
"Elena malas lho gini-gini aja. Gara-gara Jackson kami tidak jadi menikah" Ucap Elena kepada Bella, Edbert, serta Varo.
"Kamu mau bagaimana?" Tanya Edbert.
"Elena mau ketemu sama Jackson, lalu menyuruh dia untuk memanggil tunangan Varo kerumah dia. Setelah itu kita membicarakan masalah ini dengan baik-baik"
"Kamu serius?" Tanya Edbert.
"Elena serius Pa. Kalau kita ga gerak, masalah ini ga akan kelar"
"Tunggu dulu, kita tidak mengetahui apa maksud Jackson. Sebaiknya kita membiarkan masalah ini dulu" Ucap Varo.
"Membiarkan? Jadi kamu membiarkan Jackson menjodohkan kamu sama orang lain?" Tanya Elena.
"Kamu terlalu ikut campur Elena. Dia itu orang tua aku, aku juga harus mendengar perkataan dia" Jawab Varo.
"Hah? Kamu baru ketemu sama dia! Selama ini yang merawat kamu Mama dan Papa. Apa kamu tidak mau mendengar omongan mereka?" Tanya Elena.
"Sudahlah Elena, kita ikuti aja dulu perkataan Jackson. Kalau Varo menikah dengan tunangan nya, mungkin kamu memang bukan jodoh Varo" Ucap Edbert.
"Apa?!" Elena terkejut.
"Papa kok jadi gitu sih? Mama juga sama ya? Kalian semua kenapa? Elena ga habis pikir deh. Elena kesal sama kalian!" Ucap Elena lalu pigi ke kamar nya.
Elena masuk ke kamar lalu mengunci pintu kamarnya.
"Mereka kenapa sih?"
"Kok jadi gini ya? Elena benar-benar bingung deh"
"Apa Elena pergi diam-diam saja ya?"
Malam hari kemudian
Elena memakai pakaian tertutup dengan warna putih di bagian atas dan hitam di bagian bawah. Ia memasukkan ponsel ke dalam kantong nya, setelah itu ia mengambil kunci mobil yang terletak didalam laci nya.
Elena keluar dari kamar tanpa sepengetahuan siapapun. Diam-diam ia menghidupkan mobil kemudian dengan cepat pergi dari rumah itu.
"Sistem aktif" Ucap Elena.
"Sistem aktif. Selamat malam Nona. Ada yang bisa saya bantu?"
"Bagaimana keadaan rumah?"
"Sistem menjawab. Keadaan rumah baik-baik saja Nona"
"Apa mereka tau aku sedang keluar?"
"Sistem menjawab. Kedua orangtua anda tidur nyenyak, tapi Varo tidak. Kemungkinan Varo mengetahui Anda diam-diam keluar rumah"
"Bius dia"
"Sistem melaksanakan tugas"
Setelah beberapa saat, Elena sampai di kediaman Jackson.
Tok, tok, tok
Elena mengetuk pintu rumah Jackson.
Seorang pelayan pria membukakan pintu tersebut.
"Selamat malam, Anda siapa dan perlu apa datang kesini?" Tanya pelayan pria itu.
"Selamat malam, saya Elena, saya datang ke sini karena mau berbicara dengan Tuan Jackson" Jawab Elena dengan ramah.
"Nona Elena? Baiklah, silahkan masuk Nona"
"Terimakasih sebelum nya"
Siapa Nona Elena ini? Dia cantik dan sangat ramah. Batin pelayan pria itu.
"Silahkan duduk dulu, saya akan memanggil Tuan Jackson"
"Baiklah, maaf merepotkan Anda" Jawab Elena dengan senyuman tulus nya.
Pelayan pria itu pergi memanggil Tuan Jackson ke kamar nya.
"Sistem aktif" Ucap Elena dengan suara kecil.
"Sistem aktif. Ada yang bisa saya bantu Nona?"
"Lihat sekitar, kalau ada bahaya langsung kabari aku"
"Sistem melaksanakan tugas"
Tak berapa lama kemudian, Jackson turun dari lantai atas. Ia duduk tepat di depan Elena.
"Langsung ke intinya" Ucap Jackson sambil meminum kopi nya.
"Kau mau memohon agar mereka membatalkan pertunangan nya?"
"Maaf mengecewakan mu Tuan, aku tidak akan memohon kepada mereka"
"Hm kau pikir mereka akan setuju begitu saja?"
