu berubah-ubah. Tapi setau nya, kalau sikap Elena berubah dari biasanya, itu tandanya Elena tidak menyukai salah satu dari mereka.
Setelah agak lama berbincang-bincang, Jackson mengajak Elena untuk berbicara empat mata. Elena dengan bahagia menerima permintaan Jackson.
"Apa kau akan menikah dengan putra ku?" Tanya Jackson seperti tak suka.
"Iya tentu saja. Saya tau Anda tidak menyukai saya. Saya tau Anda sudah menyiapkan tunangan untuk Varo. Tapi Anda jangan berharap bisa menghentikan pernikahan ku dengan Varo"
"Apa maksudmu?!"
"Kami sudah buat kontrak. Kalau kontrak nya di langgar, maka seluruh keluarga kalian akan kena" Jawab Elena.
"Sial! Dasar anak tidak tau dididik!"
"Diam! Anda yang tidak tau berterimakasih! Seharusnya Anda membujuk Varo untuk menikah dengan saya! Asal anda tau, dari kecil saya ingin mengusir Varo dari kehidupan kami! Tapi Mama dan Papa tidak setuju! Kalau mereka tidak mati-matian untuk membujuk ku, Varo bisa saja sudah mati sekarang!"
"Lalu kenapa kau mau menikah dengan Putra saya?"
"Karena putra Anda kaya raya!" Jawab Elena dengan kesal.
"Kalau dia miskin, kamu tidak akan menikahi nya?"
"Ya tentu saja tidak"
"Murahan" Ucap Jackson.
"Hahaha anda sendiri yang murahan. Sungguh bodoh! Seharusnya Anda tau apa alasan saya bersedia menikah dengan putra Anda"
"Kau sama sekali tidak cocok sebagai istri Varo! Aku tidak akan pernah merestui kalian!"
"Aku tidak akan membiarkan itu terjadi" Ucap Elena.
Elena meninggalkan Jackson sendirian di ruangan itu. Ia kembali duduk bersama keluarganya.
"Papa" Ucap Elena sambil memeluk Edbert.
"Kenapa sayang?"
Elena melihat Jackson berjalan ke arah mereka.
"Papa Jackson merestui hubungan Elena dan Alvaro. Papa Jackson baik sekali kan Pa? Hihihi" Ucap Elena dengan manja.
Jackson yang mendengar hal itu mengepal kedua tangan nya.
Anak ini pintar sekali akting! Batin Jackson.
"Iya sayang" Jawab Edbert.
"Mama sebentar lagi Elena akan menikah, kata Papa Jackson dia akan mengatur semuanya" Ucap Elena kepada Bella.
"Elena, saya mau berbicara sebentar dengan Edbert dan Bella" Ucap Jackson.
"Papa mau berbicara sama kedua orangtua Elena? Em boleh silakan saja" Jawab Elena.
Jackson sungguh tidak mengerti apa maksud dari setiap perkataan Elena.