EdBell

EdBell
Bab 13 - EdBell



Keesokan hari


Bella dan Edbert sudah sampai ditempat tujuan untuk mencoba pakaian dan gaun pengantin. Gaun nya sangat banyak dan semua cantik-cantik, Bella sangat terpesona. Bella mulai memilih dan mencoba satu-persatu.


"Ini cocok ga?" Tanya Bella kepada Edbert.


"Terlalu pendek"


"Ini?"


"Terlalu norak"


"Bagaimana dengan yang ini?"


"Tidak cocok untuk ukuran tubuh mu"


"Hais"


Sudah beberapa kali Bella berganti gaun, rasanya melelahkan.


"Bagaimana kalau anda yang memilih Tuan?" Tanya salah satu pelayan itu.


"Oke"


Edbert memilih gaun yang disukai nya. Ia menyuruh Bella untuk mencoba gaun tersebut.


Saat Bella memakai gaun yang dipilih Edbert, ia langsung terpesona dengan dirinya. Gaun yang dipilih Edbert sangat pas dan sangat cantik.


Bella keluar dari ruang ganti, kemudian berdiri di depan Edbert.


"Bagaimana dengan ini?"


Edbert menghadap ke arah Bella.


Dag, dig, dug


Jantung Edbert berdetak kencang, ia sangat terpesona dengan Bella. Tanpa make up aja Bella sudah cantik, apalagi nanti saat sudah pakai make up.


"Bert?"


"Oh ya, itu sudah cocok"


Bella tersenyum.


"Kau terpesona ya?"


"Tidak, biasa saja"


"Oh. Apa pakaian mu sudah siap?"


"Semua sudah siap. Cepat ganti pakaian mu, aku mau membawa mu ke suatu tempat" Ucap Edbert.


"Benarkah? Tunggu sebentar"


Dengan cepat Bella langsung mengganti pakaian nya.


Di mobil


"Kita mau kemana?" Tanya Bella kepada Edbert yang sedang menyetir.


"Kamu akan tau nanti"


Beberapa menit kemudian mereka sampai di tempat tujuan.


Edbert membawa Bella ke pantai kesukaan nya. Pemandangan di tempat itu sangat indah, banyak pengunjung yang datang dan bermain ke pantai itu.


"Keren banget" Ucap Bella.


"Tapi kok sepi ya?" Tanya Bella.


"Aku menyewanya" Jawab Edbert.


"Kamu serius?"


"Iya sayang. Nikmati lah" Edbert mencium kening Bella.


"Ahahah makasih baby"


Bella menarik tangan Edbert untuk bermain bersama di pantai. Mereka membuat istana dan menyiram satu sama lain.


Malam hari


Sampai dirumah Bella mengganti pakaian nya menjadi pakaian yang lebih tebal. Ia meminum teh panas yang disiapkan oleh Bunda.


"Hacii"


"Tuh kan, makanya jangan main air terus" Ucap Ayah kepada Bella.


Kedua orang tua Bella belum pulang kerumah mereka. Mereka berenam masih berkumpul di rumah orang tua Edbert.


"Huhu Bundaaaa"


Dengan cepat Bella langsung menggelengkan kepalanya.


"Ayah,,, jangan di batalkan ya. Masa nanti Bella harus cari pria lain"


"Itu kan kemauan kamu, bukan kemauan Ayah"


"Eumm Bunda"


Bunda mengelus kepala Bella.


"Apa sih Yah, nanti Bella nangis lho"


"Eum nanti Bella nangis ya kan Bunda. Kalau Bella nangis, itu artinya Ayah yang buat"


Ayah menghela nafas panjang, lalu duduk di samping Putrinya Bella.


"Sudahlah sayang, sini Ayah peluk?"


Dengan cepat Bella langsung memeluk erat Ayah nya.


"Bella sayang Ayah"


"Ayah juga sayang Bella kok"


"Tapi Bella lebih sayang sama Bunda" Ucap Bella sambil memindahkan pelukannya ke arah Bunda.


Sudah lama rasanya Bella tidak bercanda bersama kedua orangtuanya. Ini adalah momen spesial, Bella banyak menghabiskan waktunya bersama dengan orangtua nya.


Setelah selesai mengurus beberapa pekerjaan, Edbert menghampiri Bella dan calon mertuanya.


"Ayah, Bunda" Sapa Edbert.


"Bell waktunya jam tidur" Ajak Edbert.


Bella melihat kedua orangtua nya, mereka menganggukkan kepala menandakan iya. Bella berdiri dan berjalan bersama Edbert menuju kamar mereka.


"Luan ya, Yah, Bun. Jangan kelamaan tidur nya" Ucap Edbert.


"Iya" Jawab mereka serentak dengan senyum lebar di wajah nya.


Saat Bella dan Edbert sudah masuk ke kamar nya, Bunda mulai bicara kepada Ayah.


"Syukur ya Yah, Bella tidak hilang ingatan sepenuh nya, dia masih mengingat kita yang selalu merawat nya. Bunda bahagia banget lho"


"Iya Ayah juga. Ayah pikir dia sudah melupakan kita semua, ternyata setelah Edbert menceritakan semuanya, ingatan nya menjadi pulih. Ajaib sekali kan Bun?"


"Mungkin Edbert memang sudah ditakdirkan untuk Bella Yah"


"Emm kalau diingat-ingat, kesepakatan yang kita buat sama Bella jadi batal ya Bun?"


"Hahaha ga kok Yah. Bella sudah mendapat orang yang di cintai nya, ternyata orang yang di cintai nya adalah tunangan dia sendiri. Memang kalau jodoh ga kemana Yah"


"Iya Bunda. Tidur yuk, nanti kemalaman"


"Iya"


Bunda dan Ayah Bella masuk ke kamar mereka.


Di sisi lain


Edbert mengelus-elus kepala Bella sampai Bella tertidur nyenyak. Bella di perlakukan Edbert layak nya sebagai anak kecil. Memang kadang Bella terlihat seperti anak kecil, begitu imut dan menggemaskan.


"Baby,,," Ucap Bella.


"Hmm?"


"Panas, baju nya ketebalan. Buka dong"


"Tidak sayang, pakai saja, biar kamu cepat sembuh"


"Tapi panas banget lho"


"Kamu jangan menggoda ku ya sayang. Kita belum menikah, selama belum menikah aku tidak mau macam-macam dengan kamu"


"Tapi kita kan udah tidur sama"


"Ssstt diam lah. Kalau kamu ga tidur juga, aku tinggal kamu disini sendiri"


"Uemm Bella tidur, jangan ditinggal sendiri"


Bella merapatkan kepalanya ke dada Edbert, kemudian ia memeluk Edbert dengan sangat erat. Edbert hanya bisa tersenyum melihat perilaku imut Bella, ia pun memeluk Bella kembali.


"Selamat tidur Bella"


...〜(꒪꒳꒪)〜...


Jangan lupa dukungannya.