"Tentu saja, soalnya saya mempunyai foto ini" Ucap Elena sambil menunjukkan foto yang di pegang nya kepada Jackson.
"Kamu?! Dari mana kamu mendapat foto itu?!"
"Eit Tuan jangan marah dulu. Tuan harus berterimakasih kepada foto ini, soalnya Varo tidak akan jadi menikah dengan tunangan yang ada berikan"
"Aku tidak akan membiarkan kau merusak semua rencana ku"
"Aduh maaf Tuan, kalau Tuan tidak mau memanggil tunangan Varo kesini, aku akan menyebarkan foto ini di media sosial. Jadi mana yang lebih baik? Pilihlah Tuan"
"Dasar kau!!"
"Sistem memberitahu, sekitar 6 menit lagi akan ada polisi yang datang. Kemungkinan teh Tuan itu sudah di racuni oleh seseorang. Nona tidak usah panik, ini adalah kesempatan besar"
"Terimakasih sudah memberitahu" Jawab Elena.
"Tenanglah Tuan, kita akan membicarakan nya dengan baik-baik" Ucap Elena.
"Uhuk, uhuk"
"Anda kenapa Tuan?" Tanya Elena lalu mendekati Jackson.
"Uhuk, uhuk"
"Pe-pelayan! Pelayan" Teriak Elena kepada pelayan yang ada di rumah itu.
"Tolong bawa Tuan ke kamar yang paling dekat. Cepat!" Ucap Elena.
"Ba-baik"
Para pelayan bekerjasama membawa Jackson ke kamar bawah.
"Untung aku membawa peralatan rumah sakit" Ucap Elena.
"Nona cepatlah periksa Jackson. 2 menit lagi polisi akan sampai"
"Baik"
Elena masuk ke kamar lalu memeriksa Jackson. Elena menyuruh beberapa pelayan untuk membantu dia.
Dua menit kemudian polisi sampai dan mengarahkan pistol ke arah mereka semua. Polisi menyuruh mereka semua untuk berhenti melakukan aktivitas nya. Mereka semua berhenti kecuali Elena. Polisi menembakkan peluru ke arah Elena.
"Hei kamu tidak lihat aku sedang merawat Tuan Jackson? Apa kalian mau dia mati?" Ucap Elena dengan kesal.
"No-nona Elena?" Ucap polisi itu.
"Maaf Nona, saya benar-benar tidak tau kalau itu Anda"
"Apa tujuan kalian kemari?" Tanya Elena.
"Kami di kabari kalau ada orang yang membuat racun di minuman Tuan Jackson. Jadi kami mau menangkap nya"
"Siapa yang menelepon kalian? Bagaimana dia tau kalau ada racun di minuman Tuan Jackson? Lalu kenapa dia tidak mengatakan dari awal? Atau jangan-jangan dia pelaku nya?" Ucap Elena yang membuat satu pelayan wanita gemetaran.
"Kau pelaku nya?" Tanya polisi sambil mengarahkan pistol ke wanita itu.
Wanita itu terduduk di lantai. Ia memegang kaki Elena dan meminta bantuan.
"Maaf kan saya. Saya melakukan ini karena saya kekurangan uang. Saya hanya orang suruhan. Nona tolong bantu saya, saya tidak mau di penjara. Nanti bagaimana kehidupan anak-anak saya?" Ucap wanita itu sambil menangis.
"Bawa dia" Ucap polisi.
"Tunggu dulu. Tadi kamu bilang kamu hanya orang suruhan? Lalu siapa atasan mu?" Tanya Elena.
"Tu-tunangan Tuan Varo. Saya tidak berbohong Nona, saya ada bukti" Jawab pelayan itu.
"Sistem menjawab. Benar pelaku nya adalah tunangan Varo. Sistem sudah menemukan bukti nya"
"Baiklah, pak bawa wanita ini ke penjara" Ucap Elena.
"Ja-jangan Nona"
"Tidak perlu khawatir, saya akan mengurus anak anda. Nanti kalau saya punya waktu luang, saya akan membawa anak anda menemui anda"
"Terimakasih Nona. Saya akan menebus kesalahan saya"
Polisi pamit dan membawa pelayan wanita itu.
"Nona anda sangat baik" Ucap sistem.
"Anak nya tidak bersalah" Jawab Elena yang melanjutkan perawatan Jackson.